
Dengan bekal restu dan dukungan mami, Riki pagi itu menghampiri rumah Agnes dengan harapan Agnes akan berubah.
sesampainya di rumah Agnes, Riki melihat Agnes sedang bermesraan dengan seorang pria di halaman rumahnya.
sesekali agnes memeluk dan mengecup pria itu dengan mesra begitu juga sebaliknya .
Riki menghela nafas
"trimakasih tuhan udah tunjukan wanita itu bukan wanita baik baik"
ucap Riki sambil merekam perbuatan Agnes di handphone nya .
selesai merekam ia berjalan menghampiri keduanya
"huhukkk"
seketika Agnes mendorong pria itu menjauh dari ny .
"Riki "
"hai nyonya Agnes "
"kamu kesini gak kabari aku dulu"
"hmmm... gak kalau aku kabari kamu dulu mana mungkin aku menyaksikan adegan barusan "
"maksud kamu "
Riki mengeluarkan handphone nya dan memutar hasil rekaman ny.
"apa apaan sih kamu ngerekam aku gitu sini Handphone kamu"
"apa hak kamu mau rebut handphone ku ? istri kamu bukan istriku lagi, dan ini jadi bahan untukku mengajukan permohonan perceraian ke pengadilan "
"jangan dong aku gak mau cerai dari kamu aku mohon hapus video itu ini gak seperti yang kamu lihat"
"o.ya ... jadi seperti apa kalau gak aku lihat apa lebih parah lagi ?"
"bukan gitu maksud aku"
"lalu apa.maksud kamu ?"
"denger ya , tadi nya aku sudah nyakin untuk rujuk dengan mu lagi demi Airin tapi setelah aku tau kamu yang sebenarnya aku mikir lagi dan memang sepantasnya kamu aku ceraikan"
"aku mohon jangan "
"jangan sentuh aku jangan sentuh aku"
"Aku mohon tarik kata kata kamu buat gugat cerai aku"
"sampai kapan pun aku gak akan pernah tarik omongan ku"
"aku mohon aku mau ngelakuin apa aja demi kamu "
"aku cuma minta kamu jauhi aku , soal Airin hak asuh Airin akan aku perjuangkan akan jatuh ke tangan ku"
"gak gak aku gak mau"
Riki menghampiri pria yang berdiri seperti patung itu
"bro gue titip mantan istri gue jaga dia sayangi dia "
ucap Riki menepuk pundak pria itu berkali kali dengan mata berkatakata .
rikipun pergi begitu saja membiarkan Agnes yang berlari mengejar mobilnya tanpa menghiraukan nya .
Sementara gadis sedang risau menunggu kedatangan anhar di dalam butik.
Jam makan siang, anhar tak kunjung datang
gadis mengkhawatirkan ny
ia mondar mandir di butik dengan mata penuh ke cemasan.
ia menghampiri seorang pegawai butik berkata
"maaf mbak, pak anhar ada kasih kabar kenapa hari ini gak datang ?"
"oh gak tau Bu mungkin pak anhar sedang berifing "
__ADS_1
"ah gak mungkin kalau pun brifing pasti aku di kasih tau dulu"
"coba ibu hubungi nomor bapak Bu"
"gak bisa di hubungi mbak "
"coba saya hubungi dari nomor butik ya Bu"
"ya ya mbak nanti kabari saya ya "
"iya Bu"
Si mbak bergegas ke telpon butik di pojok ruangan.
"tersambung "
"loh nyambung kok ibu bilang gak nyambung ya ".
"hallo "
"hallo pak ini ibu nyariin bapak"
"husssttt! jangan kuat kuat mbak saya minta jangan kasih tau kalau telponnya tersambung"
"oh iya pak"
"tolong tenangkan ibu dan bilang saya gak bisa di hubungi ya "
"siap pak "
Tiba tiba gadis datang
"gimana mbak terhubung ?"
"gak Bu"
"ya Allah kenapa ya ? gak biasa biasa nya kayak gini"
"gimana kalau ibu kerumah bapak aja "
"saya gak tau alamatnya ?"
"ya mbak trimakasih "
5 menit kemudian si mbak datang kembali membawa secarik kertas kecil di tangannya
"ini alamat bapak Bu"
"ya Allah trimakasih ya mbak saya segera kesana saya takut bapak kenapa kenapa saya titip butik ya "
"iya Bu"
gadis meluncur ke rumah anhar mengendarai taksi online .
Sesampainya di depan rumah tiba tiba handphone nya berbunyi
"hallo "
"hallo apa benar ini ibu gadis "
"ya benar ini dengan siapa ?"
"ini polisi , mau kasih kabar Bu kalau pak anhar mengalami kecelakaan dan di larikan kerumah sakit "
"ya Allah baik pak saya segera menuju ke rumah sakit "
Agnes segera meluncur kembali kerumah sakit dengan berlinang air mata di pipinya.
Sudah tiga rumah sakit di kota ia datangi tapi hasilnya nihil
"ini rumah sakit terakhir yang aku datangi tapi tetap nol gak ada anhar apa anhar di bawa keluar negeri ? ya Allah... hamba mohon pertemukan hamba dengan anhar ya Allah "
ucap gadis menangis di ruangan tunggu rumah sakit.
Saat ia sedang meratap tiba tiba seseorang berdiri di depannya
"Aku gak kemana mana kok "
gadis terdiam sejenak, ia menarik nafas dan mengangkat kepalanya
__ADS_1
"kamu !"
"ya ini aku anhar "
"katanya kamu masuk rumah sakit "
"itukan katanya "
"kalau aku lihat kamu baik baik aja gak ada luka sedikitpun"
"aku baik baik aja "
"Alhamdulillah ya Allah"
Tiba tiba anhar berlutut di hadapan gadis
"kamu ngapain jangan lakuin itu ayo berdiri "
"gak aku gak mau "
"aku malu di lihatin orang orang "
" biar aja biar mereka jadi saksi "
Anhar mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah dan mengeluarkan sebuah cincin emas di tangannya
"maukah kau menikah dengan ku menjadi teman suka duka dan masa tua ku ?"
"kamu becanda "
"aku serius "
"mau "
"Alhamdulillah " ucap semua orang yang berdiri menyaksikan acara lamaran mereka, keluarlah Khalifah dan Khadijah
"selamat ya kak "
"ha.. adek kok kalian bisa ada disini ?"
"bisa dong "kata Khalifah
"sama siapa kesini ?"
"sama ...."
umi Abi dan ibu nya anhar pun keluar bersama-sama.
"masyallah ada umi Abi dan ibu juga ?"
"iya nak, ibu yang undang orangtua kamu kesini "
"masyallah trimakasih Bu"
"iya nak, nak anhar ayo pasangkan cincin itu di jari manis nak gadis "
"baik Bu"
Perlahan lahan cinta itu masuk ke dalam jari manis gadis
merekapun terharu begitu cincin merekat di jari manis gadis.
Tak sadar anhar ingin memeluk gadis dan di tahan oleh adik adiknya
"eitssss..... jangan main peluk peluk dulu blm juga halal "
ucap Khalifah menarik baju yang anhar kenakan
"ya Allah ia dek kakak lupa sangking senang nya ,"
"halalin dong jangan lama lama "
"siap komandan "
Merekapun penuh haru dan bahagia akhirnya gadis menemukan cinta sejatinya.
berbanding terbalik dengan Riki yang benar benar terluka untuk berkali kali.
sabar ya mas bro Riki semoga ketemu jodoh nya yang lebih baik lagi.
__ADS_1