Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
merasa bersalah


__ADS_3

setelah selesai meminta restu pada kedua orangtua nya, Adam dan frisly bergeser ke kursi kedua orangtua frisly .


Begitu frisly menjabat tangan papanya, air mata papa nya tidak terbendung begitu juga firlsy


" pa, frisly minta doa restu papa, restui pernikahan kami, sampai maut memisah kan kami "


" iya nak papa slalu merestui dan mendoakan kalian semoga kehidupan kalian bahagia selalu jaga dirimu nak, peluk agama mu dengan sebaik baiknya "


" iya pa "


Keduanya menangis seolah olah ada rasa bahagia dan rasa sedih melepaskan putri dan anak semata wayangnya menikah .


" iya nak papa akan dukung apapun itu keputusan frisly " kata hati seorang ayah demi kebaikan putrinya .


Acara berjalan lancar seperti yang mereka inginkan, satu persatu Tamu meninggal acara pernikahan .


" Makasih ya umi, makasih pa, udah bantu pesta pernikahan kami ini "


" iya nak, ini semua blm seberapa untuk menebus dosa papa yang selama ini menelantarkan kalian" melirik gadis yang berdiri jauh dari nya .


" jadi pa, umi, acara berikutnya acara pernikahan Ainun "


" emangnya Arya udah ada persiapan dek ?"


" sudah bang, tapi kita pestanya gak usah semegah pesta Abang ini, kita cukup sederhana aja iya kan sayang "


" iya bang, Abang tau sendiri Arya sebatang kara bang"


" itu tidak jadi tolak ukur nak, yang terpenting pernikahan kalian sah di mata hukum dan agama itu sudah cukup "

__ADS_1


" iya om "


" tapi Ainun gak mau nanti kalau pas acara pernikahan Ainun , umi sama papa jaga jarak kayak tadi setiap sesi pemotretan gak pernah ada moment umi sama papa berdiri berdampingan "


" mana mungkin dek, umi sama papa kan sudah bukan mahram lagi "


" yaa tapi kaan bang, Ainun mau umi sama papa bareng lagi lagian apa salah nya sih, Ainun tau didalam hati umi pasti masih ada papa walaupun cuma sebiji beras , umi mau kan umi bareng sama papa lagi ?"


Gadis menundukkan kepala nya tidak menjawab permintaan Ainun , Ainun menghela nafas dan berkata


" nak, umi gak bisa mengabulkan permintaan Ainun, itu berat sekali bagi umi "


" kenapa umi ?, apa umi sama papa gak saling sayang lagi ?"


" umi tau maksud Ainun itu apa tapi umi gak bisa nak "


" sudah Ainun jangan di paksa umi mu, kasihan umi tertekan begitu " timpal papa


Ainun yang masih blm dewasa karena permintaan nya tidak di kabulkan pergi meninggalkan gedung dengan rasa kecewa


dan di susul oleh calon suaminya Arya


" mau kemana kamu dek tunggu "


" aku mau pergi aja, lepasin aku !"


" kamu kenapa sih, kok marah marah gitu masa kamu hancurin hari bahagia keluarga kamu begitu aja dengan sikap kamu yang seperti ini kasihan tau orang tua kamu kasihan juga bang Adam yang seharusnya hari ini dia bahagia "


" kamu enak bisa ngomong, karena kamu gak ngerasain apa yang aku rasain, sakiitt baget " menampar berulang kali dadanya sambil menangis

__ADS_1


" sakit baget, aku gak pernah merasakan kasih sayang kedua orangtuaku gak pernah, sampai aku memutuskan untuk tinggal bersama papa karena aku rinduuu baget dengan kasih sayang seorang ayah gimana padahal aku pengen mereka bareng lagi bersama lagi walaupun itu GK mungkin terjadi,yaaaa ... Aku akui aku terlalu egois aku aku itu dan aku sadar itu ,tapi aku ngelakuin itu karena aku punya alasan tersendiri "


" aku mohon sayang kamu lebih dewasa lagi menghadapi ini semua aku mohon "


" apa aku salah kalau aku menyampaikan keinginan ku ? aku salah ?!! Ayo jawab apa aku salah ?"


" gak salah sayang, gak, kamu benar cuma caranya yang salah "


" cara yang gimana aku cuma pengen orangtuaku bareng lagi "


" iya aku tau tapi bukan dengan cara seperti itu "


Ainun tersenyum dengan air mata yang terus menerus menetes dari matanya .


" ternyata satu orangpun gak ada yang sependapat dengan aku semua sama !!! semua sama berpendapat kalau aku itu egois aku keras kepala aku bodoh aku blm dewasa apa lagi "


Mendengar keributan di depan gedung , Adam keluar dari dalam gedung di susul frisly, melihat adiknya yang menangis dan bertengkar dengan Arya , Adam menghampiri nya


" cukup dek ! cukup !! Jangan di teruskan lagi"


Melihat abangnya berjalan menghampiri nya Ainun semakin menangis , sampai ia jongkok di tanah .


" bangkit dek jangan nangis lagi, Abang tau apa yang kamu inginkan tapi jangan sampai apa yang kita inginkan itu menyakiti hati orang lain , Abang mohon udah jangan nangis lagi jelek tau , sini "


ucap Adam membantu Ainun untuk berdiri , dan memeluk adiknya


tangis Ainun pun pecah begitu di pelukan sang Abang .


" udah jangan nangis lagi, apa yang Ainun minta itu gak sama kayak kamu dulu minta mainan boneka sama umi, pemintaan Ainun kali ini gak akan semudah itu umi mengabulkan permintaan kamu dek , itu banyak proses nya , umi yang merasakan nya kita blm tau apa apa dek waktu itu, kita sama sama berdoa semoga suatu saat nanti Allah bukakan pintu jodoh untuk orangtua kita lagi "

__ADS_1


Gadis yang diam diam menyaksikan keributan anak anak nya merasa bersalah pada dirinya karena blm bisa menjadi orangtua yang baik untuk anak anaknya .


__ADS_2