
Riki kembali membuat janji dengan Agnes dan mereka pun bertemu di taman kota sambil menikmati sebuah eskrim di tangan mereka
"sayang kamu tau gak aku itu bahagia baget"
"kenapa ? apa yang buat sayang bahagia ?"
"karena aku udah bisa miliki kamu lagi, bahagia aku itu simpel sayang yang penting ada kamu di samping aku itu aja"
Riki menghela nafasnya lalu berkata " mami udah tau hubungan kita ini nes"
"o ya bagus dong jadi kita gak perlu sembunyi sembunyi lagikan "
"tapi nes aku gak bisa nyakitin gadis dia itu terus terusan memperlakukan aku seperti raja dia terus berbuat baik sama aku"
"jangan bilang kamu mau sudahi semua ini "
"gak aku gak akan ninggalin kamu"
"seriusly? aku mau dengar sekali lagi "
"aku akan perjuangkan kamu nes gak akan ninggalin kamu"
mendengar perkataan Riki Agnes kegirangan dan langsung memeluk Riki lalu berkata " i love you"
ternyata tanpa mereka sadari Erika memperhatikan mereka dari kejauhan melihat adiknya bermesraan dengan Agnes kembali rasa ketakutan nya selama ini benar benar terjadi
" ya Tuhan kenapa rasa ketakutan ku selama ini benar benar terjadi " ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Iapun pulang sesampainya di rumah ia bertemu gadis awalnya ia ingin menceritakan semua apa yang ia lihat pada gadis tapi ia mengurungkan kembali niatnya.
"hai gadis kamu dari mana ?"
"dari pasar kak "
"hah... pasar ? loh ngapain?
"beli sayur kak sekalian gadis mau cari barang yang gadis perlukan"
"ya ampun dek ,, kan ada mbak yang tugasnya ke pasar"
"mbaknya lagi sakit kak jadi gadis aja yang ke pasar "
Erika mengeluarkan sebuah kotak dari dalam kantong dasternya lalu memberikannya pada gadis
"nih buat kamu" ucapnya menyodorkan kotak itu ke arah gadis.
"itu apa kak?"
"ini handphone buat kamu"
"gak usah kak "
"udah ambil aja, handphone kamu kan rusak ini kakak beliin yang baru "
"ya ampun makasih ya kak"
"sama sama kalau gitu kakak tinggal dulu ya mau buatin susu dulu"
"iya kak"
Sore hari nya
Melihat sang adik baru pulang dari kantor kak Erika mencegatnya yang baru turun dari dalam mobil
__ADS_1
"ada apa kak ?"
tidak menjawab ia trus melihat ke arah Riki dengan tajam
"ada apa sih kak"
ia menarik tangan adiknya ke belakang mobil
"ada apa kak lepasin tangan Riki "
Erika menarik nafas dan menghela nya menahan emosi nya.
"kamu pacaran ya sama Agnes ?"
"gggak .. kakak apaan sih nuduh nuduh aku gitu"
"nuduh kamu bilang udah jelas jelas kamu pacaran sama Agnes masih bisa kamu bilang nuduh"
"ya nuduh dong kakak nuduh tanpa bukti juga langsung ngejaz aku gitu "
"kamu butuh bukti ? ok ok bentar ." kata Erika mengeluarkan handphone nya dari saku dasternya lalu berkata " kamu lihat ini apa, masih bisa ngeles kamu"
"kak Riki mohon jangan kasih tau siapa siapa"
"gila kamu, aku gak habis pikir sama kamu"
"kak Riki mohon Riki sayang sama Agnes dan Riki gak mau nyakitin gadis "
Erika mendorong tubuh adiknya ke mobil lalu berkata " kakak kecewa sama kamu"
iapun pergi dengan penuh kekecewaan
"kak ... kakak tunggu dulu kak"
"kakak tunggu dulu Riki mau jelasin kak "
"jelasin apa bang?" kata gadis yang melihat kedua kakak beradik ini kejar kejaran
Riki menghentikan langkahnya lalu berkata " gak ada kok dek , adek lagi apa disitu ?"
"habis nyiram kembang bang, Abang mau jelasin apa sama kak Erika?"
"eh gak jadi deh Abang cuma minta di pesanin gpood dek Abang pengen makan pedas"
"Abang mau biar gadis aja yang buatin"
"gak usah dek Abang gak jadi pesan kok, Abang ke kamar dulu ya mau mandi badan Abang rasanya gak enak badan"
"iya bang"
Sore hari nya gadis masuk kedalam kamar ia melihat suaminya sedang tertidur sambil menggigil ia meletakkan tangannya ke dahi sang suami
"astaghfirullah panas baget ya Allah "
tanpa sadar Riki terus mengigo memanggil nama Agnes " nes Agnes kamu dimana ?"
gadis terdiam ia sedih saat mendengar suaminya memanggil nama Agnes
"bang gadis disini" ucapnya lembut di telinga sang suami yang masih blm sadarkan diri
"Agnes nes kamu dimana ?"
gadis turun ke bawah memberi tahu keluarga yang lain kalau suaminya sedang sakit dan meminta dokter keluarga nya untuk datang .
__ADS_1
setelah di periksa kondisi Riki masih blm sadarkan diri panasnya juga masih blm turun ia juga tak henti henti memanggil nama Agnes
"nes sayang Agnes kamu dimana ?"
mendengar Riki terus terusan memanggil nama Agnes mami terlihat marah dan panik ia terus melihat ke arah gadis yang duduk di sebelah sang suami dan terus menggenggam tanganny.
dengan berat hati dan tak ada pilihan lagi gadis meraih handphone suaminya ia tak sengaja melihat pesan chat keduanya begitu mesra sampai foto foto mereka terpampang di wallpaper hp suaminya air matanya seketika mengalir tapi ia harus tetap tegar ia menelpon Agnes kalau suaminya sedang mencarinya.
"hallo sayang ada apa sayang baru juga tadi kita ketemu masa kamu udah kangen lagi" ucapnya melalui telpon
"ini aku gadis mbak"
"eh kamu gadis ada apa maaf tadi aku kira mas Riki"
"iya gak papa, aku cuma mau kabari mbak kalo bang Riki lagi demam panas baget dari tadi panasnya gak turun turun dan bang Riki juga nyariin mbak, mbak bisa datang kesini aku mohon mbak"
"ya udah deh aku jalan kesana"
Seketika air matanya mengalir deras
"ujian apa lagi ini ya Allah apa aku kuat melihat suamiku bersama wanita lain " ucapnya menangis sambil memeluk handphone suaminya.
sang mertua baik hatipun keluar dari dalam kamar ia memeluk menantu nya dengan penuh haru
"yang sabar ya sayang mami gak akan biarkan ini semua terjadi"
"apa aku sanggup mi"
mendengar pertanyaan menantunya sang mertua pun ikut menangis dan memeluk menantunya, ia tau bagaimana rasanya di posisi menantunya .
Tak berapa lama si wanita pelakor pun datang
saat akan memasuki kamar Riki mamj menarik tangan nya
"jangan macem macem kamu "
"maksud mami apa macem macem gimana sih"
"gak usah sok polos kamu wanita pelakor " ucap Erika penuh kemarahan.
"haah gak ada urusan ngeladenin kalian aku kesini mau lihat Riki"
mendengar keributan omah yang berada dalam rumah keluar
"kalian apa apaan sih , yang undang Agnes ke sini istrinya Riki tapi kalian malah yang gak trima dia ada disini"
"omah gak usah ikut campur " sahut Erika yang masih terbakar emosi
"sopan sedikit kamu Erika " bentak omah kembali
"ayo masuk sayang , Riki butuh kamu " si omah pun merangkul Agnes untuk ikut masuk ke dalam kamar dan di ikuti mami dan Erika .
Setelah melihat keadaan Riki Agnes seketika ingin memeluknya tanpa memperdulikan siapapun yang ada di dalam kamar melihat Agnes akan memeluk Riki mami langsung menarik Agnes lagi
"jangan macem macem kamu Agnes jangan berani peluk peluk anak saya"
"apaan sih mami aku cuma mau bisikin ke telinga Riki kalo aku ada disini"
"mi.., " ucap gadis melihat sendu ke arah mami
"awas kalo Sampek kamu macem macem sama anak saya "
Tak menghiraukan Agnes meraih tangan Riki lalu meletakkan nya di pipi sebelah kanannya lalu berkata " sayang aku disini, bangun sayang"
__ADS_1