
tak kuat melihat kemesraan keduanya gadis memilih untuk keluar kamar dengan berlinang air mata tanpa sepengetahuan nya ternyata omah juga mengikuti gadis keluar kamar
"aku gak kuat ya Allah melihat suamiku bermesraan dengan wanita lain"
"hukhuk"
melihat kedatangan omah gadis mengusap air matanya
"kalau kamu gak kuat mundur aja gak usah sok Sok an bertahan kasihan hati kamu pura pura tegar padahal rapuh" ucap omah tertawa melihat penderita gadis
"gadis akan terus bertahan omah, walaupun sakit dan pahit gadis akan mundur kalo bang Riki yang minta gadis untuk mundur "
"keras kepala sekali kamu "
"bang Riki suami gadis omah, cuma bang Riki yang berhak buat menyuruh gadis mundur atau bertahan dan satu lagi Allah tidak akan uji hambanya melebihi batas kesanggupan nya maaf omah gadis mau ke bawah dulu"
ucap gadis lalu pergi meninggalkan omah
"keras kepala sekali itu perempuan masih ngotot padahal sudah jelas jelas Riki ada hubungan dengan Agnes bodoh"
"siapa yang bodoh ma, wajar dia mempertahankan rumah tangganya Rina mohon sama mama jangan ikut campur dalam rumah tangga anak Rina "
"saya kan kasih saran bukannya ikut campur lagi pula kasihan dia "
"tidak usah berbelit mama apa yang mama impikan sekarang sudah terjadi mama senangkan"
"senang sekali kamu kan tau sendiri aku gak suka sama hubungan mereka "
"terserah mama aja deh mau nya mama gimana "
Memilih untuk ketaman menyendiri menenangkan hati dan pikirannya.
"nasib apa yang menimpa ku ini ya Allah baru saja engkau tumbuhkan rasa cinta di dalam hatiku"air mata yang terus mengalir seolah olah menceritakan penderita an dan rasa kecewa yang mendalam
🕳️ kembali ke cerita kamar
Setelah beberapa menit akhirnya Riki sadar demamnya pun sudah turun dan kondisinya jauh membaik ia kaget melihat keberadaan Agnes di sebelahny
"mana gadis ?"
"gak tau pergi kali, kenapa sih kamu malah nanyak in dia ?"
"kok bisa kamu ada disini?"
"sayang, istri kamu yang telpon aku suruh aku datang kesini"
"ah.. gak mungkin"
"kenapa gak mungkin lagian dia udah tau soal hubungan kita"
"ya Tuhan... Agnes kamu gila kan sudah aku bilang di rahasiakan "
"bagus dong sayang jadi kita gak perlu sembunyi sembunyi lagi kan lagian dia juga care gak ada masalah sama hubungan kita "
"aku gak habis pikir sama kamu"
"kok kamu malah gak seneng gitu?"
"bukan maksud aku gak gitu"
__ADS_1
"oh aku tau jadi maksud kamu selama ini mau pacarin aku gak ada niatan serius cuma mau mainin aku atau mau balas dendam sama apa yang udah aku lakuin dulu?"
"stopp!!!! buang pikiran kotor kamu itu "
"trus apa ?"
"aku serius cinta sama kamu sayang sama kamu "
"trus gadis ?"
"ya... aku gak tega nyakitin dia "
"trus kamu pikir kayak gini gak nyakitin aku aku gak mau tau cepat atau lambat kamu harus pilih antara aku dan gadis "
"kasih aku waktu nes"
"sampai kapan?"
"itu pilihan sulit buat aku nes"
Agnes menggenggam tangan Riki
"jawab jujur kamu pilih aku atau gadis ?"
Riki menarik tangan nya lalu berkata
"aku blm bisa jawab"
"jawab Riki aku butuh kepastian!"
"ya ya aku jujur aku pilih kamu aku sayang sama kamu aku cinta sama kamu tapi aku gak tega nyakitin gadis"
mereka sempat adu argumen satu sama lain sampai mereka tidak menyadari bahwa gadis sudah berdiri dan mendengarkan perdebatan mereka yang saling menyatakan cinta satu sama lain, sampai mereka menyadari keberadaan gadis yang berdiri di pintu seperti patung
tak menjawab gadis menghampiri Riki lalu berkata " syukurlah keadaan Abang udah membaik "
mendengar tanggapan gadis Agnes sedikit rileks dan berkata " kalau begitu aku mau pamit dulu"
"silakan saya pikir anda tidak tau jalan pulang atau perlu saya suruh supir buat antar anda pulang?"
"gak usah mbak saya bisa pulang sendiri"
",trimakasih udah ringankan langkah nya untuk menjenguk suami saya"
tak menjawab apa apa Agnes langsung pergi.
gadis kemudian turun ke bawah menuju dapur mengambilkan makanan untuk Riki
"adek gak marah sama Abang?"
"marah kenapa bang?"
"soal Abang ngigau tadi ?"
gadis meletakkan sendok di tangannya lalu berkata " namanya juga Abang gak sadar jadi buat apa gadis marah ?"
"kalau soal barusan adek gak dengar apa apa?"
"dengar , anggap saja gadis tuli bang dan buta jadi Abang gak perlu merasa berdosa "
mendengar jawab istrinya Riki tertekun ia terdiam, lalu berkata lagi " adek istirahat aja Abang masih mau ke ruangan kerja mau ngerjain berkas berkas Abang"
__ADS_1
"silakan bang "
🌅 pagi harinya
seperti biasanya semua keperluan suami sudah ia siapkan di atas tempat tidur mulai dari pakaian sepatu dan segelas susu hangat di atas meja.
"bagaimana bisa aku menyakiti wanita sebaik gadis "
serunya di dalam hati saat melihat keperluan nya sudah tertata rapi di atas ranjang.
selesai bersiap siap Riki turun ke ruang tamu ia mencari istrinya matanya kesana kemari mencari keberadaan gadis yang pagi itu pamitan untuk ke rumah sakit .
karena pagi ini badan nya kurang sehat kepalanya sering pusing dan mual ia takut karena masuk angin
"mi mami..."
"ada apa sih pagi pagi udah teriak triak"
"lihat istri aku gak?"
"gadis tadi pamitan sama mami mau ke rumah sakit "
"hah rumah sakit ngapain mi"
" promil kali sayang mami juga gak di kasih tau"
"kok tumben gak kasih tau aku ya?"
"kalian lagi berantem ya?"
"gak mi kita baik baik aja "
"yang benar ?"
"bener mi tadi malam aja kita ibadah mi"
"nih anak gak ada malunya " ucap mami tertawa mendengar kejujuran putranya .
"ada apa ya mi kalau promil sih kita ada jadwal mi"
"kamu telpon deh perasaan mami jadi gak enak"
"gak di angkat mi dari tadi Riki telpn diluar jangkauan terus "
"kamu susul sana " sahut papi dari meja makan.
"ok Pi siap "
Setibanya dirumah sakit gadis di periksa dokter wanita langganan nya .
"jaga kesehatan nya yah Bu gadis "
"iya dok
"ibu cuma kecapean saja , saya blm bisa memastikan soalnya masih terlalu dini "
"maksd nya dok"
"kalau dari hasil USG sepertinya ibu sedang mengandung tapi untuk lebih jelasnya coba ibu testpack nanti dirumah sudah saya bawakan testpacknya nanti apapun hasil nya semoga yang terbaik ya Bu gadis "
"aamiin Bu dokter "
__ADS_1
rasa kecewa nya pun sedikit berkurang mendengar penjelasan dokter kalau dirinya sedang berbadan dua penantian sudah hampir 1 tahun lebih . dengan segera ia pulang sementara Riki baru sampai di rumah sakit tak menemukan istrinya iapun memilih pergi ke kantor nya.