
Setibanya diruangan dimana Adam di rawat gadis menangas sambil tersungkur di lantai
"Adam sayang ini umi nak umi disini" ucapnya berkali kali melihat Adam tak bereaksi gadis semakin menangis, sang ibu yang melihat anaknya menangis menghampirinya dan mendekapnya
"istighfar nak, Adam gak papa umi nyakin jangan nangis kasihan Adam "
gadis berdiri dan mendekap Adam
"Adam sayang umi disini sayang , umi sudah datang Adam kangen ya sama umi maafkan umi nak bangun nak bangun ada adik Ainun nih"
yang awalny Adam hanya diam dan tak ada respon tiba tiba Adam menangis kuat sekali dan diikuti tangisan gadis dan orang orang di dalam ruangan .
"Alhamdulillah" ucap umi dan Abi bersamaan.
"Alhamdulillah nak" gadis mendekap Adam yang sedang menangis dan berkali kali mencium buah hatinya .
melihat reaksi mami yang ingin mengambil alih Adam Riki langsung menariknya keluar ruangan.
"mi Riki mohon jangan hancurin kebahagiaan ibu dan anak, Riki mohon sama mami biarin gadis menjaga Adam sampai sembuh "
"tapi Ki mami gak mau"
"mi, gak ada yang bisa jaga Adam kecuali ibunya sendiri kalau sampai mami berbuat macem-macem Riki gak segan segan mi" dengan nada ancaman Riki mengancam ibunya untuk tidak bertindak keterlaluan.
Setelah kondisi Adam mulai pulih seperti biasa gadis keluar ruangan menyusui Ainun tiba tiba sang mantan ibu mertua datang menghampiri nya
"jangan kamu pikir dengan kamu di panggil kerumah sakit ini bisa bawa Adam pulang bersama kamu "
"maksud nya mi?"
"Adam tetap ikut sama Riki "
"tapi mi adamkan lagi sakit apasalahnya Adam ikut gadis aja "
"gak... gak bisa gak bisa dong,Adam akan tetap ikut saya dan anak saya tapi kecuali..."
__ADS_1
"kecuali apa mi?"
"kecuali kamu dan anak saya rujuk kembali"
mendengar perkataan nenek dari anak anaknya gadis terkejut dan berkata
" maaf mi gadis gak bisa, lagi pula bang Riki sudah talaak gadis dan kalaupun rujuk gadis harus menikah lagi kan"
"mami gak mau tau kalau kamu masih mau tetap bersama Anak kamu Adam yaaa.. cuma itu pilihannya "
dengan mata berkaca kaca gadis bersujud meminta belas kasihan dari ibu mertuanya ini meskipun tidak akan membuahkan hasil yang seperti ia inginkan, seakaan tak punya hati mertua nya malah menepis tangan gadis yang menyentuh kakinya lalu pergi dengan sombongnya .
"ya Allah cobaan apalagi ini, kenapa engkau coba aku seperti ini kalau soal rezeki aku bisa tahan tapi ini tentang anak aku gak kuat ya Allah harus berpisah dengan anak anakku"
ucap gadis menangis sambil menggendong Ainun yang sedang tidur .
Seakan semakin menggila, mertua satu ini egoisnya benar benar tinggi sekali , bahkan saat malam hari di saat jam jaga ia meminta gadis untuk pulang saja dan tidak menginap dirumah sakit sementara Adam bisa tidur setelah di beri asi oleh ibunya.
haduuuh mertua macam apa ini....
ternyata malam itu gadis di suruh tidur di depan kamar Adam dimana dirawat dan kebetulan malam itu anhar datang membawakan makanan untuk gadis Riki dan ibunya begitu melihat calon istri nya tertidur di kursi luar di depan kamar anhar sangat marah
"(langsung duduk ) sayang ada apa yang ?"
"kok malah tidur di sini sih disibukan dingin udah gitu sepi gak ada orang kok gak di dalam ?"
gadis tersenyum " gak papa sayang tadi di dalam panas baget jadi aku keluar sebentar eh malah ketiduran "
"ya ampun sayang, kalau kamu sakit nanti Ainun gimana Adam gimana siapa yang jaga "
"kamu udah makan blm ?"
"(menggelengkan kepala nya) blm sayang"
"ya ampun calon istri aku gak di kasih makan sama Riki apa ? memang itu orang kurang ajar Bener"
__ADS_1
"udah sayang .. bang Riki lagi lembur di kantor ada kerjaan jadi masih di kantor blm pulang "
"ohh.. gimana keadaan Adam ?"
", Alhamdulillah sudah mendingan sayang insyaallah besok pagi sudah boleh pulang"
"Alhamdulillah , pulang kerumah sayangkan?"
gadis terdiam dan perlahan air matanya menetes "ada apa sayang, kok nangis ?"
"(menggelengkan kepalanya) gak, "
"ya Allah kenapa lagi sih apa memang sengaja nyiksa anak ku atau gimana, maunya apa sih"
"sabar sayang, mami minta aku sama bang Riki rujuk lagi"ucap gadis terbata bata
"apaa...(anhar kaget meletakkan makanan yang di bawanya di lantai)"
"apa sayang bilang, rujuk ?"
"(mengganggukkan kepala) iya sayang, tadi mami bilang sendiri ke aku kalau mau hak asuh Adam ke aku kami musti rujuk"
"(anhar terdiam lama )"
anhar tersenyum dan berkata " kalau memang itu yang terbaik dan buat sayang gak jauh dari Adam dan Ainun aku gak papa kok sayang aku ikhlas walaupun sebenarnya sakit dan susah untuk menerimanya "
"jangan ngomong gitu "
"ini demi anak anak sayang"
"gak aku gak mau aku nyakin pasti ada jalan lain selain itu"
"sayang .. kasihan Adam kalau soal aku gak usah dipikirin tapi Adam butuh sekali figur seorang ibu dan mungkin ini udah jalan dari Allah buat nyatuin kalian lagi"
"gak aku gak mau ngecewain kamu"
__ADS_1
"serius aku gak kecewa loh ini demi Adam aku sayang sama anak anak jadi aku musti siap untuk berkorban untuk anak anak ku"
tatapan matanya begitu berarti menandakan dia siap dan baik baik saja,meskipun sebenarnya dia tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya ðŸ˜ðŸ˜”