
Tak terima putri nya di usir oleh suami, ibu menghampiri suaminya dengan penuh kemarahan. Ibu berulang kali memukul dada suami untuk meluapkan kekesalannya.
" kamu jahat mas kamu jahat !"
" tenangkan diri mama "
" Gimana aku bisa tenang putriku yang paling aku sayangi kau usir dari rumah nya sendiri "
" itu sengaja aku lakukan agar dia bisa berpikir apa yang dia lakukan itu salah "
" Kau minta dia berpikir tapi kau sendiri tidak berpikir , dengan cara seperti itu kau sama saja menyiksa dia ingin membunuhnya secara Pelanpelan , apa kau lupa mas aku berasal dari mana ? "
Papa terdiam seribu bahasa ,
" Apa kau lupa mas semua yang terjadi beberapa belas tahun silam ? "
" sudah lah !(membentak) aku capek biarkan saja dia berusaha sendiri berdiri sendiri"ucapnya lalu pergi meninggalkan istrinya yang masih menangis di depan rumah .
" aku gak bisa biarin putri semata wayangku terlantar di jalanan aku harus cari frisly dan bawa dia pulang "
Menyusuri kota di malam hari untuk mencari keberadaan putrinya , penuh tekad dan keyakinan untuk membawa pulang kembali putrinya .
" Ayolah nak pulanglah nak maafkan mama"
Hampir 2 jam menyusuri kota mendatangi tempat nongkrong anaknya biasanya, bukan cuma itu mama juga datang kerumah sahabat dekat frisly tapi tidak ada hasil, ibu berencana datang ke toko skincare putrinya.
Sementara Frisly memilih untuk menginap di toko skincare nya disana ada Dinda yang masih kerja lembur untuk mencek kembali stok skincare mereka.
Melihat frisly yang datang sambil menangis membuat Dinda khawatir
" Kamu kenapa fris ?"
" Aku diusir sama orang aku "
" tu kan apa aku bilang pasti orangtua kamu bakal melarang rencana kamu buat pindah agama "
" aku gak bisa Din, aku udah putusin tetap dengan pendirian aku "
" fris ayolah tuhan memang satu tapi jangan korban dirimu seperti ini "
" Aku gak papa , harus mengorbankan diriku "
" ya ampun fris ya udah deh aku dukung kamu apapun itu keputusan kamu aku dukung ya "
" iya makasih ya Din "
" sama sama "
Tiba tiba handphone Dinda berdering telpon dari orangtuanya
" Siapa Din ?"
" ortu aku sebentar ya aku angkat dulu"
" hallo ma "
" hallo Dinda , nak frisly lagi sama Dinda gak ?"
Dinda menoleh ke arah frisly
" iya ma lagi sama Dinda emangnya kenapa ma "
" ibunya baru aja pulang dari rumah kita nyariin nak frisly "
" iya ma , frisly sama Dinda kok , frisly baik baik aja "
" syukurlah, mama sama papa khawatir takut frisly kemana mana "
" gak kok ma frisly sama Dinda "
" ya udah kamu masih lembur nak ?"
__ADS_1
" iya ma masih "
" ya udah hati hati kerjanya "
" iya ma kayak nya Dinda gak pulang deh ma soal nya kasihan frisly kalau harus nginap di sini sendirian "
" oh ya udah salam sama nak frisly ya jaga diri kalian "
" iya ma "
Dinda kembali menghampiri frisly
" Barusan nyokap aku nelpon katanya nyokap kamu datang kerumah ku fris "
" ya ampun, kenapa mama masih nyari in aku"
" fris, namanya seorang ibu pasti gak akan mau putrinya sampai kabur dari rumah "
Blm selesai bicara tiba tiba bel depan toko berbunyi
" Itu pasti nyokap kamu fris "
" kamu aja deh yang buka aku malas "
" ya udah "
Dinda menuju depan toko untuk membukakan pintu , benar saja perkiraan nya itu nyokap dari frisly.
" ada nak Dinda "
"iya Tante '"
" masih lembur nak ?"
" iya Tante , ada apa Tante ?"
" Tante lagi nyariin nak frisly ada kira kira dia di sini ?"
" nak Dinda ? Ada nak frisly ?"
" ada Tante didalam "
" syukurlah , Tante sudah keliling kemana mana cari dia akhirnya ketemu juga Tante boleh ya ketemu sama nak frisly ?"
" boleh Tante ayo masuk tante "
Melihat kedatangan ibunya frisly menghampiri nya dan memeluknya
" (menghela nafas ) Maaf kan mama nak maaf mama , mama gak ada gunanya "
" jangan ngomong seperti itu ma, mama itu berharga baget buat frisly "
"mama gak bisa didik frisly dengan baik jaga frisly dengan baik nak , mama sadar apa yang sudah mama lakukan itu salah maafkan mama , mulai hari ini mama dukung keputusan frisly untuk memeluk agama lain "
"(kaget ) mama serius ?"
"(mengangguk kepala) iya nak serius "
"(memeluk kembali ) trimakasih mama trimakasih udah dukung frisly udah kasih restu buat frisly "
" iya nak apapun itu kalau itu yang terbaik mama dukung "
" makasih ma , kalau gitu besok mama mau kan nemenin frisly buat ke masjid "
Mama terdiam , beliau benar benar tidak bisa berbicara di karenakan mama sudah belasan tahun tidak pernah menginjakkan kaki lagi di masjid semenjak pindah agama .
" maa..."
" mama gak mau ya ?"
" (tersenyum) mama mau nak "
__ADS_1
" yeeeee... Trimakasih ma "
" sama sama nak "
Keduanya saling berpelukan penuh haru, setelah mendapat kan restu dari ibunya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya,
Mama kembali datang ke toko menepati janjinya untuk menemani putrinya .
Sebelum berangkat ke toko, mama berpapasan dengan suaminya yang kebetulan hari ini libur kerja.
" mau kemana ma ? Pagi pagi udah rapi "
" itu pa Mau arisan "
"Arisan kemana ? Kok tumben pagi pagi gini ?"
" ya... Jeng Ratna minta pagi pagi soalnya jeng Ratna besok mau ke luar negeri , udah ya pa mama buru buru, nanti aja kita ngobrol nya"
" hati hati ma "
" yaaa... Pa "
Ibu pun menuju ke masjid dimana ia berjanji dengan putrinya, setibanya disana mama meminta supir nya untuk menunggu nya dan berjanji tidak akan memberi tahu majikan nya.
" mamang tunggu di mobil aja ya saya mau kedalam , oiya saya minta mamang jangan kasih tau suami saya , saya mohon ya mang"
" siap nyonya saya gak akan kasih tau bapak soal ini "
" ok trimakasih mang saya ke dalam dulu"
ibu menuju ke masjid ,saat berada di depan masjid langkah kaki ibu terhenti .
Ibu teringat kembali dengan masa lalunya Dimana tempat ini biasanya tempat pengaduannya setiap merindukan kedua orangtua nya, tapi demi cinta yang begitu dalam pada suaminya ia rela meninggalkan semua kenangan masa lalunya.
melihat ibunya berdiam diri didepan masjid, frisly menghampiri nya dan berkata
" Mama , kok diam aja , ada apa ma ?"
Mama tersenyum sambil menyeka air matanya
" Mama gak papa kok "
" mama beneran gak papa ?"
"* iya gak papa , ya udah yok masuk sayang"
" iya ma "
Mama mendampingi putri nya untuk masuk kedalam masjid .
Lagi lagi mama tidak bisa membendung airmatanya ia bertanya kembali pada sang putri untuk menyakinkan putrinya dengan keputusan yang ia pilih
" kamu nyakin sayang ?"
"(tersenyum ) nyakin ma, restuin frisly dan dukung frisly ma "
" iya sayang mama pasti dukung apapun itu menurut frisly yang terbaik "
" thanks ma, frisly sayang sama mama "
frisly pun di bimbing untuk mengucapkan kalimat syahadat sebagai penanda ia telah sah masuk dalam agama Islam , diiringi dengan tetesan air mata ibunya yang terharu dengan keputusan yang di ambil oleh putrinya.
"mungkin ini salah satu karma untukku dari tuhan, aku ikhlas kalau pun putriku harus berbeda keyakinan dengan ku tuhan "
__ADS_1
Ucap mama di dalam hatinya .