
Mendapat teguran dari ibunya membuat Adam merenung ia kepikiran perkataan ibunya dan terbayang kejadian tadi pertama kali dia bertemu papanya.
Ada rasa bersalah dalam dirinya, ia sadar apa yang ia lakukan salah tapi rasa egois Adam menguasai dirinya.
" Aku memang salah, tadi sudah dingin sekali memperlakukan papa tapi bukan berarti apa yang papa lakukan selama ini sama aku dan Ainun benar"
ujarnya Adam di pojok kamarnya, pikir annya terus di bayangin sosok papa nya.
" Ingat ya anak anak , kalau nanti kalian udah ketemu sama papa kalian jangan ada dendam sedikit pun di dalam diri kalian "
Adam tertunduk begitu mengingat nasehat almarhum abinya.
" maaf kan Adam Abi, maafkan Adam, Adam lalai dan lupa pesan Abi , Abi tegur Adam dengan cara hadir dalam ingatan Adam maafkan Adam Abi"
Adam menarik nafasnya melepas rasa dendam di hatinya bersamaan dengan nafasnya.
" baiklah Abi, Adam besok akan temui papa meminta maaf sama papa soal perlakuan Adam tadi "
Ternyata ke munculan Riki juga membuat gadis risau.
" kenapa dia datang lagi ya Allah, apa dia datang untuk mengambil alih hak asuh anak anak ku, aku gak akan biarkan itu terjadi "
Sesuai perjanjian lama mereka, hasil dari keputusan sidang yang pernah terjadi bertahun tahun lalu, persidangan yang membuat bencana untuk keluarga kecil gadis dan anhar karena persidangan gadis kehilangan anak nya yang sedang ia kandung, kedua ia kehilangan ingatan setelah kepalanya terbentur saat terjadinya keguguran, hasil persidangan menyatakan hal asuh anak anak mereka tetap di tangan gadis karena anak anak masih d bawah umur tepat di usia 17 tahun hak asuh anak sepenuhnya jatuh pada mantan suaminya Riki.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi hari nya,
__ADS_1
Cuaca pagi ini tampak cerah, gadis menyingsing tirai kamarnya.
melihat kedua putra dan putrinya masih tertidur pulas di atas kasur, gadis terbayang kembali wajah suaminya dan terbayang kebiasaan suami yang membangunkan anak anak mereka dari tidur setiap paginya.
" Assalamualaikum, ada pak Ibrahim permisi assalamualaikum kalau ada tolong dong kasih tau pak Ibrahim suruh bangun ada tugas negara ini "
Kata seorang ayah yang mencoba membangun kan putranya menirukan gaya bicara Tentara, sesuai cita cita putranya Ibrahim yang mengidolakan para tentara.
" aku kangen mas, aku kangen sekali, bahagia disana ya, kamu gak akan pernah hilang mas dalam hati dan pikiran aku, kamu akan slalu ada di hati kami, aku harus bangkit, aku gak mau terus terusan seperti ini, kasihan mas anhar disana yaa... aku harus bangkit ada empat orang anak yang harus aku perjuangkan "
Gadis bertekat akan kembali memulai kehidupan nya yang baru,mulai hari ini dia akan kembali berjualan seperti biasanya.
Ia akan membuka butik suaminya kembali.
Tak ingin mengulur waktu, gadis bersiap siap ke butik sambil menunggu kedua anaknya bangun tidur.
" Umi mau kemana umi ?"
Gadispun segara memeluk putranya dan berkata " hari ini Ibrahim sama bibi dulu ya, umi mau ke butik "
"ya....h... padahal Ibrahim pengen kerumah nenek umi "
" hmmm .. besok aja kita kerumah nenek ya hari ini gimana kalau kita kebutik aja , Ibrahim maukan nak ?"
" mau umi, Abi dibutik kan umi kayak biasa nya "
Gadis terdiam, lagi lagi setiap kali putranya Ibrahim menanyakan tentang abinya, gadis kehabisan kata kata untuk menjelaskan pada putranya .
__ADS_1
" jawab umi, Abi di butik kan umi "
Tidak menjawab dan tidak ingin menyakiti hati putrinya gadis mengangguk kan kepalanya
" horeeeee....... "
Ibrahim seketika loncat begitu melihat ibunya mengangguk kepala.
" Jangan loncat loncat nak nanti Ibrahim jatuh"
" gak papa umi, Ibrahim kan udah gede gak jatuh kok "
"masyaallah,"
" Nanti Ibrahim mau minta beli eskrim sama Abi udah lama Ibrahim gak makan eskrim umi"
" iya nanti umi belikan ya nak "
" gak mau Ibrahim maunya sama Abi"
,"iya nanti umi minta Abi belikan eskrim untuk Ibrahim, gimana kalau Ibrahim ibu mandikan habis itu siap siap, sambil nunggu adik Maryam bangun habis itu kita ke butik ya "
" iya umi "
Hati siapa yang tak luka, jika suami pergi meninggalkan istri dan anak anak yang masih kecil untuk selama lamanya , hati ibu mana yang tak luka jika salah satu anaknya merindukan ingin bertemu almarhum ayahnya. berulang kali di jelaskan dia tetap blm paham ia slalu berpikir ayahnya sedang berada di luar kota dan nanti juga akan pulang, itu masih Ibrahim yang bertanya bagaimana nanti Maryam yang akan bertanya keberadaan ayahnya dimana
dia blm pernah kenal wajah ayahnya kasih sayang dan blm pernah di gendong oleh ayah nya, jawaban apa nanti yang akan gadis berikan untuk Maryam semoga Maryam bisa menerima dengan lapang dada ya nak 🌻.
__ADS_1
^^^... ...^^^