
Begitu melihat wajah Ainun melalui foto yang di kirim Arya via WhatsApp todi berkata
" Pantesan sahabat aku sampai segalau ini ternyata cewek yang dia taksir seperti bidadari surga , gue dukung lu bro bareng cewek ini aku nyakin dia wanita baik baik "
Arya tersenyum " terimakasih bro , udah support aku dan udah mau bantu aku "
" sama sama bro "
3 bulan berlalu, Arya blm kunjung menemukan informasi tentang Ainun .
" gimana bro udah ada kabar ?"
" gimana ya bro gue mau kasih tau, gue udah cari informasi kemana mana tapi tetap gak Nemu titik terang , lu tetap optimis ya gue nyakin kalau jodoh gak akan kemana "
" Makasih bro "
Sahabat terus memberi support yang menguatkan Arya untuk tetap optimis dan terus bersemangat mencari informasi Ainun.
Hingga suatu ketika keajaiban tuhan mempertemukan mereka kembali secara tidak sengaja di sebuah rumah sakit yang kebetulan ia sedang menangani seorang pasien yang keadaan gawat , saat itu satu dokter pun tidak ada yang brani mengambil resiko menyelamatkan nya , Ainun datang membantu tanpa rasa takut dan siap mengambil resiko jika terjadi sesuatu pada pasien saat itu .
Ia kerahkan ilmu yang selama ini ia pelajari di luar negeri dengan izin Allah denyut jantung pasien yang awalnya sudah melemah kembali normal.
mendengar suara detak jantung dalam monitor patient di dalam kamar berbunyi ,
seluruh dokter bersorak mengucapkan syukur dan rasa kagum terhadap ke beranian dokter baru itu .
" Alhamdulillah " * ucap dokter secara bersamaan
"Wah.. hebat selamat atas keberhasilan dan keberanian dokter mengambil resiko untuk menyelamatkan pasien "
ujar salah satu dokter sambil berjabat tangan dengan Ainun yang saat itu menggunakan masker di wajahnya sehingga susah untuk di kenali.
Arya yang mulai memiliki feeling begitu melihat ciri ciri dokter itu mendekati ciri ciri ainun .
" Kok dokter ini mirip sekali sama Ainun ya "
ujarnya berbisik
__ADS_1
" ah lu yang benar yak, apa itu Ainun cewek yang kamu cari "
" husst ! aku gak tau "
Begitu melihat keberadaan Arya disana , Ainun langsung meninggal kan ruangan .
merasa ada yang aneh Arya mengejar dokter itu
" Maaf dok permisi "
" kalau boleh saya tau ilmu apa yang dokter terapkan dalam upaya menyelamatkan pasien tadi ?"
Ainun masih berdiri membelakangi Arya , ia enggan berbalik badan
Tak menjawab pertanyaan Arya , Ainun melangkah kakinya tiba tiba sesuatu jatuh dari dalam baju dinasnya .
Arya dengan sigap mengambil benda itu yang ternyata papan nama dokter wanita itu.
perlahan Arya memutar papan nama itu menghadap dia.
" Ainun ? , jadi ini dokter Ainun ?"
Ainun perlahan membuka masker yang menutupi wajahnya
" iya , dokter Arya ini aku dokter Ainun "
Arya melompat karena terlalu bahagia akhirnya perjuangan dan usahanya tidak sia sia ia di pertemukan kembali dengan wanita yang selama ini ia cari
" Kamu kemana aja aku udah cari kamu kemana mana tapi gak ada hasilnya "
" Aku gak kemana mana "
" kenapa nomor kamu gak aktif ?"
" Maaf, "
" iya gak papa aku tau kamu ngelakuin itu buat ngetest aku apa aku serius dan tulus sama kamu "
__ADS_1
" gak sama sekali aku gak ada niat gitu "
" gak papa ,itu gak penting yang terpenting aku mau ngelamar dokter "
Arya tiba tiba berlutut di hadapan Ainun, sontak saja ainun kaget dan meminta Arya untuk kembali berdiri
" saya mohon dok berdiri kembali saya malu "
" saya gak perduli dok saya lakukan ini karena saya tulus mencintai dokter "
" ok ok ok , saya tau saya mau dokter berdiri kembali , kalau memang dokter serius datang kerumah temui orangtuaku , ini kartu nama aku " Ujar Ainun menyodorkan sebuah kertas kartu nama yang slalu ia bawa di dalam tasnya .
" baik, saya akan buktikan dokter "
Arya pun pergi, Ainun pulang kerumah di rumah ia semakin gelisah jauh di dalam hatinya ia memiliki perasaan yang sama terhadap Arya ia juga mencari keberadaan Arya selama ini tapi ia blm nyakin dengan ketulusan Arya .
Melihat putrinya uring uringan didalam kamar papa menghampiri nya
" Ada apa nak, papa perhatian dari tadi Ainun merenung aja , lagi mikirin apa sih papa penasaran deh "
dengan tatapan mata berkaca-kaca Ainun menghela nafasnya , " papa, kalau Ainun menikah papa beri izin ?"
" masyaallah menikah nak ? tentu papa berikan izinkan sayang, apa Ainun sudah punya calon suaminya nak ?"
Ainun menundukkan kepalanya " Ainun blm nyakin pa , apa dia beneran serius atau cuma main main aja "
" siapa pria itu nak ? apa Ainun sudah menjalin hubungan dengan pria itu ?"
" sama sekali gak pa, Ainun tau pacaran itu di larang sama Allah Ainun gak mau pacaran pa, sewaktu di kuliah itu, Ainun bertemu dengan dia pa dia yang jaga Ainun disana pa, dia udah Ainun anggap seperti sahabat sendiri tapi perasaan Ainun beda sama dia pa, Ainun nyaman kalau dekat dia gak pernah senyaman apapun sebelum nya , begitu Ainun stay di Indonesia Ainun ganti nomor handphone biar dia gak bisa hubungi Ainun lagi tapi kodarullah, tadi siang kami ketemu pa"
" masyaallah, trus nak apa yang dia katakan ?"
" dia bilang sudah lama cari gadis baru kali ini menemukan gadis , dan dia juga bilang kalau nanti malam dia datang bersama keluarga nya ingin melamar Ainun pa "
Papa tersenyum sambil mengelus kepala putrinya dengan lembut " Ainun sayang sama pria itu ?"
" sayang pa "
__ADS_1
" papa restui nak kalau memang ainun memiliki perasaan yang sama dengan pria itu"
Ainu tersenyum mendengar perkataan papanya.