Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Di kamar anak


__ADS_3

Omah trus menggerutu menahan emosinya, ia menolak keras di urusi oleh Agnes karena kejadian yang menimpanya bertahun tahun masih jelas di benak nya menurut penilaian nenek bagaimana pun penampilan Agnes dia tetap wanita jahat yang pernah mencelakai nya.


Tak banyak yang bisa Agnes lakukan, Agnes hanya diam begitu melihat omah yang masih bersikap dingin padanya


"kayaknya omah masih benci sama aku karena kejadian dulu "


"gak usah berusaha masuk lagi kedalam keluarga kami " cetus Erika kakak pertama sambil menimang bayinya


"Maksud kakak ?"


"Kamu mau lagi berusaha ambil hati mami kan biar bisa rujuk lagi sama Riki, gak usah mimpi ketinggian deh, kamu itu gak pantes buat adikku, aku gak akan pernah biarin adikku rujuk lagi sama kamu "


"Kak, aku tau kakak benci sama aku tapi aku nyakin suatu saat nanti aku akan bisa membalik keadaan berpihak ke padaku"


balasnya dengan sombongnya, pergi begitu saja.


...----------------...


Untuk menghilangkan rasa bosannya, Agnes berdiam diri di depan kolam di sebelah rumah mantan mertuanya di temani secangkir jus jeruk kesukaan nya.


Ia memikirkan ide yang akan ia lakukan untuk menaklukkan keluarga ini lagi,


"Aku gak akan tinggal diam, aku udah naik satu tangga gak mungkin aku turun lagi, cuma karena melewati paku yang tumpul dan kerikil yang tajam, aku suka tantangan " katanya sambil menikmati jus di tangannya.


Penampilan boleh berubah tapi tidak dengan sifat dan kepribadian orang lain, ia masih Agnes yang dulu yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


Tak ingin sang adik jatuh kedalam kepulakan mantan istrinya, kakak mencari cara juga tak mau tinggal diam ia meminta teman teman untuk mencarikan jodoh untuk adiknya .


Malam harinya, dimana besok akan di gelar sidang pengalihan hak asuh, Riki hanya termenung dan terdiam di balkon kamarnya


ia tau sidang kali ini akan ia menangkan tapi ia juga tau resiko apa yang akan di lakukan untuk sikis dan kesehatan anak anaknya .


Ia benar benar merasa bersalah pada anak nya dan pada Agnes mantan istrinya, tapi tidak banyak yang harus ia lakukan karena sudah terlanjur basah.


"Aku harus bagaimana, aku tau besok sidang akan aku menangkan tapi kan kasihan Ainun dan Adam yang ada mereka bakal tertekan begitu juga gadis, sementara dia blm sehat betul apa aku menyerah saja ?"


"dek" ucap si kakak yang tiba tiba muncul sambil menepuk pundak adiknya


"Eh kakak ada apa kak ?"


"hmmm.....kakak bukannya mau ikut campur cuma kakak rasa kamu serahkan saja gak asuh anak anakmu untuk gadis "


"dek, apa gak sebaiknya kamu buka hati lagi dan menerima cinta yang baru "


"Bukannya Riki gak mau kak, cuma Riki masih fokus sama anak anak dan karir Riki"


"iya kakak tau tapi kan kamu juga butuh wanita di sisimu kamu seorang CEO loh"


"kakak doakan saja semoga Riki bisa dapat istri yang baik dan sayang sama anak anak "


"aamiin dek , besok kakak ikut ya "

__ADS_1


"kakak mau ?"


"mau dong, kakak ikut ya dek kakak kangen sama gadis "


"iya kak "


"ya udah kamu tidur aja besok kan harus bangun pagi-pagi "


"iya kak "


"kakak ke kamar dulu ya dek selamat malam dek "


" malam kak "


malam semakin semakin larut, Riki Susah memejamkan matanya.


pikirannya terus melayang pada gadis dan begitu mencemaskan kondisi gadis, ternyata yang dirasakan Riki juga di rasakan gadis, ia begitu cemas dengan persidangan besok berkali kali ia bolak balik ke kamar sikembar untuk memastikan kondisi anak anaknya .


Tak kuasa ia menahan diri untuk tidak menangis


"Nak, umi gak sanggup kalau harus berpisah sama kalian umi sayang sama kalian , mama takut besok umi kalah dari persidangan gak bisa ketemu kalian lagi"


ia mengelus rambut kedua anak kembarnya,


ibu mana yang tak rapuh bila menyangkut tentang anak.

__ADS_1


Sekuat apapun ia menyimpan luka di hadapan anak anaknya akan ada saat dimana anak tidak melihat disitulah ia meneteskan air matanya karena luka itu.


__ADS_2