
Aku sudah setengah sadarkan diri lagi begitu sampai dirumah sakit semua dokter panik menangani aku, aku di bawah ke dalam ruangan entah ruangan apa itu dan yang aku dengar dokter berkata " hanya ada satu pilihan pak ibu gadis harus segera di operasi Caesar , kalau tidak ibu dan anak bisa meninggal dunia"
"saya minta lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dokter apapun itu" jawab bang Riki sambil menangis terseduh seduh.
ia tampaknya sangat mengkhawatir kan kondisi ku saat itu , setelah mendapat persetujuan dari suami ku semua tim dokter memulai operasi nya selama 3 jam aku berjuang bang Riki berdiri di atas kepalaku ia terus melantunkan ayat ayat suci Alquran di telingaku terus memberikan ku semangat untuk berjuang demi anak anak ku
"semangat sayang kamu pasti bisa "
kata kata itu yang slalu teriang di telingaku sesekali ia mengecup kening ku dengan rasa haru .
3 jam perjuangan aku mendengar suara tangisan anak anak ku
"oweee... oweee...."
tak berapa lama kemudian terdengar lagi suara tangisan yang memenuhi ruangan itu.
" oweeee oweee oweee...."
lalu seorang dokter wanita menghampiri aku menunjukkan wajah anak anak ku di sebelah kanan dan kiri ku
"Alhamdulillah ibu anak nya kembar cantik dan ganteng"
Aku tersenyum bahagia rasa sakit yang aku rasakan seketika hilang tuhan mendengar tangisan itu aku bahagia tak bisa aku ungkapkan rasa syukur ku perjuangan yang besar demi lahirkan buah hatiku.
begitu juga dengan suamiku ia menangis begitu mendengar tangisan buah hati kami ia seketika mencium keningku berkali kali
"trimakasih ya Allah
trimakasih dek udah berjuang buat anak anak kita "
1 jam di ruang operasi akhirnya aku di pindahkan keruang rawat tubuhku masih lemas blm bisa banyak bergerak dan aku masih di pengaruhi oleh obat bius .
setelah berada dalam ruang rawat bang Riki suamiku begitu sigap menarawat dan mengurusi aku seolah olah ia lupa akan ikrar talak yang sudah ia ucapkan beberapa bulan yang lalu dan menurut agama pun jika kau ia ingin menceraikan ku sudah sah di mata agama.
Di dalam ruangan dimana aku d rawat ada umi Abi dan adik adikku mendengar aku melahirkan keluarga pun datang.
"umi" kataku yang masih setengah sadar
"assalamualaikum nak" ucap umi mengecup kening ku
"sepertinya gadis masih d pengaruhi obat bius umi" ucap Erika yang ikut andil datang menjeguk adik ipar nya.
"ya Allah , yang kuat ya nak umi abi ada disini untuk mu nak" sahut Abi sambil mengusap usap kepala ku dengan lembut .
air mataku mengalir dengan sendirinya seakan akan aku ingin menceritakan apa yang sedang menimpa ku saat ini tapi aku kasihan melihat keluarga ku betapa kecewanya ayah ibunya begitu tau kalau rumah tangga ku akan segera berakhir.
Akhirnya berangsur angsur aku sadar hilang rasanya sakit pasca melahirkan kedua buah hatiku begitu aku mendengar tangisan mereka .
Ini anak kami, kami beri nama
Ainun dan Adam
Trimakasih Tuhan engkau berikan aku anak dua sekaligus.
Tiga hari di rawat d rumah sakit akhirnya kami kembali ke rumah, sejauh ini bang Riki slalu menjadi suami yang sigap ia ontime mejaga dan mengasuh putri dan putra kami karena kondisiku juga masih lemah .
Sementara kak Erika terus mengusut pelaku yang sudah mencoba mencelakai aku
__ADS_1
"akan aku penjarakan siapa yang sudah mencelakai kamu gadis "
"gak usah kak, yang penting gadis dan anak anak gadis baik baik saja"
"gak bisa gitu dek kalau kamu kemaren kenapa kenapa siapa yang rugi anak anak kamu ini dek"
aku tau beliau sangat marah atas apa yang menimpaku untuk menenangkan nya aku meraih tangannya lalu berkata " kak.. aku baik baik aja ini semua berkat doa kakak dan yang lainnya gadis mohon kakak hentikan pengusutan kakak ini"
"iya nak Erika lagian anak umi juga baik baik saja cucu umi juga baik baik saja mungkin ini cara Allah menegur kita buat lebih berhati hati lagi" sahut umi yang ikut mendukung gadis
Erika terdiam ia melihat ke arah Riki dengan sinis
"mulia sekali hati mu dek sudah di sakitipun kamu masih bersedia lapang dada untuk memaafkan nya"
"gadis baik baik aja kak"
kak Erika memeluk ku dengan erat , dengan mata berkaca-kaca ia berkata " kakak sayang sama mu dek "
"trimakasih kak gadis juga sayang sama kakak"
Dua hari di rumah bang Riki masih ontime mengurus kami ia mengambil cuti untuk lebih fokus mengurusi aku dan anak anak kami.
sebagai seorang ibu, umi mulai merasakan sesuatu perubahan sikapku
"gadis,"
"iya umi ada apa umi"
"kamu baik baik aja kan nak?"
"baik umi, ada apa umi?"
"umi merasa seperti ada yang tidak beres antara kamu dan Riki"
"syukurlah nak"
Sesuatu telah terjadi ini. yang aku takutkan terjadi juga malam kedua setelah kepulangan kami dari rumah sakit Agnes datang ke rumah ia membawa bunga dan kado untuk bayi kami kedatangan nya menimbulkan kecurigaan orangtua ku .
"hai.. sa...." ucapnya sambil memeluk Riki yang berdiri seperti patung tidak bisa berkata kata.
"hai Tante , hai kak Erika yang cantik , hai Tania adikku, hallo omah sayang"
ucapnya kembali memeluk omah dengan hangat
"hai juga sayang, omah pikir kamu gak bakal datang lagi ke sini "
"datang dong omah masa gak datang "
ia berjalan menghampiri ku yang sedang menggendong Putri ku dan anak laki laki kami di gendong umi di sebelah ku
"siapa perempuan itu nak?"
"dia, dia teman bang Riki umi"
"teman bagaimana maksud kamu nak"
"teman , teman , teman kerja umi"
"ooh... umi merasa dia seperti ada niat jahat sama kamu nak"
__ADS_1
aku terdiam mendengar perkataan umi ya Allah memang benar insting seorang ibu itu kuat untuk anak nya.
iapun sudah berdiri tepat di depan kami ia melihat sinis kearah ku lalu seketika mendekati aku berdiri tepat di sebelah ku ia mengelus elus wajah Putri ku ainun dengan nada berbisik ia berkata " kali ini kamu lolos gadis tapi lain kali lihat saja apa yang akan aku lakukan"
"waduuuh cantik sekali siapa nama nya mba"
"Ainun"
"waahh... namanya bagus baget cantik namanya bagus cocok deh"
"makasih"
" yang cowok siapa namanya mbak?"
"Adam"
"ya Tuhan... bagus baget Ainun dan Adam"
"iya "
"selamat ya mas Riki"
Bang Riki hanya menganggukkan kepalanya
"selamat ya mbak gadis sekarang sudah jadi ibu dan ayah buat anak anak"
"trimakasih "
Dari kejauhan mami sudah mengerang menahan emosinya melihat keberadaan Agnes di rumah nya
"ngapain dia ada di rumah ini"
"mi... tahan mi emosinya jangan buat kedua orangtua gadis curiga " ucap papip mencoba menenangkan mami
"tapi Pi... seharusnya kita hari ini bahagia atas kelahiran cucu kita tapi dia malah menghancurkan moment ini"
"iya papip tau ,tapi jangan marah tahan emosinya"
Agnes semakin berani ia sepertinya ingin memberi kode pada kedua orangtua gadis bahwa Riki akan ia ambil dari aku . gadis mendekati bang Riki ia meraih tangan bang Riki lalu mencium nya
"selamat ya mas"
bang Riki melihat ke arah ku dan umi ia tak bisa berbuat apa apa ia hanya diam di perlakukan demikian.
melihat kenekatan Agnes kak Erika tak bisa menahan emosinya lagi ia menarik tangan Agnes ke luar rumah
"auuuw... sakit lepasin tangan aku"
"eh wanita murahan "
"apa kakak bilang wanita murahan?"
"ya wanita murahan kenapa ? kamu gak trima ?"
"hahahaha... aku trima yang penting Riki sebenar lagi akan jadi milik aku "
"cuueehhh" Erika meludah ke lantai
"sampai kapan pun aku pastikan Riki tak akan jatuh ke pelukan mu"
__ADS_1
"kita lihat aja siapa yang menang"
ucapnya lalu pergi begitu saja