
Kondisi gadis mulai membaik, dan sudah diperbolehkan pulang.
Ia masih bertanya 2 hari belakangan suaminya riki tak pernah datang mengunjungi nya slalu anhar yang ada di sampingnya.
"Adek kenapa sedih ? kita kan udah bisa pulang hari ini "
" gadis sedih bang "
"sedih kenapa ?"
"suami gadis mana sih kok udah bisa pulang gadis masih blm pernah di jenguk apa bang Riki marah ya sama gadis "
" suamimu sibuk dek gak papa biarlah sementara waktu gadis Abang yang urus ya biar kita pulang kasihan anak anak dirumah "
"iya bang"
Perlahan tubuh istrinya ia angkat ke kursi roda gadis tak henti memperhatikan wajah suami nya yang ia tau adalah abangnya.
Begitu tau gadis sudah pulang dari rumah sakit Riki menghampiri nya kerumah dimana gadis dan suaminya tinggal.
Setibanya di sana , Di depan pintu masuk Riki berpapasan dengan anhar, anhar menahan tangannya dan berkata " Jangan cari cari kesempatan dalam kesempitan "
"Tenang saja aku gak akan memperkeruh air di dalam kendi tapi akan aku coba kedapkan untuk menghasilkan air yang bening dan sempurna, tak usah khawatir saya tau batasan saya "
Mendengar perkataan Riki, anhar hanya diam dan tak bisa berbuat apa apa , ia benar benar cemburu melihat istri dengan mantan suami nya .
Mengetahui hal itu, ibu menghampiri nya
" yang sabar ya nak yang kuat semoga kondisi gadis segera pulih seperti semula "
"aamiin trimakasih Bu"
Di dalam kamar , gadis begitu bahagia melihat kedatangan Riki ia membentangkan tangannya berniat ingin memeluk Riki tapi di hadang oleh Riki
"maaf dek Abang sedang tidak enak badan Abang takut adek tertular dengan kondisi adek yang masih lemah "
"dari awal ketemu Abang slalu bilang Abang sakit gak mau gadis peluk sentuh bahkan peluk juga gak mau apa Abang menghindar dari gadis atau Abang marah baget karena kelalaian gadis bang ?"
__ADS_1
" gak dek, gak sama sekali Abang gak ada marah Abang benar benar lagi sakit "
"ya udah deh,, atau Abang malu karena ada bang anhar sama Tante ?iyakan, kalau gitu bang bisakan sama Tante pergi dulu gadis mau ngobrol sama suami gadis "
Anhar menahan nafas, tak punya pilihan lain ibu menarik tangan anhar agar keluar dari dalam kamar.
sekarang hanya ada gadis dan Riki didalam kamar, sementara anhar di luar kamar menangis meratap apa yang sedang menimpanya.
" Tenangkan dirimu nak sabar ya "
"entahlah Bu, rasanya anhar ingin mengatakan yang sebenarnya tapi anhar takut bukannya sembuh malah semakin parah"
"kita tunggu mukjizat dari Allah ya nak "
"anhar takut tumbuh lagi benih cinta di dalam diri gadis Bu"
" Allahuakbar jangan sampai nak "
"apa yang harus anhar lakukan bu"
kekhawatiran seorang suami tentang kondisi istrinya , dan rasa cemburu yang mendalam begitu melihat istrinya berduaan dengan mantan suaminya , tapi rasa cemburunya sedikit ia belakangan
" siapa nak ?"
"Riki Bu video call"
"oh angkat mungkin dia mau nyakinkan kamu kalau mereka tidak melakukan apa apa di dala. ayo diangkat nak"
"baik Bu"
" (Riki sambil memberi Kodo untuk diam )"
"Abang, coba Abang jelaskan apa penyebab nya Abang seperti ini ?"
"maaf dek, Abang lagi gak enak badan trus kerjaan Abang numpuk Abang sendirian ngelakuin nya papip juga lagi di luar negeri mau tidak mau Abang harus banting stir sendirian jadi gak ada waktu buat jaga adek, tapi Abang udah minta tolong sama sua, maksud Abang sama anhar buat jaga adek "
"bang kok aku ngerasa ada yang aneh ya"
__ADS_1
" dek, adek sama sekali gak ingat apa apa ?"
"ingat apa bang, adek cuma ingat Abang suami nya adek, punya dua anak kembar cuma itu dan keluarga adek sama keluarga Abang "
" yang lain ?"
" gak bang emangnya ada apa ?"
"dek, sebenarnya "
"sebenarnya kenapa bang ?"
"sebenarnya kita udah"
Tiba tiba anhar masuk " maaf waktunya makan dek "
"oh ia bang nanti aja ya , gadis masih mau ngobrol sama suami gadis "
"oh ia Abang kira sudah selesai Monggo di lanjut lagi "
kata anhar sambil memberi kode untuk Riki berhenti ngomong yang sebenarnya.
Mendapat kode demikian membuat Rikki terpaksa diam dan membungkam mulut nya.
"Sebenarny apa bang ayo di lanjutin lagi "
"sebenarnya Abang kangen sama dek tapi ya sudah lah lihat adek sehat aja Abang sudah bahagia "
" hmmm... makasih bang"
" kalau gitu Abang ke luar dulu ya mau ambil minum"
"oh ia bang "
Riki keluar dari dalam kamar
" kenapa kamu mau ngomong sama gadis ?"
__ADS_1
" maaf aku terpaksa aku gak mau dia semakin jatuh dalam belenggu pikiran dia yang ada malah membuat dia semakin terluka "
"pliess berperan aja dulu sebagaimana peran mu yang dia mau aku gak papa aku ikhlas ".