
" ayo pak ikuti mobil itu, saya mau tangkap basah menantu saya "
" baik Bu (*menggelengkan kepalanya)"
Ibu mertua diam diam mengikuti mobil Riki, tanpa sepengetahuan mereka.
Ibu mertua kaget begitu mobil berhenti di depan rumah sakit.
" loh loh kok malah berhenti dirumah sakit siapa yang sakit ya "
Memastikan mereka sudah masuk kedalam rumah, ibu mertua turun dari dalam mobil mengendap endap diam diam masuk kedalam rumah sakit dan terus mengikuti mereka.
Mereka berhenti di ruangan anak vip, ibu mertua bersembunyi di belakang dinding rumah sakit yang jaraknya tidak terlalu jauh dari mereka.
Merekapun masuk kedalam ruangan, begitu juga ibu mertua mulai mendekat ke depan ruangan .
begitu melihat Ibrahim yang terbujur blm sadarkan diri di atas ranjang membuat gadis menangis .
" Ya Allah nak, maafkan umi "
gadis terus menerus menyalahkan dirinya atas apa yang telah terjadi .
" Sudah gadis jangan tangisi Ibrahim kasihan dia, aku boleh bicara sebentar di luar ?"
Tak menjawab gadis mengikuti Riki keluar ruangan, begitu melihat gadis dan Riki akan keluar kamar ibu mertua cepat cepat bersembunyi kembali .
" Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kalian bisa pergi dari rumah peninggalan suami mu?"
"(*menelan ludah ) Gak ada apa apa "
" gadis, ceritalah mana tau aku bisa membantu kalian, jujur aku gak tega ngelihat kamu harus berjualan keliling seperti tadi, ceritalah anggap saja aku ini bukan mantan suamimu dan anggap aku Abang mu "
"(*memejamkan matanya ) Trimakasih buat niatan baiknya, tapi ini aib keluarga saya dan saya gak mungkin cerita sama siapa siapa soal ini, tentang saya jualan keliling saya gak keberatan melakukan itu justru saya akan merasa bodoh dan bersalah kalau saya harus menjadi beban orang lain , Abang udah terlalu baik buat saya dan anak anak saya, saya gak mungkin terus menerus menyusahkan Abang"
" Abang gak merasa terbebani gadis,plieess buang keras kepala nya , lihat ibrahim lihat Maryam mereka masih kecil mereka sangat membutuhkan kamu, aku mohon jangan tolong bantuan ku "
" Trimakasih bang, cuma kali ini aku gak bisa terima, Abang gak perlu ngelakuin semua ini untuk kami, bayar kamar yang mahal untuk Ibrahim seperti ini "
" Abang sengaja karena dimata ku Adam Ainun dan Ibrahim begitu juga Maryam sama tidak ada bedanya mereka tetap anakku meskipun bukan aku ayah biologis mereka "
__ADS_1
Gadis tertekun ia benar benar tidak bisa berkata apa apa.
begitu juga Riki yang merasakan getaran cinta saat ia melihat Mata gadis secara dekat
" Deg deg deg " *Suara detak jantung Riki
" *mengendus , apa apaan ini ayolah kenpa kamu berbunyi kencang sekali kalau sampai gadis dengar yang ada dia akan menghindar dan menjaga jarak terus dengan ku " ucap Riki di dalam hati.
" Trimakasih bang, tapi sebaiknya ibrahim harus di pindahkan di kamar biasa saja "
" sudahlah gadis, tidak usah khawatir tentang biaya pengobatan Ibrahim saya yang akan tanggung semua nya "
" gak , gak usah bang, gak usah aku punya simpanan dari jualan donat juga itu aja gadis buat bayar biaya rumah sakit Ibrahim "
" sudah lah simpan saja uang itu, kalaupun uang itu kamu pergunakan untuk membayar biayanya apa cukup ?"
Gadis terdiam ia mengiyakan perkataan riki karena uang hasil tabungan berjualan donat nya tidak sebanyak biaya rumah sakit putranya .
Tak tahan menahan khawatir melihat cucunya dari balik kaca saat mengintip , ibu mertua keluar dari tempat persembunyiannya berpura pura bahwa ia sedang berada di rumah sakit .
" Gadis !"
" ibu "
Gadis membungkuk badannya sambil mengulurkan tangan ingin menjabat tangan mertuanya tapi di tepis oleh beliau
" Kalian ngapain berdua duaan di tmpt umum seperti ini sudah mulai berani menunjukkan taring kalian ya "
" astaghfirullah , gak Bu tadi bang Riki gak sengaja ketemu gadis "
" eleeeh ... alasan kamu gadis "
" Ibu kok tiba tiba ada disini ? atau jangan jangan ini dari tadi ngikutin kita "
sambung Riki yang mulai curiga dengan gerak gerik mertua gadis yang mencurigakan.
" Gak, kepedeean kalian, ngapain saya ngikutin kalian "
" kalau gak ngikutin kami kenapa ibu sampai ada dirumah sakit ?"
__ADS_1
Ibu mertua terdiam ia benar benar terjebak dengan tuduhan Riki
" suka suka saya rumah sakitkan terbuka untuk umum siapa saja boleh datang "
" iya saya tau, yang datang kerumah sakitkan kebanyakan nih ya itu khusus brobat ada keluhan kesehatan . lah .. ibu kerumah sakit ngapain ?"
Ibu mertua semakin kebingungan ,
" Saya habis jenguk teman saya lagi sakit "
" oooh jenguk toh, saya pikir habis ngikutin kita sampai sini "
" sekali lagi kamu bilang saya ngikutin kalian saya tampar wajah kamu dasar pebinor "
" sudah sudah, cukup Bu, kasihan pasien yang lain terganggu dengan suara ibu sama Abang, Bu Ibrahim lagi sakit didalam Bu, gadis mohon ibu berbesar hati untuk melihat ibrahim Bu "
Meraih tangan ibu mertua memohon untuk mau menjenguk cucunya di dalam ruangan .
" Tanpa kamu minta juga saya mau lihat ibrahim minggir "
ibu mertua langsung masuk , begitu melihat ibrahim ibu mertua menangis segugukan ia teringat dengan wajah putranya.
" Ibrahim, maafin nenek sayang "
Tak berapa lama setelah mengucapkan kata maaf Ibrahim membuka matanya
" Umi " ucap Ibrahim dengan lemas dan terbata bata
" iya sayang umi disini umi gak pernah ninggalin Ibrahim "
" umi kenapa nenek lampir ini ada disini "
sambil menunjuk wajah nenek nya yang duduk di sebelah kanan nya .
"hUuuusst ! jangan ngomong seperti itu nak, nenek datang ke sini mau jenguk ibrahim sayang "
" umi, Abang , kak , usir nenek dari sini nenek itu jahat udah usir kita "
Mendengar rengekan cucunya yang memaksa untuk mengusirnya dan memintanya keluar dari ruangan membuat nenek menangis meratap ia benar benar seperti di tampar berulang kali ia benar benar sakit hati ia sadar apa yang ia lakukan salah sudah menyakiti hati cucunya putra dari almarhum putranya .
__ADS_1