
Detik detik menjelang hari pernikahan putranya, gadis slalu berada di samping sang putra untuk menyakinkan putranya kalau ia bisa melewati semua nya bersama sama .
" Trimakasih umi slalu ada buat Adam, Adam gak bisa bayangin besok Adam udah menjadi seorang suami umi, Adam akan memikul tanggung jawab yang berat "
" iya nak, sama sama itu udah jadi tugas bunda buat mendampingi anak anak umi, saat apapun, dan satu pesan umi pegang erat tanggung jawab kamu, apapun yang terjadi tetap jaga kehormatan istrimu "
" baik bunda" ucap Adam mencium tangan ibunya dan bersujud mencium kaki uminya .
pintu kamar di ketuk dari luar dan terdengar suara
" ini papa, apa kalian sudah siap berdandan mempelai wanita sebentar lagi akan sampai "
" sudah pa , sebentar lagi Adam sama umi juga turun ke bawah "
" baiklah, papa tunggu di bawah ya "
" iya pa "
Setelah papa pergi si adik yang jahil punmasuk kedalam kamar
" waaaah... Ganteng baget kembaran ku " Ainun memeluk saudaranya dengan manja
" trimakasih tapi maaf saat ini Abang lagi gak pengen di puji "
" iiih kok gitu "
" karena dompet Abang sudah kosong "
__ADS_1
mereka berdua pun tertawa bersama sama , seorang adik dan ibu mengantarkan Adam ke lantai bawah menyambut kedatangan mempelai wanita .
Mereka turun menuruni anak tangga satu persatu, dengan keadaan Adam tidak memakai alas kaki .
Begitu sampai di bawah , keluarga mempelai wanita satu persatu masuk kedalam gedung .
Begitu juga dengan frisly yang begitu cantik di balut kebaya putih dan hijab yang semakin menambah kecantikan wajahnya .
" masyallah cantik sekali kak frisly bang " puji Ainun yang terpesona melihat kecantikan frisly
"ayo samperin bang " timpal Ainun sambil mendorong bahu abangnya meminta adam untuk menghampiri frisly dan keluarga nya
Adam pun melangkah mendekati keluarga Frisly dengan melempar senyuman di wajah manisnya .
" silahkan duduk Adam , tuntun istrimu untuk duduk penghulu sudah lama menunggu"
Adam menuntun Ainun bersama sama duduk di satu meja bersama pak penghulu .
" bagaimana para saksi sah ?"
" saaaaahhhh" ucap saksi dan tamu yang menyaksikan secara serentak
Satu ikrar Janji di ucapkan dan proses ijab Kabul yang berjalan lancar .
Kemudian masuk ke acara sungkeman meminta maaf ke dan meminta restu kepada kedua orang tua.
Pertama kali Adam yang menjabat dan berlutut di depan kaki ibunya
__ADS_1
" Adam minta doa restunya umi , restui pernikahan Adam ini, semoga menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warahmah sampai Jannah "
" aamiin nak, umi restui pernikahan kalian ini jadilah imam yang baik untuk istri dan anak anak mu nanti ingat pesan umi tadi kamu sudah punya tanggung jawab sekarang tanggung jawab menghidupi , menafkahi dan menjaga kehormatan istrimu nak "
" insyaallah Adam pasti lakukan umi "
seketika air mata Adam mengalir deras , ia teringat wajah almarhum abinya yang sudah berusaha membesarkan nya , begitu juga gadis yang diam diam meneteskan air mata di balik cadarnya .
Adam bergeser ke papanya yang duduk di kursi sebelah nya berjarak 1 meter dengan mamak .
Begitu melihat papa yang duduk dengan mata berkaca-kaca, air mata Adam langsung bercucuran dalam pelukan papanya .
Tangis haru Adam di ikuti oleh Riki yang ikut menangis melihat putranya yang sejak kecil terpisah dengan nya di besarkan jauh dari kasih sayang nya sekarang sudah dewasa.
" papa!!!"
" sudah nak Sabar tenangkan dirimu nak sabar "
" jangan menangis lagi hapus air mata mu,itu kamu anak laki laki harus kuat dan gak boleh cegeng, ayo senyum jangan nangis lagi "
papa mengangkat dagu Adam,
" lihat papa hapus air matamu itu "
Adam menyeka air matanya,
" dengarkan papa pesan papa cuma satu jaga baik baik rumah tangga kalian jangan sampai tergoda rayuan setan , tetap pertahankan keharmonisan rumah tangga kalian , kamu dengar kan adam?"
__ADS_1
"trimakasih pa sampai kapanpun akan adam ingat slalu "