
Pagi hari yang cerah, selepas sholat subuh Ainun menata pakaiannya kedalam koper yang akan ia bawa nanti malam .
Tiba tiba ia teringat saudara kembarnya, Ainun meraih handphone nya di atas kasur untuk menghubungi ibunya .
" Assalamualaikum umi "
" walaikumussalam ada apa nak ?"
" umi, bang Adam dimana umi , apa bang Adam jadi berangkat nanti malam ?"
" Siapa umi ?"
" adikmu Ainun nak , ini bang Abang Ainun tanya sama bang Adam langsung ya "
" iya umi "
" hallo dek "
" Abang jadi berangkat kan nanti malam ?"
" Adam keluar dari dalam kamar ibunya , emangnya kenapa dek ?"
"ayolah bang, Abang jadikan berangkat nya nanti malam ?"
" mmmm... kayak nya sih gak dek, Abang gak jadi ambil beasiswa Abang "
" ya Allah, kok gitu sih bang, semua berebut buat dapatin beasiswa Abang , sementara Abang dengan mudahnya mendapatkan nya malah Abang sia siakan "
"udah gak papa, namanya juga blm rezeki "
" iiih kalau Abang gak jadi pergi Ainun juga cancel ajalah "
" jangan dong, masa di batalin tiket udah di tangan gimana ceritanya "
" Ainun gak mau kalau Abang gak ikut terbang"
" Udah gak papa, Abang disini aja kuliahnya lagian kan kasihan umi kalau Abang harus keluar negeri juga, nanti siapa yang jaga umi sama adik adik coba kalau Abang gak ada sini "
" tapikan bang "
" udah deh gak usah di pikirin ya ,dimana pun tempatnya itu sama saja yang terpenting kan ilmunya dek "
" ya udah deh terserah Abang aja "
" jangan lupa jaga sholat ya dek, jaga diri kamu "
" gak tau Ainun ngambek udah ah "
__ADS_1
Ainun langsung memutuskan panggilan telpnnya .
Adam merasa bersalah pada adik nya , jauh di dasar lubuk hatinya ia juga ingin sekali pergi untuk melanjutkan pendidikan nya tapi keadaan yang tidak memungkinkan .
Ia harus membatalkan niat nya demi kebaikan ibu dan adik adik nya.
Ainun yang sudah terlanjur kecewa dengan keputusan saudaranya, ia uring uringan di kamar nyaris saja ia membatalkan keberangkatan nya malam ini.
Saat makan siang, kursi yang biasa Ainun duduki kosong .
" loh Ainun mana mi ?"
" Di kamar dari tadi mami panggil gak nyahut nyahut coba kamu cek deh , kamar nya di kunci lagi "
" ya ampun, ada apa yah ?"
" Jangan jangan ada masalah bang " ucap adik bungsunya Tante dari Ainun .
" Cek gih dek, kakak takut terjadi sesuatu sama keponakan kami "
" iya kak "
Riki naik ke atas menuju kamar putrinya,
berkali kali ia mengetuk pintu tapi tidak ada tanggapan.
" nak buka pintunya ini papa , bukain dong nak , ada apa nak ?"
" maaf pa, ainun gak mau di ganggu Ainun pengen sendiri "
" ada apa nak apa yang terjadi ?"
" gak ada apa apa kok pa Ainun cuma gak mau di ganggu "
" ayolah nak jangan buat papa khawatir , buka pintunya yah nak kalau ada masalah beri tahu papa "
" Ainun gak ada masalah kok pa "
" Ainun dengar kan papa nak, nanti malam kamu udh berangkat, kita keluar ya cari perlengkapan kamu nak "
" gak mau pa, Ainun gak jadi brangkat "
" loh kenapa nak ? ayolah nak buka pintunya "
* suara pintu di buka
" Kenapa Ainun menangis nak ?"
__ADS_1
" ( menghela nafasnya ) Ainun gak jadi berangkat pa "
" kenapa kok gak jadi berangkat ada apa , coba cerita ke papa "
" Ainun gak mau pergi kalau kak Adam gak ikut pergi "
" adam gak ikut pergi maksud kamu nak ?"
" kak Adam gak jadi pergi pa kak Adam keluar dari beasiswa ny, kasihan kak adam pa "
" loh kok gitu, ya udah kamu jangan nangis lagi ya nak , biar masalah bang Adam papa yang atasi "
" janji ya pa bujuk bang Adam mau pergi pa"
" iya nak papa janji , papa akan bujuk bang kamu ikut pergi "
" makasih pa"
ucap Ainun sedikit tenang dari sebelumnya.
Tak ingin mengulur waktu Riki segera menuju ke rumah kontrakan gadis .
Sesampainya disana ia di sambut oleh putra almarhum anhar Ibrahim dan Maryam yang sudah mengenal dirinya .
Sedang asyik bermain dengan anak anak gadis, gadispun keluar dari dalam rumah bersama Adam.
" Assalamualaikum dek , Adam "
" walaikumussalam bang"
"walaikumussalam pa "
" Adam, papa mau tanya apa benar Adam batalin beasiswa Adam ?"
Adam mengangguk kepalanya
" ya tuhan ... kenapa nak papakan sudah bilang soal biaya papa yang tanggung semua nya gak usah pikirin , yang terpenting Adam bagus belajarnya "
" maaf pa, bukannya Adam menolak tawaran papa tapi Adam lebih memilih disini aja pa, bukannya semua sama ? kalaupun gak jadi kuliah di luar negeri Adam gak papa pa, Adam masih bisa kuliah disini , Adam gak bisa ninggalin umi Ibrahim sama Maryam disini, nanti siapa yang jaga mereka kalau gak ada Adam "
Mendengar kedewasaan putranya dalam berpikir masa depan membuat Riki meneteskan air mata nya.
" Kamu Memang hebat nak, ternyata Abi kalian berhasil mendidik kalian jadi anak yang sholeh dan Sholeha, papa senang dengar tanggung jawab kamu sebagai ganti dari almarhum abi dan pengganti papa , apapun keputusan Adam papa serahkan sama Adam"
" trimakasih pa sudah ngertiin. Adam"
" iya nak "
__ADS_1