
Tiba tiba Agnes muncul di tengah penyelesalan bang Riki ia mendekap bang Riki dari belakang lalu berkata " sebentar lagi aku akan jadi istrimu mas , semua mimpi dan Janji kita dulu akan tercapai"
"apa apaan sih kamu Agnes bisa bisanya kamu senang di atas penderitaan aku " bentak Riki penuh kemarahan
"kami tega bentak aku? bukannya kamu udah janji sama aku bakal nikahi aku cuma karena ini kamu bentak bentak aku!!"
melihat mata Agnes yang berkaca kaca Riki merasa iba ia memeluk Agnes kembali meminta maaf "maafin aku sayang, tadi aku lagi hanyut dalam kesedihan ku "
"aku kecewa sama kamu, bukannya ini yang kamu mau lebih cepat lebih baik tapi kamu malah berubah gini , aku juga bisa kasih kamu keturunan Ki malah lebih berkualitas dari pada wanita itu"
"udah kamu yang tenang ya jangan marah marah lagi nanti mami dengar "
"biar aja aku masa bodo sekarang Ki yang aku mau kamu jadi milik aku"
melihat Agnes semakin emosi Riki menarik Agnes menjauh dari rumah
"aku mohon tenangkan diri mu sayang"
"gimana aku bisa tenang sementara kamu makin hari makin jauhi aku jaga jarak dari aku"
"maafin aku sayang kamu kan tau sendiri aku jagain anak anak jadi waktu pegang hp sama sekali berkurang buat anak anak trus "
"alasan "
seketika Riki memeluk Agnes "maafin aku yang, aku cuma gak mau kehilangan kamu kedua kalinya "
"aku juga minta maaf sayang jangan ngambek ngambek lagi ya "
"iya, janji jangan tinggalin aku "
"iya aku janji"
Mereka saling berpelukan tanpa mereka sadari kalau gadis berdiri di belakang mereka mendengar kan sumpah dan janji mereka berdua air matanya tak kuasa ia bendung melihat suami nya bermesraan dengan wanita lain.
Besok harinya, gadis dan Riki menghadiri undangan dari pengadilan dengan mobil yang berbeda gadis di temani mertua kakak ipar dan adik iparnya sementara Riki ditemani omah dan kekasihnya Agnes .
saat berada di pintu masuk gedung persidangan gadis berpapasan dengan Riki
"assalamualaikum dek"
"walaikumsalam bang"
__ADS_1
"adek kuatkan?"
"insyaallah kuat bang ini yang terbaik buat kita dan buat anak anak kita "
"maafin Abang dek"
"aku sudah maafkan Abang jauh jauh hari sebelum ini semua terjadi bang"
"ayo masuk sayang"
"iya sebentar ya "
"ayo masuk Agnes bilang "
Kedua insan ini di pertemukan di kursi yang membuat siapa saja yang duduk di sana sedang berada di fase perpisahan di ujung tanduk .
tak ada pilihan lain hanya bisa menerima nasib satu sama lain apapun keputusannya itu yang terbaik .
sesekali Riki melirik ke arah gadis yang duduk di sebelahnya hati nya bergetar tak karuan ia duduk tak tenang seolah olah ia memberi isyarat kalau sidang sebaiknya jangan di mulai.
"bagaimana tuan Riki sidang bisa kita mulai, tuan Riki mohon maaf tuan Riki"
"iya pak bisa "
"tok.tok tok "
Rangkaian acara mereka lewati bersama sampai selesai .
sidang kedua akan di gelar 1 Minggu mendatang .
Setelah selesai mediasi dan rangkain sidangnya mami memeluk menantunya dengan penuh haru
"yang kuat ya sayang "
"iya mami trimakasih udah dampingi gadis sampai di titik ini, trimakasih kak Erika trimakasih adik ipar ku juga udah baik baget sama gadis mungkin ini tanda buat gadis biar gak tinggal satu atap lagi sama bang Riki "
"jangan dong kak kalau kakak gak di rumah kakak mau tinggal dimana coba "
"sementara waktu gadis tinggal krumah orangtua gadis dulu ya mi , sampai sidang selesai gadis balik lagi ambil pakaian gadis dan anak anak"
"jangan dong dek , jangan tinggalin rumah itu rumah kamu loh rumah anak anak mu"
"tapi kak gadis sudah bukan istri bang Riki lagi secara agama haram hukumnya kalau kami masih tinggal satu atap "
__ADS_1
"ya Allah kenapa ini semua terjadi pada anak anak ku " kata mami menangis di pelukan gadis .
Sesampainya di rumah gadis beres beres pakaian nya dan kedua anaknya.
Di bantu mbak pekerja dirumah dan bibi yang begitu menyayangi gadis
"non mau kemana sih non "
"mau pulang rumah umi sama Abi bik"
"ada apa sih non kok non gak mau cerita ke bibi apa yang terjadi?"
"gak ada apa apa kok bi nanti juga bibi tau apa yang terjadi" ucap gadis tersenyum manis ke arah bibi menyembunyikan kesedihannya .
"mau di antar tuan ya non biar bibi turun kasih tau tuan dulu ?"
"gak usah Bi , gadis d antar sama mang Maman aja ya "
"ya Allah , non sama tuan lagi marahan ya ?"
gadis meraih tangan pembantu tsb. lalu berkata " jangan panik gini bi gadis gak papa kok gadis baik baik saja , gadis cuma mau tinggal di rumah umi sama Abi dulu "
"sampai kapan non?"
gadis memutar badan nya lalu berkata " sampai waktu yang tidak di tentukan "
lalu ia tertawa kecil menghibur si bibi yang mencemaskan nya .
"jaga tuan ya bi , siapkan apa yang biasa gadis siap kan setiap pagi untuk tuan ya jangan sampai lupa ok"
"tapi non,"
gadis memeluk si bibi lalu berkata " jangan tapi tapi lagi bi , kalau ada waktu gadis datang jeguk bibi sama yang lain "
"ya Allah non bibi pasti kangen banget sama non kalau non tinggal di desa "
Tiba tiba sang mertua masuk kedalam kamar melihat bibi dan menantunya menangis sang mami berkata " kalau bibi mau ikut sama nak gadis aja ngurusin cucu saya soal gaji saya langsung datang ke sana "
"serius nyonya "
"gak usah mi, gadis udah biasa kok ngurusin anak anak gadis kasihan bibi juga udah tua "
"gak papa non "
__ADS_1
"gak usah Bi, bibi kan udah aku kasih tugas "