
Adam sangat marah begitu melihat karangan bunga yang berjejer di sepanjang jalan menuju rumahnya .
" Siapa yang sudah buat karangan bunga ini, abi kami blm mati belum tau dimana berada sudah kirim karangan bunga "
Adam merobohkan salah satu karangan bunga meluapkan kekesalannya melihat terpukulnya ibu nya.
Nenek yang menyaksikan kekesalan Adam dengan merobohkan salah satu karangan bunga nenek berlari menghampiri Adam dan berkat " Istighfar Adam ! istighfar jangan mau terpancing godaan setan , dengar kan nenek !"
Adam sedikit tenang " Adam yang salah nek Adam sejak awal menutupi nya dari umi"
" apa yang Adam lakukan sudah benar , tapi alangkah baiknya kita sama sama berdoa untuk keselamatan Abi kalian, nenek juga merasa sangat terpukul dengan semua ini tapi nenek serahkan pada Tuhan apapun itu nenek akan belajar ke Kutim tv r menerima kenyataan"
" Adam gagal menjaga Abi dan umi nek "
" masuk lah nak, temani umimu "
sedikit merasa tenang , Adam masuk kedalam rumah untuk memastikan kondisi ibunya .
Tiba tiba petugas kepolisian datang kerumah mereka untuk mengumpulkan data ante mortem dari pihak keluarga.
" selamat pagi, kamu dari pihak kepolisian datang untuk mengumpulkan data ante mortem bapak anhar untuk melengkapi penyelidikan "
" Baik pak"
Adam mulai mengumpulkan data abinya untuk mempermudah proses .
Ia masuk kedalam ruangan kerja Abi sewaktu masih ada, ia buka laptop peninggalan abi dimana Abi merekam video pesan Abi dan suara adzan untuk menyambut adik bayinya
Ia terus otak Atik laptop di depannya dan ia menemukan sebuah rekaman video Abi pembangian harta warisan untuk putra putrinya .
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu teruntuk anak anakku Adam, Ainun , Ibrahim dan si kecil yang akan lahir dalam waktu dekat, Anak anak Abi, kalau seandainya suatu saat nanti terjadi sesuatu pada Abi , Adam sebagai anak pertama Abi, Abi menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab Abi untuk Adam, tanggung jawab untuk menjaga umi dan adik adikmu, jadilah pemimpin yang baik yang tegas dan bertanggung jawab. jangan biarkan umi menangis begitu juga adik adikmu, untuk harta sudah Abi siapkan untuk kalian, dan sudah Abi siapkan pengacara dan notaris untuk pembagian harta itu nanti, buktikan sama Abi kalau kalian bisa menjadi anak yang membanggakan dunia dan akhirat suatu hari nanti "
Air mata Adam mengalir setiap kata yang di ucapkan oleh Abi, ia tidak tahan membendung air matanya seperti Abi sudah tau akan pergi selama lamanya.
Adam menangis di atas meja kerja Abi di depan laptop kerja abinya.
" Abi , Adam kangen bi, Adam blm siap mengemban tugas tanggung jawab itu bi, Adam mohon bi pulang bi "
Tangisan Adam memecahkan malam, kerinduan seorang anak pada ayahnya yang hilang entah dimana .
semoga anhar lekas di temukan, bagaimana pun kondisinya.
...----------------...
Gadis yang sudah mulai berdamai dengan keadaan, mencoba ikhlas dan kuat menerima kenyataan pahit yang menimpa dirinya.
Pagi hari,
seperti biasanya, setiap pagi gadis di temani ibu mertua dan ibu kandungnya berjemur bayi nya di teras rumah, tiba tiba sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah beberapa orang keluar dari dalam mobil .
"Siapa itu ya ?"
__ADS_1
" gadis gak tau umi, seperti dari kantor polisi lagi umi "
ibu menghampiri polisi itu
" Ada apa ya pak ?"
" kami dari pihak kepolisian meminta keluarga bapak anhar untuk datang ke posko ante mortem RS. kasih bunda untuk melaporkan data kepada petugas "
" baik pak, maaf kami lama melapor kan informasi karena menantu saya baru beberapa hari ini melahirkan , kami akan datang kerumah sakit pak secepatnya "
" baik Bu, kami tunggu kedatangan nya , permisi "
" iya pak "
Ibu kembali menghampiri gadis yang masih berjemu di depan rumah
" Ada apa umi ? masih soal kecelakaan pesawat ,apaa sudah ada informasi ?"
" Kita di minta datang ke rumah sakit kasih informasi tentang anhar nak "
" ayo kita pergi sekarang "
" apa kamu sanggup nak ?" sambung umi yang mencemaskan kondisi putrinya , gadis menghela nafas
" gadis sanggup kok umi, gadis harus kuat demi anak anak "
" masyaallah nak"
" umiiii ! umiiiii! Ainun udah dapat informasi umi"
" Hati hati Ainun nanti kamu jatuh "
" maaf nek, Ainun udah dapat kabar katanya pesawat nya sudah di temukan tapi jenazah nya tidak ada yang utuh umi "
Sambil menunduk kan kepalanya menahan kesedihannya di hadapan uminya .
" Ya sudah ayo kita pergi kerumah sakit sekarang "
" Ainun ikut ya umi "
" gak usah, Ainun dirumah aja sama Tante Khadijah dan Khalifah jaga adik ya jaga Ibrahim juga biar bang Adam aja yang ikut nemenin umi "
Merekapun bersama sama menuju kerumah sakit bersama sama, dengan perasaan berat dan kesedihan hati gadis harus tegar demi anak anaknya.
sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Adam terus menggenggam tangan ibunya memberikan kekuatan untuk ibunya .
sesampainya dirumah sakit, banyak keluarga korban yang bernasib sama seperti dirinya disana mereka tenggelam dalam kesedihan, siapa yang tidak sedih kehilangan orang yang di sayangi, bahkan salah satu dari keluarga korban ada satu keluarga meninggal dunia 2 anaknya dan orangtua nya ada juga yang sedang hamil suaminya meninggal dalam tragedi jatuhnya pesawat itu.
gadis melewati keluarga korban jatuhnya pesawat itu dan masuk kedalam ruangan untuk di tanyai beberapa informasi tentang suaminya
" Silahkan duduk Bu "
__ADS_1
" siapa saja ini keluarga nya ?"
" ini orangtua saya dan ini putra saya "
" baik, saya mau bertanya tentang pak anhar, sebelum berangkat pak anhar pakai baju apa ? bisa ibu sebutkan ciri ciri nya ?"
Gadis menarik nafasnya dalam dalam memejamkan mata secara bersamaan , Adam menggenggam kembali tangan ibunya , mereka saling bertatapan
" bismillahirrahmanirrahim umi"
" iya sayang "
gadis mengeluarkan sebuah handphone dari dalam kantong gamisnya dan memberikannya pada petugas di depannya
" Ini foto sebelum suami saya ke bandara dia memakai kemeja biru "
" baik terimakasih Bu sudah membantu kami dalam penanganan ini "
" iya sama sama "
Merekapun keluar dari dalam ruangan itu, saat berada diluar ruangan kondisi semakin panik dan orang orang berhamburan sambil berteriak teriak mencari keluarga mereka masing masing
" Umi, mungkin jenazah para korban yang di temukan sudah berada di rumah sakit ini "
" ayo kita cari barang barang Abi "
" ayo umi "
Gadis berlari menghampiri petugas yang membawa karung dan mengeluarkan satu per satu barang barang korban pesawat yang mereka temukan .
mulai dari dompet, sepatu , jam , kartu identitas, dan sobekan pakaian yang mirip dengan sobekan pakaian Abi.
Gadis berlari menghampiri petugas ." itu itu sobekan pakaian suami ku , berikan berikan padaku "
" Sabar ya Bu, sabar "
Adam memeluk ibunya dari belakang mencoba menenangkan ibunya
" istighfar Bu, istighfar biar kan mereka mengumpulkan bukti terlebih dahulu Bu "
" masssss..... ! gak Adam itu sobekan baju Abi , coba kamu lihat foto kita kamu lihat nak itu sama persis kan "
sambil menunjuk kan foto itu ke Adam dan petugas
" Iya umu, kalau cuma itu gak bisa jadi penguat buat kita umi kalau itu benar baju Abi, bisa saja banyak orang yang punya baju sama seperti itu umi "
" gak Adam umi nyakin itu baju Abi "
Adam menggendong tubuh ibunya menjauh dari keramaian .
" nek belikan, Adam titip umi ya Adam mau beli in umi minum dulu "
__ADS_1
" iya nak "