Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
kemakam almarhum


__ADS_3

Perhatian Riki pada kedua anak anaknya membuat gadis sedikit luluh ingin menikah kembali di tambah lagi rayuan Maryam yang ingin merasakan kasih sayang seorang ayah .


kondisi gadis pun mulai membaik, karena takut perasaan nya semakin luluh dengan kebaikan dan perhatian Riki, pagi pagi saat berjemur di bawah matahari di depan rumah .


Gadis melihat kedatangan mobil Riki yang berhenti di depan pagar rumahnya .


Dari dalam rumah Maryam yang mendengar suara mobil Riki sontak berlari menghampiri Riki seperti anak yang menunggu kedatangan ayahnya .


" papaaaa" Maryam berlari memeluk Riki yang baru turun dari dalam mobil .


" anak papa"


Riki mengendong Maryam dengan penuh kasih sayang


" Maryam sayang, turun nak kasihan papa Riki pasti lagi capek "


" gak kok , gak papa gak lagi capek "


"Maryam boleh umi ngomong sebentar sama papa Riki ?"


" boleh umi Maryam mau masuk kedalam rumah dulu ya papa "


" iya nak "


Gadis berdiri tepat 2 meter lebih di hadapan Riki, ia tidak mampu mengangkat dagunya dan slalu mengalihkan pandangan nya .


" Sepertinya adek mau bicara sama Abang "


" bicalah , Abang akan dengarkan "


" maaf bang, kalau perkataan saya menyinggung perasaan mas , tapi saya gak mau terjadi fitnah di kemudian hari, sebaik nya mas berhenti mengirimkan saya makanan, saya gak mau orang yang melihat bisa merasumsi lain tentang kita "


Riki menghela nafasnya,


" iya maaf , mungkin apa yang adek bilang ada benar nya juga saya kelewatan kirim makanan ke adek tanpa sepengetahuan adek Abang minta maaf "

__ADS_1


" baiklah Abang pamit pulang aja , salam buat ibrahim sama Maryam "


" ada salam juga dari Ainun, satu Minggu lagi dia akan kembali ke Indonesia dan melangsungkan pernikahan nya "


" Abang harap adek bisa datang dan menghadiri nya " sambung Riki sambil tersenyum , sebelum ia pergi ia melambaikan tangannya pada Maryam yang mengintip nya dari balik tirai kaca .


" Abang pamit dek assalamualaikum "


" walaikumussalam "


Dengan berat hati Riki terpaksa meninggalkan rumah gadis , merasa sedikit tersinggung dengan teguran gadis karena ia menaruh harapan besar untuk bisa bersama dengan gadis kembali .


" Mungkin harapan ku untuk bisa memiliki gadis hanya impian semata dia gak akan mungkin bisa mencintai aku lagi "


Riki meneteskan air mata nya di dalam mobil saat akan meninggalkan rumah gadis wanita yang pernah ia cintai yang pada akhirnya ia sia siakan begitu saja karena kebodohannya.


Hari berlalu, Ainun pun sudah kembali dari luar negeri ia segera menemui ibunya .


Memastikan kabar ibunya yang ia dapat sedang jatuh sakit .


" walaikumussalam , Ainun "


" umi , apa kabar umi , Ainun dengar umi sakit ?"


" Alhamdulillah umi sudah jauh lebih sehat dari sebelumnya nak "


" Alhamdulillah, maaf umi waktu umi sakit Ainun gak ada "


" iya sayang umi tau Ainun lagi di luar negeri"


" umi tau darimana ? Dari papa ?"


" iya nak "


" waaah... Berarti papa sering mengunjungi umi ? Waaaahh..."

__ADS_1


" jangan mikir yang aneh aneh dulu papa datang bukan niat yang lain lain tapi mau antar makanan buat Maryam sama Ibrahim adikmu "


" hmmm... Ya deh umi iya "


" oiya umi boleh minta tolong anterin umi ke pemakaman Abi ?"


" boleh umi, Ainun juga udah lama gak jiarah ke makam Abi "


" ya udah kita pergi sekarang ?"


" boleh umi "


Merekapun menuju ke pemakaman almarhum abinya .


Sesampainya di pemakaman, umi duduk di sebelah makam .


" Assalamualaikum mas "


" assalamualaikum Abi "


Tiba tiba air. Mata Ainun menetesia terbayang masa masa lalu sewaktu abinya masih hidup .


" Ainun kenapa menangis ?"


" Ainun kangen sama Abi umi"


" Ainun baru baru ini mimpi sama Abi umi "


" doain Abi ya , setiap Ainun sholat jangan lupa doakan Abi "


" iya umi "


" sudah kita pulang yuk "


" iya umi "

__ADS_1


__ADS_2