
Gadis begitu terpuruk kecelakaan yang menimpa putrinya .
Ia benar merasa bersalah, " seandainya aku tidak meminta putriku ke masjid pasti dia saat ini baik baik saja dan besok dia seharusnya akan menikah"
"Sudahlah jangan bersedih lagi, ini yang terbaik untuk Ainun dan Arya kedepannya kita lebih bisa menjaga amanah " ucap Riki yang tiba tiba datang dan duduk disebelah gadis seketika gadis menggeser posisi duduknya menjauh dari Riki .
" aku sudah bertemu dengan pria yang mengantar dan menolong Ainun ke rumah sakit ini"
" masyallah dimana orangnya bang ?"
"beliau kenal Ibrahim dan beliau seperti kenal betul kamu dek "
" kenal aku kenal Ibrahim siapa ya "
" assalamualaikum umi"
" walaikumussalam nak , Ibrahim nak apa betul kata papa Riki Ibrahim kenal sama orang yang membantu kak Ainun ?"
"ohh ... kenal umi, itu paman Yusuf umi ingat kan waktu kita kemasjid jumpa sama paman Yusuf ya itu dia umi "
"ooh... Iya umi ingat "
Riki tertunduk ia merasa cemburu, jelas dirinya dengan Yusuf yang sudah membantu putrinya jauh berbeda dari segi penampilan pun Riki jauh .
" ooh... Ternyata mereka saling mengenal " ucap Riki di dalam hati .
Esok harinya, Yusuf kembali kerumah sakit untuk memastikan kondisi Ainun benar baik baik saja .
disana ia bertemu kembali dengan Riki, melihat kedatangan Yusuf dari kejauhan Riki seketika beranjak dari kursinya
" assalamualaikum " sapa yusuf sambil menjulurkan tangannya ke hadapan Riki, Riki hanya diam tidak merespon nya
" walaikumussalam " sahut umi dan Abi nya gadis yang ada disana saat itu
Yusufpun mencium tangan Abi dan memberi salam pada umi dan yang lain .
" maaf, saya kesini lagi cuma mau memastikan kondisi Ainun "
" trimakasih ya nak Yusuf sudah selamatkan cucu saya " ucap Abi
" sama sama pak"
Tiba tiba gadis datang bersama Maryam melihat keberadaan Yusuf langkah kaki gadis terhenti
Ia seketika menunduk dan memalingkan wajahnya.
" assalamualaikum gadis " ucap Yusuf
" walaikumussalam "
Riki menghela nafas berulang kali, ia benar-benar tidak suka dengan kehadiran Yusuf di sana .
Yusuf pun meminta izin untuk masuk kedalam ruangan dimana Ainun di rawat.
" boleh saya masuk kedalam pak "
" boleh silahkan"
" biar saya temanin " sambung Riki
__ADS_1
" boleh mari pak Riki "
Mereka berdua pun bersama sama masuk kedalam ruangan .
" tunggu "
Yusuf berhenti
" ada apa ya pak ?"
Riki menaring nafas dalam dalam
" tujuan kamu apa datang lagi ?"
yusuf tersenyum" saya cuma mau melihat kondisi anak bapak saja sudah cukup "
" kamu mau ambil hati gadis lagi ya "
Yusuf tersenyum " masyaallah tidak , saya tau bagaimana sifat gadis dan karakter dia "
Riki terdiam seribu bahasa mendengar perkataan pria itu .
setelah puas melihat kondisi Ainun yang masih blm sadar seluruh tubuhnya di penuhi oleh alat bantu pernapasan .
Iapun pulang .
Saat ingin meninggalkan rumah sakit tiba tiba bel ruangan berbunyi menandakan detak jantung pasien membaik dan benar benar baik .
Seluruh tenaga kesehatan berbondong bondong kedalam ruangan untuk memastikan kondisi Ainun .
Ternyata Ainun sudah Sadar dari komanya
" umi " ucapnya pelan
" ia nak umi disini "
" umi Ainun dimana ? "
" Ainun lagi di rumah sakit nak "
" kenapa Ainun ada disini umi ?"
Gadis menelan ludahnya meraih tangan putrinya yang masih terasa dingin .
" nak, 1 Minggu yang lalu Ainun mengalami kecelakaan nak "
" kecelakaan? "
Ainun mulai menyadari rasa sakit di kepala dan kakinya
" umi kenapa kaki Ainun gak bisa di gerakin umi?"
" tenanglah nak , Allah sedang menguji Ainun nak"
" maksud umi ?"
" akibat kecelakaan kaki kakak patah kak "
Sambung Maryam
__ADS_1
" gak mungkin gak mungkin umi, umi Taukan Ainun mau menikah kalau kaki Ainun patah Ainun gak akan bisa menikah umi"
Mendengar keributan didalam ruangan, Riki bergegas masuk kedalam kamar .
" ada apa ini ?"
" Ainun sudah siuman ?" ucap Riki dengan mata berkaca-kaca
"pa, papa kaki Ainun pa kaki Ainun gak bisa di gerakin pa "
Riki menangis bersamaan dengan tangisan Ainun ia memeluk putrinya penuh haru.
" tenanglah nak tenangkan dirimu"
"Ainun gak mau cacat pa"
"istighfar nak "
Gadis pun ikut menangis melihat putrinya begitu terpukul .
Tak berapa lama aryapun datang, ia sempat kebingungan melihat seluruh anggota keluarga meraung menangis .
" ada apa ini umi ?" ucapnya berjalan perlahan masuk dengan wajah kebingungan
" masuk dulu nak, Ainun sudah siuman "
Seketika aryab berlari menghampiri ainun berniat ingin memeluknya tapi di tahan oleh papa baju yang Aryan kenakan di tarik papa agar Aryan tidak bisa mendekati Ainun.
" Papa , hihi " kata Aryan tersenyum nakal
" jangan macem macem kalian blm mahram jadi jangan coba coba sentuh putriku " kata papa sambil memegangi baju Arya.
" maaf pa Aryan reflek sangking senangnya "
" ya ya ya gak masalah "
" sayang, kamu udah siuman aku senang baget"
" makasih, tapi apa kita jadi nikah kalau kondisi aku kayak gini ?"
" sayang " sambil mengusap kepala Ainun .
" kita akan tetap menikah kalau kondisi kamu sudah benar benar pulih"
" itu artinya aku gak akan nikah kalau kondisi kakiku seperti ini "
" sayang, aku gak masalah kalaupun kaki kamu seperti itu aku terima "
Ainun tersenyum manis mendengar perkataan Arya.
" ayo loh , Aryan aja welcome Nerima kamu apa adanya masa kamu histeris gitu " ucap papa
" yaa pa umi maafin aku "
" iya sayang
Seiiring berjalannya waktu kondisi Ainun mulai membaik, gadis yang setiap harinya merawat dan menjaga putrinya di bantu oleh adik adik Ainun.
Patah kaki yang ia alami akibat kecelakaan sudah mulai ia terima dengan lapang dada .
__ADS_1