
Beralih ke Ainun dan Arya
Merasakan perasaan yang di rasakan oleh sang Abang, Ainun sepakat bersama tunangannya untuk mempersatukan cinta saudara laki-laki nya itu .
" Kamu kenapa galau sayang ?"
" aku lagi sedih, kasihan bang Adam sama kak frisly mereka saling mencintai, karena berbeda keyakinan tidak bisa mempersatukan cinta mereka "
" Mau gimana lagi sayang, gak mungkin kan kak frisly kita suruh buat pindah agama "
" iya juga sih "
" ngomong ngomong tentang hubungan kita apa sayang sudah siap melangkah ke jenjang lebih serius lagi ?"
" maksud sayang?"
" Yaa... Menikah "
" gak mungkin sayang, aku gak mau langkahi bang Adam, aku mau dia menikah dulu baru kita menikah "
"ya sudah aku ikut apa kata sayang aja "
Di lain sisi frisly yang masih berada di rumah sakit menghibur Adam .
" Maaf ya aku pakai bajunya terbuka, tadi aku habis dinner sama papa sama Mama , cuma aku merasa aku lagi mau di jodohin sama mereka "
Wajah Adam seketika berubah begitu mendengar cerita frisly
" Kamu kenapa dam , wajah kamu kok merah gitu ?"
" gak , gak ada apa apa kok , bagus dong kalau kamu mau di jodohin , terus kenapa kamu bisa sampai di sini fris ?"
" Aku gak bisa menerima perjodohan itu "
" kenapa ? Itukan keinginan kedua orang tua kamu ?"
" yaaa... Memang keinginan mereka tapi mereka gak bisa paksain dong keinginan mereka buat aku "
" apa salahnya mencoba ?"
" aku tetap gak bisa , Adam kamu mau kan bantu aku buat masuk ke dalam agama kamu ?"
Adam kaget begitu mendengar keputusan frisly
" Kamu bercanda ya fris ?"
" gak aku gak bercanda aku serius aku mau ninggalin agama aku dan mau memeluk agama Islam "
" apa kamu nyakin fris ?"
" yaaa... Aku nyakin , nyakin baget "
" gimana kalau orangtua kamu marah fris "
" Aku siap menanggung resiko apapun "
Adam terdiam ia benar benar tidak tau mau berkata apa lagi
" sebaiknya pulang fris gak bagus juga kalau kamu pergi begitu saja kasihan orangtua mu pasti kecewa fris "
" ya udah aku pulang aja"
Merasa gak enak hati, Adam berkata
" Tunggu fris "
Frisly menghentikan langkah nya, tanpa memutar kepala nya
" Ada apa Adam ?"
" Hati hati di jalan "
" yaa..."
Frisly pun pergi dengan perasaan kecewa, setelah melihat frisly pergi , Ainun masuk kedalam ruangan
" assalamualaikum "
" walaikumussalam , "
" udah gimana kondisi Abang ?"
" udah sehat dek"
" tadi itu kak frisly kan bang , kok pulang ?, Abang sama kak frisly lagi brantem ya bang"
"gak "
" terus kenapa kak frisly pulang nangis gitu ?"
__ADS_1
" Gak tau dek "
Ainun meraih tangan abangnya "Abang, Abang suka sama kak frisly ?"
" Kamu nanyak apa sih dek , jangan bahas itu"
" Bang, jangan bohongi diri Abang kalau memang sayang perjuangkan bang "
" kalaupun iya gak mungkin dek "
" kenapa gak mungkin bang? Karena perbedaan ?"
"yaa... Lagipula umi gak kasih restu "
" Ayolah bang, jangan lemah gini, ayo buktikan cinta Abang buat kak frisly, aku nyakin kak frisly itu cewek baik baik sayang sama Abang dan keluarga Abang "
" entahlah dek Abang gak tau harus gimana "
"ayolah bang, perjuangin dia, Ainun nyakin kak frisly itu gadis yang baik dan tulus , Abang kejar dia sekarang "
" yaa... Gak mungkin dong Abang sendiri aja masih lemah gini "
" katanya udah sehat gimana sih , ayo sana kejar "
Ainun menarik paksa Adam untuk bangkit dari tempat tidurnya, Adam yang sudah lepas ingus terpaksa berdiri dan langsung pergi mengejar frisly .
" Huuuh ! Ayo bang kejar cinta sejati Abang"
ucap Ainun terharu melihat perjuangan cinta saudara laki-lakinya.
Tubuh masih dalam keadaan lemah , Adam mengejar frisly untuk mengungkap isi hatinya.
Sempat pesimis tidak melihat keberadaan frisly lagi di dalam rumah sakit membuat Adam menangis ia tersungkur di depan gerbang rumah sakit .
" Ya Allah jika memang dia jodoh ku pertemukan kami kembali aku janji akan ungkapkan semua isi hatiku ke dia " cetus doa Adam di dalam hatinya di tengah keputusasaan nya sebuah tangan menepuk pundaknya , seketika Adam menoleh ke belakang begitu melihat wajah orang yang menepuk pundaknya Adam tersenyum .
" Adam, kamu kok bisa sampai sini ?"
Bertumpukan kaki yang masih lemah Adam bangkit dengan bersusah payah ia berdiri dan berkata " Aku lagi cari seseorang "
" seseorang ? "
Frisly terdiam ia menunduk ia merasa Adam sedang mencari wanita yang Adam idamkan wanita itu bukan lah dirinya.
" Wanita itu tadi pergi aku mau cari dia"
" segitu pentingnya wanita yang Adam maksud sampai ia kejar padahal kondisinya juga masih lemah begini " ucap frisly di dalam hatinya
" wanita itu berharga sekali di dalam hatiku dan didalam mataku dia wanita yang luar biasa "Dengan mata berkaca-kaca ia menoleh menahan rasa kecewa mendengar perkataan Adam tentang wanita itu
"(menarik nafas dalam dalam ) Aku pamit ya dam, bentar lagi gojek aku datang aku ke depan dulu " Adam dengan sigap menahan tangan frisly untuk pergi.
" Ada apa dam?"
" Temani aku sebentar aja bisa ?"
Tiba tiba sebuah mobil datang " tin tin tin "*suara kelakson mobil
" Maaf dam, aku gak bisa gojek aku udah datang aku duluan ya , Good job semoga ketemu wanita yang kamu bilang "
Adam kembali menarik tangan frisly,
" wanita yang aku maksud itu kamu , yaa.. Kamu fris "
Frisly tercegang " aku ?"
" iya kamu , kamu yang aku cari , kamu wanita yang bergitu berharga itu "
Frisly tertawa kecil " hahaha,, mana mungkin kamu ada ada aja udah deh jangan ngelawak kasihan itu gojek nya nungguin aku "
Adam menghampiri supir taksi yang akan di tumpangi frisly
" Bang , maaf gak jadi tapi saya bayar aja ya ongkosnya berapa bang ?"
" 150rb bang "
" oh ya udah, sbentar ya "
Adam mengeluarkan dua lembar uang merah dari dalam kantong baju pasien rumah sakit yang ia kenakan .
" ini buat Abang, ambil aja kembaliannya "
" makasih bang "
" Kamu kok bayar ongkosnya sih"
" gak papa kasihkan abangnya harus nunggu lama "
" ada apa Adam ,kok kamu tiba tiba minta gak izinin aku pulang bukannya tadi kamu yang minta aku buat pulang "
__ADS_1
" aku minta maaf udah suruh kamu pulang tadi "
" ya gak papa "
" Aku bingung mau mulai dari mana "
" kenapa bingung, kamu mau ngomong apa ?"
" Aku ,aku "
" yaa , kamu kenapa ?"
" aku , aduuuh susah banget sih "
Frisly tertawa kecil melihat Adam yang sedang gemetar an di hadapannya.
" kamu kenapa Adam ?"
" Aku , ya tuhan... sudah sekali"
" hahaha.. Coba kamu tenangin diri kamu dulu deh "
" Aku, aku suka sama kamu "
Frisly terdiam mematung
" Kamu mau menikah dengan ku ?"
Frisly hanya diam ia membalik badannya
" kamu bercanda kan dam ?"
" kenapa fris , aku serius kamu kenapa ?"
" kalaupun iya karena serius , kita gak mungkin bersama karena aku tau ,umi pasti gak akan restui kita , maaf Adam kasih aku waktu buat berpikir untuk jawabannya , maaf dam aku pamit pulang bye "
Tak kuat hati memberi jawaban yang seharusnya ia jawab ia aku bersedia tapi karena memikirkan ujian berikutnya frisly meminta waktu untuk berpikir jawaban yang akan ia berikan untuk Adam nantinya .
🌺🌺🌺2 Minggu kemudian🌺🌺🌺
2 Minggu telah berlalu, frisly tidak lagi menemui Adam seperti biasanya ia menghilang bagai di telan bumi.
Adam yang masih menunggu jawab dari pernyataan cintanya sampai saat ini .
Di toko donatnya, setelah selesai menyiapkan donat untuk ia jual, Adam duduk di kursi dimana biasanya frisly suka sekali duduk kalau datang berkunjung ke tokonya .
" apa kabar frisly, aku harap kamu baik baik saja disana "
Ainun yang jahil, baru saja sampai di toko donat Abang nya melihat sang Abang sedang galau dan sedih frisly menghampiri nya
" Abang kenapa bang ?"
" astaghfirullah, kamu rupanya kalau datang itu biasakan salam "
" Ainun udah salam dari tadi Abang aja yang gak dengar salam Ainun, ada apa sih Ainun perhatikan Abang diam aja kenapa sih ? Pasti lagi mikirin kak frisly ya ?"
" gak, lagi mikirin toko kok tumben sepi ya "
" Kakak, inikan libur natal orang orang pada pergi ke pantai dan liburan "
"ooh iya Abang lupa "
" yeee.. Orang ingatnya cuma sama kak frisly"
Sementara Frisly selama 2 Minggu belakang ia sedang proses pindah agama , mendapat tentangan keras dari kedua orangtuanya sampai ia di usir dari rumah karena keputusan ny itu .
" Jangan mas, jangan usir frisly "
" biar saja biar dia tau rasa bagaimana hidupnya tanpa kita apa dia masih bisa hidup beli ap yang dia mau "
" Ayolah pak maafkan frisly"
"tidak ma ,papa gak akan pernah mengizinkan dia untuk tinggal disini "
" ya pa, gak papa apa kata papa benar frisly memang gak seharusnya Disini , gak papa makasih ya pa, makasih ya ma frisly pamit "
" (berlari memeluk frisly ) jangan nak jangan tinggalin mama "
" frisly gak pernah ninggalin mama, mama jaga kesehatan ya, jangan minum sirup aja frisly gak bisa mantau mama terus kalau mama minum sirup aja "
" gak sayang gak , mama gak mau pisah dari kamu"
" Maa.. Mungkin ini cara tuhan buat kita berdua ma "
" Gak fris mama mohon tetap tinggal disini bersama kami "
Papa menarik mama masuk ke dalam rumah
semua pasilitas yang frisly biasa gunakan di sita oleh papanya, berupa mobil, kunci toko , barang barang mahal nya.
__ADS_1
ia benar benar memulai dari nol .
" Aku bisa aku harus bisa ,aku akan buktikan ke mama dan papa kalau aku bisa berdiri dengan kedua kakiku sendiri "