Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Pengakuan cinta


__ADS_3

Beralih ke Ainun dan Arya


Merasakan perasaan yang di rasakan oleh sang Abang, Ainun sepakat bersama tunangannya untuk mempersatukan cinta saudara laki-laki nya itu .


" Kamu kenapa galau sayang ?"


" aku lagi sedih, kasihan bang Adam sama kak frisly mereka saling mencintai, karena berbeda keyakinan tidak bisa mempersatukan cinta mereka "


" Mau gimana lagi sayang, gak mungkin kan kak frisly kita suruh buat pindah agama "


" iya juga sih "


" ngomong ngomong tentang hubungan kita apa sayang sudah siap melangkah ke jenjang lebih serius lagi ?"


" maksud sayang?"


" Yaa... Menikah "


" gak mungkin sayang, aku gak mau langkahi bang Adam, aku mau dia menikah dulu baru kita menikah "


"ya sudah aku ikut apa kata sayang aja "


Di lain sisi frisly yang masih berada di rumah sakit menghibur Adam .


" Maaf ya aku pakai bajunya terbuka, tadi aku habis dinner sama papa sama Mama , cuma aku merasa aku lagi mau di jodohin sama mereka "


Wajah Adam seketika berubah begitu mendengar cerita frisly


" Kamu kenapa dam , wajah kamu kok merah gitu ?"


" gak , gak ada apa apa kok , bagus dong kalau kamu mau di jodohin , terus kenapa kamu bisa sampai di sini fris ?"


" Aku gak bisa menerima perjodohan itu "


" kenapa ? Itukan keinginan kedua orang tua kamu ?"


" yaaa... Memang keinginan mereka tapi mereka gak bisa paksain dong keinginan mereka buat aku "


" apa salahnya mencoba ?"


" aku tetap gak bisa , Adam kamu mau kan bantu aku buat masuk ke dalam agama kamu ?"


Adam kaget begitu mendengar keputusan frisly


" Kamu bercanda ya fris ?"


" gak aku gak bercanda aku serius aku mau ninggalin agama aku dan mau memeluk agama Islam "


" apa kamu nyakin fris ?"


" yaaa... Aku nyakin , nyakin baget "


" gimana kalau orangtua kamu marah fris "


" Aku siap menanggung resiko apapun "


Adam terdiam ia benar benar tidak tau mau berkata apa lagi


" sebaiknya pulang fris gak bagus juga kalau kamu pergi begitu saja kasihan orangtua mu pasti kecewa fris "


" ya udah aku pulang aja"


Merasa gak enak hati, Adam berkata


" Tunggu fris "


Frisly menghentikan langkah nya, tanpa memutar kepala nya


" Ada apa Adam ?"


" Hati hati di jalan "


" yaa..."


Frisly pun pergi dengan perasaan kecewa, setelah melihat frisly pergi , Ainun masuk kedalam ruangan


" assalamualaikum "


" walaikumussalam , "


" udah gimana kondisi Abang ?"


" udah sehat dek"


" tadi itu kak frisly kan bang , kok pulang ?, Abang sama kak frisly lagi brantem ya bang"


"gak "


" terus kenapa kak frisly pulang nangis gitu ?"

__ADS_1


" Gak tau dek "


Ainun meraih tangan abangnya "Abang, Abang suka sama kak frisly ?"


" Kamu nanyak apa sih dek , jangan bahas itu"


" Bang, jangan bohongi diri Abang kalau memang sayang perjuangkan bang "


" kalaupun iya gak mungkin dek "


" kenapa gak mungkin bang? Karena perbedaan ?"


"yaa... Lagipula umi gak kasih restu "


" Ayolah bang, jangan lemah gini, ayo buktikan cinta Abang buat kak frisly, aku nyakin kak frisly itu cewek baik baik sayang sama Abang dan keluarga Abang "


" entahlah dek Abang gak tau harus gimana "


"ayolah bang, perjuangin dia, Ainun nyakin kak frisly itu gadis yang baik dan tulus , Abang kejar dia sekarang "


" yaa... Gak mungkin dong Abang sendiri aja masih lemah gini "


" katanya udah sehat gimana sih , ayo sana kejar "


Ainun menarik paksa Adam untuk bangkit dari tempat tidurnya, Adam yang sudah lepas ingus terpaksa berdiri dan langsung pergi mengejar frisly .


" Huuuh ! Ayo bang kejar cinta sejati Abang"


ucap Ainun terharu melihat perjuangan cinta saudara laki-lakinya.


Tubuh masih dalam keadaan lemah , Adam mengejar frisly untuk mengungkap isi hatinya.


Sempat pesimis tidak melihat keberadaan frisly lagi di dalam rumah sakit membuat Adam menangis ia tersungkur di depan gerbang rumah sakit .


" Ya Allah jika memang dia jodoh ku pertemukan kami kembali aku janji akan ungkapkan semua isi hatiku ke dia " cetus doa Adam di dalam hatinya di tengah keputusasaan nya sebuah tangan menepuk pundaknya , seketika Adam menoleh ke belakang begitu melihat wajah orang yang menepuk pundaknya Adam tersenyum .


" Adam, kamu kok bisa sampai sini ?"


Bertumpukan kaki yang masih lemah Adam bangkit dengan bersusah payah ia berdiri dan berkata " Aku lagi cari seseorang "


" seseorang ? "


Frisly terdiam ia menunduk ia merasa Adam sedang mencari wanita yang Adam idamkan wanita itu bukan lah dirinya.


" Wanita itu tadi pergi aku mau cari dia"


" segitu pentingnya wanita yang Adam maksud sampai ia kejar padahal kondisinya juga masih lemah begini " ucap frisly di dalam hatinya


" wanita itu berharga sekali di dalam hatiku dan didalam mataku dia wanita yang luar biasa "Dengan mata berkaca-kaca ia menoleh menahan rasa kecewa mendengar perkataan Adam tentang wanita itu


"(menarik nafas dalam dalam ) Aku pamit ya dam, bentar lagi gojek aku datang aku ke depan dulu " Adam dengan sigap menahan tangan frisly untuk pergi.


" Ada apa dam?"


" Temani aku sebentar aja bisa ?"


Tiba tiba sebuah mobil datang " tin tin tin "*suara kelakson mobil


" Maaf dam, aku gak bisa gojek aku udah datang aku duluan ya , Good job semoga ketemu wanita yang kamu bilang "


Adam kembali menarik tangan frisly,


" wanita yang aku maksud itu kamu , yaa.. Kamu fris "


Frisly tercegang " aku ?"


" iya kamu , kamu yang aku cari , kamu wanita yang bergitu berharga itu "


Frisly tertawa kecil " hahaha,, mana mungkin kamu ada ada aja udah deh jangan ngelawak kasihan itu gojek nya nungguin aku "


Adam menghampiri supir taksi yang akan di tumpangi frisly


" Bang , maaf gak jadi tapi saya bayar aja ya ongkosnya berapa bang ?"


" 150rb bang "


" oh ya udah, sbentar ya "


Adam mengeluarkan dua lembar uang merah dari dalam kantong baju pasien rumah sakit yang ia kenakan .


" ini buat Abang, ambil aja kembaliannya "


" makasih bang "


" Kamu kok bayar ongkosnya sih"


" gak papa kasihkan abangnya harus nunggu lama "


" ada apa Adam ,kok kamu tiba tiba minta gak izinin aku pulang bukannya tadi kamu yang minta aku buat pulang "

__ADS_1


" aku minta maaf udah suruh kamu pulang tadi "


" ya gak papa "


" Aku bingung mau mulai dari mana "


" kenapa bingung, kamu mau ngomong apa ?"


" Aku ,aku "


" yaa , kamu kenapa ?"


" aku , aduuuh susah banget sih "


Frisly tertawa kecil melihat Adam yang sedang gemetar an di hadapannya.


" kamu kenapa Adam ?"


" Aku , ya tuhan... sudah sekali"


" hahaha.. Coba kamu tenangin diri kamu dulu deh "


" Aku, aku suka sama kamu "


Frisly terdiam mematung


" Kamu mau menikah dengan ku ?"


Frisly hanya diam ia membalik badannya


" kamu bercanda kan dam ?"


" kenapa fris , aku serius kamu kenapa ?"


" kalaupun iya karena serius , kita gak mungkin bersama karena aku tau ,umi pasti gak akan restui kita , maaf Adam kasih aku waktu buat berpikir untuk jawabannya , maaf dam aku pamit pulang bye "


Tak kuat hati memberi jawaban yang seharusnya ia jawab ia aku bersedia tapi karena memikirkan ujian berikutnya frisly meminta waktu untuk berpikir jawaban yang akan ia berikan untuk Adam nantinya .


🌺🌺🌺2 Minggu kemudian🌺🌺🌺


2 Minggu telah berlalu, frisly tidak lagi menemui Adam seperti biasanya ia menghilang bagai di telan bumi.


Adam yang masih menunggu jawab dari pernyataan cintanya sampai saat ini .


Di toko donatnya, setelah selesai menyiapkan donat untuk ia jual, Adam duduk di kursi dimana biasanya frisly suka sekali duduk kalau datang berkunjung ke tokonya .


" apa kabar frisly, aku harap kamu baik baik saja disana "


Ainun yang jahil, baru saja sampai di toko donat Abang nya melihat sang Abang sedang galau dan sedih frisly menghampiri nya


" Abang kenapa bang ?"


" astaghfirullah, kamu rupanya kalau datang itu biasakan salam "


" Ainun udah salam dari tadi Abang aja yang gak dengar salam Ainun, ada apa sih Ainun perhatikan Abang diam aja kenapa sih ? Pasti lagi mikirin kak frisly ya ?"


" gak, lagi mikirin toko kok tumben sepi ya "


" Kakak, inikan libur natal orang orang pada pergi ke pantai dan liburan "


"ooh iya Abang lupa "


" yeee.. Orang ingatnya cuma sama kak frisly"


Sementara Frisly selama 2 Minggu belakang ia sedang proses pindah agama , mendapat tentangan keras dari kedua orangtuanya sampai ia di usir dari rumah karena keputusan ny itu .


" Jangan mas, jangan usir frisly "


" biar saja biar dia tau rasa bagaimana hidupnya tanpa kita apa dia masih bisa hidup beli ap yang dia mau "


" Ayolah pak maafkan frisly"


"tidak ma ,papa gak akan pernah mengizinkan dia untuk tinggal disini "


" ya pa, gak papa apa kata papa benar frisly memang gak seharusnya Disini , gak papa makasih ya pa, makasih ya ma frisly pamit "


" (berlari memeluk frisly ) jangan nak jangan tinggalin mama "


" frisly gak pernah ninggalin mama, mama jaga kesehatan ya, jangan minum sirup aja frisly gak bisa mantau mama terus kalau mama minum sirup aja "


" gak sayang gak , mama gak mau pisah dari kamu"


" Maa.. Mungkin ini cara tuhan buat kita berdua ma "


" Gak fris mama mohon tetap tinggal disini bersama kami "


Papa menarik mama masuk ke dalam rumah


semua pasilitas yang frisly biasa gunakan di sita oleh papanya, berupa mobil, kunci toko , barang barang mahal nya.

__ADS_1


ia benar benar memulai dari nol .


" Aku bisa aku harus bisa ,aku akan buktikan ke mama dan papa kalau aku bisa berdiri dengan kedua kakiku sendiri "


__ADS_2