
Hari ini, hari bahagia untuk Agnes wanita yang telah berhasil merebut dan merusak rumah tangga ku, tapi aku tidak bisa menyalahkan satu pihak saja. Tak akan terjadi perselingkuhan jika kedua belah pihak susah untuk di goda. haaah...😩 sudahlah menyesali apa yang sudah terjadi tak akan ada gunanya, mungkin ini jalan terbaik untukku dan kedua anak anak ku karena apa Tuhan beri kami cobaan seberat ini karena Tuhan tau kami kuat dan bisa melewati ini semua ya kan sayang mama.
Berat langkah kaki ini melihat pria yang dahulu pernah menjadi bagian dalam hidupku bahagia bersama wanita lain, tapi aku harus kuat aku kuat kok 😂 walaupun sebenarnya aku sering rapuh menangis melihat nasib yang harus di tanggung putra dan putriku kelak tumbuh tanpa seorang ayah, 🦸 apa aku bisa menjadi ibu sekaligus Hero untuk kedua anak anakku?
hahaha... pasti bisa kenapa wanita di luar sana yang jauh berat dan sakit dari penderitaan kami bisa kuat demi anak anaknya, segitu lemah kah aku ? haha.. aku pasti bisa dan aku nyakin Tuhan punya rencana yang terindah untuk kami . aamiin..... 😇
Selesai bersiap siap , aku umi Abi dan adik adikku beserta kedua anak ku segera meluncur ke gedung yang tertera di dalam kertas undangan pernikahan yang di kirimkan untuk ku.
Selama di perjalanan aku hanya diam di dalam taksi yang kami tumpangi sesekali umi melihat ke arahku dan menggenggam tangan ku seolah olah umi tau isi hatiku saat ini .
"kamu kuat " bisik umi yang duduk di sebelah ku di ikuti adik adikku yang duduk di sekeliling ku ikut menguatkan aku.
Dan aku harus kuat aku gak bisa melihat mereka yang sangat menyayangi aku sedih karena aku begini.
Sesampainya di gedung, kami sambut oleh sepupu dan teman teman bang Riki .
"selamat datang kak gadis " ucap salah satu dari mereka
"iya trimakasih " sahut umi yang terus menggenggam tanganku.
kemudian kak Erika datang menghampiri kami dengan senyum manisnya beliau memelukku dengan hangat " makasih ya dek udah mau hadir "
"iya kak "
kemudian di susul oleh Tania adik ipar ku yang manja baget
"kak gadis" katanya langsung memeluk ku
"makasih kak udah hadir kami pikir kakak gak akan hadir "
"pasti hadir kok"
kamipun berjalan menghampiri bang Riki Yang sedang sesi pemotretan dengan Agnes dengan mengikuti arahan photografer, beliau sempat menolak berpose intim dengan Agnes.
"tolong lebih nempel lagi " ucap si photografer berulang ulang
"lebih Deket lagi" ucapnya kembali
tapi bang Riki terus menghindar berfoto dekat dengan Agnes .
"kenapa mas kok kaku baget sih" gertak si photografer sambil menghentakkan kakinya karena kesal
__ADS_1
"maaf mas saya gak fokus "
"fokus fokus mas biar hasilnya bagus "
"iya maaf "
Tak sengaja mata bang Riki tertuju padaku yang berdiri di sebelah podium menonton setiap sesi pemotretan mereka.
"ada gadis " bisik Riki
ia melambaikan tangannya menandakan ia capek
"bisa istirahat dulu gak mas soalnya saya mau minum"
"ya udah mas nanti kita lanjut lagi "
" ada apa sih yang"
"gak ada apa apa udah ah aku mau kesana dulu" ucap Riki meninggalkan Agnes begitu saja dan menghampiri gadis dan kedua anaknya.
"makasih udah datang "
"sama sama "
"selamat ya nak riki semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah "
"trimakasih umi"
Tak berapa lama suara microphone gedung terdengar bahwa acara akan segera di mulai yang pertama acara ijab Qabul .
Dengan mata berkaca-kaca Riki menghampiri gadis lalu ia tiba-tiba bersujud di kaki agnes seraya mohon maaf untuk sang mantan istri sudah menyakitinya selama ini mengharap ridho dari sang istri .
"maafin Abang dek, maafin Abang udah mengecewakan adek"
seluruh mata tertuju pada ku, sebagian berkata "kasihan sekali padahal mantan suami istri tapi masih gak bisa maafin suaminya "
sebagian lagi berkata " kasihan mantan suaminya"
Tak kuasa mendengar perkataan orang orang aku menuntut bang Riki untuk berdiri kembali
"jangan pernah lakukan hal bodoh seperti ini bang, aku udah maafin Abang, gadis mohon jangan sakiti gadis dengan perkataan orang lagi"
Bang Riki menatapku dengan mata berkaca-kaca dan berlinang air mata ia meraih tangan ku lalu menciumnya perlahan
__ADS_1
ia berkata " maafkan aku"
seketika mendapat perlakuan demikian aku menarik tangan ku dari tangan nya
"pergilah bang, ini jodoh yang Allah siapkan untuk Abang"
mendengar perkataan ku , mami menuntun bang Riki naik ke atas tempat dimana mereka melangsungkan akad nikah .
Setelah merasa tenang bang Riki terus melihat ke arahku yang kebetulan aku duduk tepat di hadapan mereka hanya saja mereka berada di tempat yang sudah di siapkan aku di kursi tamu .
di sana sudah ada keluarga Agnes dan keluarga bang Riki .
kemudian sang wali yaitu papi nya Agnes mengatakan " saya nikahkan putri kandungku Agnes binti sendoyo dengan mas 125 karat dan uang 750 ribu di bayar tunai"
"saya trima nikahnya gadis binti "
"salah salah" teriak seorang tamu di bawah podium
umi melihat ke arahku begitu mendengar bang Riki mengucapkan namaku
"maaf, bisa di ulangi?" ucap bang Riki
"baiklah kita ulang lagi ya " kata petugas KUA yang hadir saat itu
kemudian papi kembali menjabat tangan Riki lalu berkata " saya nikahkan putri kandung saya Agnes binti sendoyo dengan mas kawin 125 karat dan uang 750ribu di bayar tunai"
"saya trima nikahnya Agnes binti sendoyo dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"
"Alhamdulillah " ucap para tamu yang hadir
"bagaimana saksi-saksi sah?"
"saaahh" sahut para tamu serentak
Tak terasa air mata ku menetes juga , air mata yang sedari awal tujuan kakiku melangkah kesini jauh kutahan agar tidak menetes akhirnya menetes juga .
"maafkan aku umi Abi, aku lemah saat ini"
Semua orang ikut berbahagia dengan pernikahan ini begitu juga aku dan keluargaku .
"selamat menempuh hidup baru bang semoga Abang bisa menerima ketentuan sang Khaliq ini yang terbaik untuk kita bang semoga ini johod until Jannah ya bang "
Tak ingin berlama lama di acara pernikahan kamipun berpamitan untuk pulang berhubungan kedua putra dan putriku pun sudah merasa tak nyaman berada di gedung .
__ADS_1