Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Memperebutkan hak asuh 2


__ADS_3

Bujukan dari suster tak dapat merubah keputusan majikannya, Susterpun hanya diam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Jauh dari lubuk hatinya ia kasihan melihat kedua anak yang tak berdosa yang jadi korban dari keegoisan nya dulu.


Di balik kaca kamar dimana Ainun dirawat Riki berdiri memandangi putrinya


"maafkan papa nak, ini semua karena papa ini semua karena keegoisan papa" ucapnya penuh penyesalan dan tak menyadari air matanya jatuh, Tiba tiba suster datang sambil menggendong Adam yang sedang menangis meraung Raung .


"Adam kenapa mbak ?"


"Adam seperti nya haus tuan"


"susu Adam masih ada ?"


"ketinggalan tuan dirumah "


"ya udah saya beli dulu susu nya "


"jangan tuan biar saya aja tuan pengang Adam aja tuan sebentar "


"tapi ada menangis mbak saya gak bisa nenangin dia "


"Coba tuan peluk Adam penuh kasih sayang tuan ajak ngobrol Adam pasti Adam perlahan diam tuan "


"oh ya sudah , ini uangnya" sambil menyodorkan uang ke hadapan suster dan mengambil alih Adam, saat Adam di pelukannya Adam semakin kencang menangisinya ia meronta ronta seolah olah tidak suka di gendong oleh papanya .


"aduuuh kalau Adam nangis trus kayak gini papa panik papa gak tau harus gimana nak "


"Adam yang tenang dong sayang "


Tak menghiraukan nya Adam semakin kencang menangisinya, merasa takut mengganggu Ainun yang sedang istirahat Adam menjauh dari kamar Ainun dan membawa Adam ke taman rumah sakit.


Ia melihat wajah putranya memeluknya perlahan ia mencium nya dan berbisik

__ADS_1


"Adam anakku, tenanglah nak, papa tidak akan menyakitimu nak "


upayanya kembali gagal Adam terus menangis merasa tak sanggup lagi Riki menghela nafas dan ikut menangis ia memeluk putranya sambil menimang nimangnya berkali kali kesana kesini mondar mandir agar Adam dapat tenang.


"tenanglah nak papa disini "


ia terus mengucapkan kata kata ini dan tak berapa lama Gadis datang bersama suaminya


"Adam kenapa bang ?"


Riki menoleh dan langkah mundur dari hadapan gadis


"tidak apa apa Adam baik baik saja "


"berikan Adam padaku bang "


"gak, Adam aman bersama ku"


"bro apa tidak sebaiknya mengalah untuk kasih Adam ke ibunya "


"gak aku gak akan kasih Adam ke siapapun"


"bang, kasihan Adam gadis mohon kasih Adam ke gadis dulu biar gadis yang nenangin dia "


Riki melihat wajah Adam,kemudian ia memberikan Adam pada ibunya hanya sekali ucapan Adam terdiam di pelukan ibunya


"sayang , jangan nangis ya nak ibu disni "


Adam terdiam membalas memeluk ibunya


"maafin ibu ya sayang lain kali ibu gak akan ninggalin kalian berdua "


Adam terdiam dan tak berapa lama iapun mulai tertidur di pelukan sang ibunya.

__ADS_1


"Adam udah tidur kan kembalikan dia"


"bang, kalau Adam kebangun lagi pasti dia nangis lagi ,"


"(mendecak) aku bisa menenangkan nya "


"berikan saja sayang, kita lihat kondisi Ainun dulu "


Gadis terdiam dan memberikan Adam kembali pada papanya.


perlahan lahan karena takut membangunkan Adam dari tidurnya .


"Kami mau cek kondisi Ainun dulu ya bang"


"yaa.."


Gadis dan suami menuju kamar rawat Ainun


ia terlihat cemas ia terus menggenggam tangan suaminya untuk menguatkannya, satu sama lain mereka saling menguatkan.


berdiri di depan kaca ICU dimana putri kecil mereka di rawat.


Sebagai ibu ia menangis dan berkata


" rasanya aku gak tega lihat putri kecilku, kalau bisa biar aku saja yang menggantikan dia "


Melihat sang istri benar benar terpukul anhar mendekapnya lalu berkata " kita doakan Ainun ya sayang biar dia segera pulih"


"iya sayang "


Mereka saling menguatkan satu sama lain.


Melihat dari kejauhan kemesraan keduanya, langkah Riki terhenti masih jelas di wajahnya rasa cemburu yang begitu dalam meskipun ia merubah sikap nya yang semakin dingin ke gadis tapi jauh di dalam lubuk hatinya ia masih menyimpan indah nama gadis di sana.

__ADS_1


__ADS_2