Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Nasi sudah menjadi bubur


__ADS_3

Dokter pun keluar dari dalam ruang operasi, di sambut oleh Adam ibunya dan orangtua frisly


" bagaimana kondisi anak saya dok ?" ucap mama menyambut dokter dengan pertanyaan


" Alhamdulillah, pasien sudah melewati masa kritisnya, blm sadarkan diri, masih dalam pengaruh obat bius, sama sama kita berdoa semoga pasien secepatnya sembuh, untuk kembali seperti semula banyak prosesnya karena pasien mengalami cidera yang cukup parah, mengakibatkan pasien lumpuh total kalaupun bisa berjalan melalui beberapa terapi nantinya "


" ya Allah, nak frisly " ucap umi ikut bersedih dengan kondisi frisly


Tak kuasa mendengar penjelasan dokter mama langsung pingsan di pelukan suaminya


seketika semua panik ,


" ma , bangun ma , tolong saya nak, tolong istri saya dok" ucap papa yang panik melihat kondisi istri dan putrinya .


Timbullah rasa penyesalan yang begitu mendalam di hati nya melihat kondisi putrinya yang memprihatinkan,


" seandainya aku tidak melakukan itu, pasti sampai sekarang kamu masih baik baik saja nak maafkan papa " ucapnya di dalam hati .


Nasi sudah jadi bubur pak, terkadang keeegoisan mengalahkan rasa kasih sayang .


Berjanji pada diri sendiri , dan berjanji pada istri nya untuk merubah semua sifat nya yang terlalu keras memperlakukan istri dan anaknya.


" Papa berjanji akan brubah papa gak akan memperlakukan kalian seperti ini lagi ma, papa juga berjanji akan menyetujui keputusan frisly untuk memeluk agama yang ia inginkan" ucap papa di depan mama yang masih lemas di atas ranjang rumah sakit .

__ADS_1


" berjanjilah pada putrimu pa, dia yang papa sakiti dan papa lukai "


" iya ma, papa akan berjanji pada diri papa dan putri papa "


Frisly di pindahkan keruangan NICU, satu persatu keluarga sudah bisa menjenguknya hanya saja di batasi .


" Keluarga sudah bisa besuk tapi di batasi ya pak hanya Maksimal 2 orang saja dulu "


Ucap suster yang menjaga ruangan


Sedikit curiga dan tidak mengenali Adam yang setia menunggu putrinya dan mengantarnya kerumah sakit sblm mereka orangtuanya datang , papa menghampiri istrinya dan berbisik " Mereka siapa ma ?"


" anak laki laki itu namanya Adam, Kalau mama gak salah dia putra dari wanita bercadar itu nama wanita itu gadis , mereka baik pa, anak itu yang sudah menyelamatkan putri kita membawanya ke rumah sakit ini"


" ya tuhan... Baik sekali dia "


Papa menghampiri Adam dan ibunya yang duduk di koridor rumah sakit


" Permisi "


Adam beranjak dari kursi


" ada apa om ?"

__ADS_1


" saya cuma mau bilang terimakasih sudah selamatkan putri saya dan antar dia secepatnya kerumah sakit ini kalau gak ada kamu mungkin saya gak tau lagi apa yang akan terjadi pada putri saya "


" sama sama om"


" kalau boleh saya tau nama anak siapa?"


" nama saya Adam om, ini ibu saya "


Gadis ikut beranjak dari tempat duduknya dan memberi salam untuk orangtua frisly


" saya gadis pak, ini putra pertama saya "


" beruntung sekali ibu di beri anak laki laki seperti Adam ini "


" Alhamdulillah pak, luar biasa rasanya "


" saya dan istri saya duluan ya masuk ke dalam untuk melihat kondisi putri kami "


" silahkan pak "


Papa dan mama pun masuk kedalam ruangan Nicu, betapa terpukul nya papa melihat kondisi putrinya yang begitu memprihatinkan karena ulahnya yang konyol .


Papa tak henti hentinya menangis di sebelah tubuh frisly yang tidak berdaya.

__ADS_1


" maafkan papa nak maafkan papa ini semua karena kesalahan papa yang terlalu egois dan tidak memikirkan perasaan kamu "


ia terus menyesali apa yang ia perbuat, nasi sudah menjadi bubur ini akan menjadi kesalahan yang tidak akan pernah ia lupakan selamanya .


__ADS_2