
"gak usah repot repot nak riki, kalo soal perusahaan abi blm pernah pindah tangan ke orang apalagi orang yang blm abi kenal seperti yang nak riki bilang"
"iya nak riki,umi sama yang lain nunggu kepulangan kalian aja bawa kabar gembira nantinya pulang pulang dari Madinah anak umi udah isi"
Riki menghela nafas " jadi umi sama Abi gak jadi ikut ?"
"lain kali saja ya nak, ini khusus bulan madu kalian saja " sambung Abi tersenyum ke arah anak dan menantunya.
selesai makan merekapun berpamitan pulang, kondisi umi juga sudah jauh membaik.
sesampainya dirumah, mereka di sambut oleh mami dan papip
"gimana kondisi besan mami?"
"Alhamdulillah udah mendingan kok mi"
"syukurlah, gimana rencana bulan madu kalian negara apa yang kalian pilih ?"
"kita milih ke Madinah aja mami"
mami tersenyum
"good , mami senang mendengar itu ya sudah mami pesan tiket pesawat nya sekarang juga"
"ya Tuhan... sudah ku duga pasti mami yang paling heboh hahaha" kata papip tertawa melihat tingkah sang istri.
"ia pip"
"mungkin mami kamu udah ngebet baget pengen punya cucu dari kamu nak"
"hmmm... doain aja pip semoga secepatnya"
"aamiin"
Setelah rencana dan persiapan sudah tersusun rapi dan selesai mereka pun berangkat esok harinya ke madina, tak ada keluarga yang ikut hanya gadis dan suaminya saja.
"semua barang sudah siap di muat tuan" ucap mang Daman
"baik bang, tunggu di dalam aja ya saya mau pamitan dulu"
"siap tuan"
Dengan rasa haru Riki menghampiri kedua orangtuanya lalu berkata " Riki pamit mi papip doakan kami semoga selamat sampai tujuan dan kemauan mami di kabulkan oleh Allah"
__ADS_1
"aamin nak jaga diri baik baik ya sayang, mami tunggu kabar kalian disana "
"ia mami, papip Riki pamit"
"ia nak "
gadis berjalan ke arah kedua orangtuanya
"gadis pamit ya Abi umi, doakan kami disana"
"ia nak semoga pulang bawa kabar gembira ya sayang"
"aamiin umi" ucap gadis kemudian memeluk kedua orangtuanya dan mertuanya.
Setibanya di bandara gadis nampak gugup rasa takutnya begitu besar saat akan menaiki pesawat.
" adek kenapa?"
"gak, gak kenapa kenapa kok bang"
"massa.."
"ia bang"
"kok tangan adek dingin baget, adek takut ya "
"kalo gitu Abang minta duduk di belakang aja adek duduk sendiri "
"jaaangaan dong bang"
"loh , kenapa, takutkan"
"iya iya gadis takut bang"
"lucu baget kamu, sini Abang pegangin tangan nya biar rasa takutnya sedikit berkurang"
"makasih bang"
selama di perjalanan rasa takut di dalam hati gadis mulai berkurang, ia pun tertidur di pundak suaminya dengan posisi tangan masih berpegang 😍.
aaahh.... mulai tumbuh benih benih cinta ini gayss... 🤭
__ADS_1
semoga deh nanti pulang dari madinah gadis bisa isi.
setelah lama di perjalanan rasa lelah mereka pun terbanyar lunas dengan keindahan kota Madinah.
"indah baget ya de"
"baget bang"
"Abang nyaman dan bahagia ada disini, kalo adek?"
"sama bang"
" dek mungkin gak ya kita pulang bisa kabulin keinginan keluarga kita"
Gadis terdiam lama lalu berkata " entahlah bang mungkin ini cara Allah agar gadis siap melayani Abang sebagai istri Abang, gadis takut Allah marah sama gadis bang
dan gadis lihat juga keluarga kita sama sama menginginkan sosok malaikat yang hadir di antara kita bang"
kata gadis cantik di balik cadarnya matanya senduh memandang sang suami seolah olah memberi tanda bahwa ia sudah siap menjadi istri nya seutuhnya.
mendengar perkataan istrinya Riki terharu dan langsung memeluk istrinya
"Abang bahagia de moment ini yang Abang tunggu tunggu"
"maafin gadis ya bang buat Abang harus ikut sabar"
"ia dek gak papa gak jadi masalah, satu hal lagi tolong tatap mata Abang de jujur sama Abang apa adek udah mulai sayang sama Abang?"
tak menjawab ia hanya menganggukkan kepalanya.
"Alhamdulillah ya Allah....." teriakan Riki sambil menggendong istrinya penuh suka cita.
Satu Minggu sudah mereka berada di Madinah akhirnya merekapun kembali ke Indonesia.
sesampainya di Indonesia mereka di sambut haru oleh keluarga nya.
semenjak pulang berbulan madu mereka semakin hangat dan sudah tak ada lagi rasa malu malu di antara keduanya.
mereka semakin romantis loh..
melihat kedekatan gadis dan Riki sang kakak Erika pun ikut senang.
__ADS_1
pernah suatu malam, ia terpaksa lagi harus lewat dari depan kamar adiknya untuk membuatkan susu anak nya,tak sengaja ia melihat dari balik pintu kamar kedua adiknya sudah tidak tidur terpisah lagi iapun ikut senang
"syukurlah pulang bulan madu mereka udah satu ranjang lagi"