
Umi menyaksikan dari balik jendela kaca kamar dimana anhar di rawat, ia melihat perlakuan gadis pada menantunya yang tidak sewajarnya.
" Apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangga anak ku ?kenapa begitu jelas jarak di antara mereka ya Allah, apapun itu semoga bukan pertanda buruk "
permohonan seorang ibu pada kebaikan anak anaknya .
rasa resah didalam hati seorang ibupun semakin membuat nya tak nyaman, umi mengirimkan pesan untuk gadis meminta gadis keluar dari ruangan.
"assalamualaikum nak bisa keluar sebentar ibu mau bicara " isi pesan singkat yang umi, begitu membaca pesan gadis pun keluar dari dalam ruangan menemui umi
"Ada apa umi ?"
" umi pengen bicara sebentar boleh ?"
"tentu saja boleh umi "
"ada apa nak , ada masalah apa ? kenapa umi perhatikan sepertinya kamu menjaga jarak untuk tidak menyentuh suamimu ?"
"maaf umi"
"nak, umi tau ingatan kamu blm sepenuhnya pulih tapi nak mahram kamu itu laki laki yang terbujur di dalam situ nak bukan Riki, maaf ibu ikut campur tapi ini ibu lakukan demi kebaikan kalian nak"
__ADS_1
" apa yang sebenarnya terjadi Bu kenapa hati aku berkata aku merasa dekat dengan pria itu tapi pikiran ku mengatakan dia bukan siapa siapaku, aku gak tau harus berbuat apa lagi "
"Sebentar umi mau telpn Abi dulu ya "
umi menelpon abi tak berapa lama Abi datang sambil membawa sebuah pelastik di tangannya melempar senyuman pada anak dan istrinya
" Ada umi sama gadis rupanya kebetulan Abi baru dari luar cari makanan, ini Abi bawakan makanan buat kamu nak buat umi juga "
"Trimakasih Abi "
Perhatian Abi sedikit terganggu melihat raut wajah istrinya dan mata putrinya
" Kamu habis nangis ya kak ?"
"gimana kondisi suamimu nak ? "
"Alhamdulillah semoga lebih baik dan secepatnya sadar bi "
"aamiin, ada apa umi ?"
"Begini bi, memang tidak seharusnya kita ikut campur hanya saja firasat seorang ibu pada anaknya itu tidak pernah salah, umi merasa ada hal yang ganjal dalam rumah tangga anak kita "
__ADS_1
"Ganjal bagaimana umi ? coba jelaskan Abi lihat gadis dan suaminya baik baik saja iyakan nak ?"
" Abi , ingatan anak kita belum sepenuhnya pulih dia masih ingat kalau mantan suaminya Riki itu mahram nya bukan suami nya yang sedang berada di depannya "
"astaghfirullah, apa itu benar nak ?"
Gadis tidak menjawab ia menunduk kepalanya
" Ya Allah nak, kamu keliru nak, suaminya nak anhar bukan Riki lagi, dia sudah menceraikan mu nak , memang Abi menunggu saat yang tepat buat cerita ke kamu nak, nunggu kemo kamu selesai dan menunggu kondisi kamu pulih kalau begini caranya Abi gak punya pilihan lain selain kasih tau kamu bukti buktinya sebentar Abi telpon Khalifah dulu ya, buat bawa surat akta perceraian mu ya nak "
Setelah menerima kabar dari Abi, Khalifah bergegas ke rumah sakit dengan membawa bukti bukti perceraian nya dengan mantan suami yang masih ia cintai .
Setibanya dirumah sakit, Khalifah menunjukkan satu persatu bukti yang ia bawa
" Kak, Khalifah tau ini berat tapi khalifah nyakin dan percaya kakak bisa melewati nya "
"makasih dek "
Keduanya saling berpelukan satu sama salin saling menguatkan , begitu melihat bukti perceraian dan perselingkuhan Riki
tiba tiba kepala gadis berdenyut hingga membuat nya jatuh pingsan .
__ADS_1
Semua keluarga panik dan ketakutan melihat kondisi gadis yang tiba tiba drop, dan segera di lakukan pertolongan.