
Gadis tak bisa berkata kata apa apa dia hanya diam, seakan tak ingin membahas topik yang sangat menyakiti kan ini.
di pojok kanan di ujung sana Riki berdiri menyaksikan kedekatan dan kebersamaan wanita yang dulunya slalu setia di sampingnya dan kini posisinya sudah di ganti kan oleh pria lain.
Berjalan perlahan menghampiri keduanya Riki berkata " malam bro udah lama disini bro?"
"eh bro" branjak dari kursi
"iya bro baru aja gue sampe "
"oooh.. kok gak masuk bro kok di luar "
"gak papa bro Disini aja, gue cuma nganterin jaket sama makanan buat gadis "
"oh.. gak usah repot-repot bro ini gue udah bawain makanan kesukaan dia" ucap Riki menyodorkan makanan kesukaan gadis nasi Padang hangat kuah rendang kesukaan gadis
"ini dek makanannya"
gadis menoleh ke arah anhar
"makasih bang"
"ya sama sama "
"ya udah bro kalau gitu gue pamit "
"ceper baget bro padahal gue baru sampe"
"iya besok gue mau cek butik "
"oh .. kalau gitu gue masuk dulu lanjut lagi ngobrolnya "
Begitu Riki masuk ke dalam ruangan anharpun siap siap untuk pulang tak berkata sepatah katapun ia melangkah pergi
"sayang marah ya ?" ucapan gadis menghentikan langkah kaki anhar, anhar menarik nafasnya.dalam dalam mencoba menenangkan dirinya.
"aku besok harus briefing ke butik"
"biasanya aku ikut "
__ADS_1
"kan Adam lagi sakit besok adam pulang jaga Adam jangan sia siakan dia "
"aku tau kamu kecewa,"
"gakk, aku gak kecewa aku bahagia melihat wanita yang aku sayangi juga bahagia meskipun kebahagiaan dia bukan karena ku"
"kamu ngomong apa sih,"
"gak aku gak ngomong apa apa "
"plies jangan kayak gini"
"perjuangin anak mu aku pamit ya "
tak ada kata lagi, anhar pergi begitu saja sementara gadis kembali menangis dengan sifat anhar yang tiba tiba brubah begitu ia dengar gadis di paksa rujuk kembali.
********
esok harinya,
setelah dokter selesai priksa Adam, Adam akhirnya diizinkan pulang.
"gak bang"(menggelengkan kepalanya)
"loh kenapa ?"
"tadi malam katanya dia mau breafing "
"ooh.. kalau gitu Abang antar aja ya "
"gak usah bang gadis sama Adam pulang naik taksi aja"
"gak deh jangan Abang antar aja "
"gak usah bang makasih udah repot repot cuma gadis mau naik taksi aja "
tiba tiba si mertua keluar dari kamar mandi dan berkata " siapa yang izinin kamu pulang bawa cucu saya ?"
"mi mulai lagi kan "
__ADS_1
"diem Riki"
"mi tolong lah"
" Ki diem hargai mami"
"iya Riki Bisa hargai mami tapi gak gini caranya "
"Riki diem, gak ada yang boleh bawa Adam dan Adam pulang kerumah kita bukan rumah dia "
"apa mi, aduuuh apa apaan lagi sih ini mi"
"Riki nurut sama mami"
"mi adam masih kecil gak bisa pisah dari ibunya, Riki mohon"
"gak bisa selagi dia (menunjuk gadis) tidak mengikuti syarat dari mami Adam akan tetap bersama kita " ujar mami menggendong Adam dan keluar dari ruangan
gadis tersungkur ke lantai sambil menangis lagi lagi ia harus terpisah dengan buah hatinya.
" (membantu gadis untuk berdiri) bangun dek jangan nangis trus "
"gimana gadis gak nangis bang gadis terpaksa pisah dengan anak gadis belahan jiwa gadis "
"Abang tau apa yang adek rasakan, tadi mami ngomong syarat, syarat apa yang mami ajuin sama kamu dek ?"
gadis berhenti menangis ia melihat ke arah Riki dengan dalam kemudian berkata
"gadis gak akan bisa bersama Adam kalau gadis gak rujuk sama Abang"
"apaa!!"
"mami ngomong gitu ?"
"iya bang, Abang kan tau sendiri gadis sudah bersama anhar dan sebentar lagi kami akan menikah aku gak mungkin rujuk dengan Abang sementara anhar aku tinggalkan begitu saja ?"
"tenang dek, jangan lakukan itu "
"trus aku harus gimana bang ? aku gak bisa hidup tanpa Adam"
__ADS_1