
Si kembar ini kompak menyusun rencana mereka malam ini, sementara umi yang masih canggung dan menjaga marwahnya sebagai seorang janda memilih untuk pulang kerumah .
" Makasih minum ya bang, sebaiknya gadis pulang saja gadis nunggu Adam dirumah aja "
" Abang antar ya "
" gak ! maksud gadis gak perlu bang gadis naik angkutan umum aja "
" ayolah dek, jangan bandel jam segini udah gak ada angkutan umum lewat dari sini Abang antar aja anggap saja Abang driver online atau apa biar adek gak bersikap seperti ini "
Gadis terdiam ia membenarkan perkataan Riki berhubungan jam saat itu sudah menunjukkan pukul 12 malam .
akhirnya setelah berpikir panjang ia pun menyetujui untuk pulang bersama Riki .
Sementara kedua anak yang memantau kedua orangtua mereka dari kejauhan begitu gembira melihat ibunya masuk kedalam mobil .
" yesss!!! "
" berhasil " Adam bersorak gembira begitu juga ainun .
" Rencana Abang selanjutnya apa bang "
" selanjutnya Abang akan beritahu nanti kita susun rencana dulu bagaimana caranya buat umi sama Abi mengenang masa masa indah mereka dulu "
" Hmmm.. ok ok bang besok gimana kalau kita pergi ke kampung kerumah nenek sama kakek kita tanya kisah umi sama Abi dulu"
" ok Abang Ainun setuju "
Merekapun pulang kerumah masing masing sembari menunggu ibunya pulang .
Sesampainya gadis di depan rumah, ia turun dari dalam mobil Riki tak lupa ia mengucapkan terimakasih
" Trimakasih bang"
" tunggu dek "
Riki ikut turun mengejar gadis seperti ingin mengatakan sesuatu.
" Ada apa bang ?"
__ADS_1
" Abang mau bicara sebentar"
" pulanglah bang, tolong jaga Marwah ku dimata tetangga ku, aku mohon "
Riki mengurungkan niatnya untuk bicara,iapun berpamitan pulang .
Gadispun masuk kedalam rumah, ia kaget begitu melihat sendal Adam ada di depan rumah.
" Ini kan sendal Adam apa Adam sudah pulang kok gak kabari aku ya "
gadis masuk kedalam rumah untuk memastikan kondisi Adam, ia mengetuk pintu kamar Adam .
" tok tok tok "* suara pintu
" Masuk umi "
" assalamualaikum "
Adam berpura pura sedang demam.
" kamu kenapa nak ?"
" Badan Adam panas Bu sakit semua"
" gak usah Bu, Adam istirahat aja besok juga baik lagi "
" ya sudah nak, ibu kamar dulu "
" iya Bu "
Rencana Adam kali ini gagal, ibunya masih bersikap dingin jika bertemu dengan papa anak kembar itu.
6 bulan berikutnya 🦋🦋🦋
waktu yang di tunggu oleh si kembar, sudah saatnya mereka mempersiapkan diri untuk bersekolah keluar negeri melanjutkan mimpi mimpi mereka.
Tapi Adam membatalkan niatnya untuk berangkat ke luar negeri ia lebih memilih beasiswa di kota kelahirannya .
Sementara Ainun, tetap melanjutkan perjalanan nya .
__ADS_1
Meski di tentang kedua orangtua Adam tetap memilih kampus di kota nya saja ia tak mau menambah beban ibunya dan meninggalkan ibunya seorang diri di Indonesia.
Pagi hari, selesai sholat subuh, gadis mendapat kabar kalau Ainun besok akan berangkat ke luar negeri .
" Assalamualaikum umi "
" walaikumussalam nak ada apa pagi pagi sudah telpn umi ?"
"umi, Ainun mau kabari umi kalau besok Ainun jadwalnya berangkat ke luar negri umi "
" masyaallah Alhamdulillah nak, jaga dirimu baik baik disana jangan tinggalkan sholat ya "
" insyaallah umi"
" udh sholat subuh ?"
", udah umi baru aja sama papa , udah dulu ya umi assalamualaikum"
", walaikumussalam "
" bahagianya hatiku mendengar putriku akan berangkat ke luar negeri demi pendidikan , sementara putraku harus batalkan cita citanya karena ketidak mampuan ku ya Allah ampuni aku , aku blm bisa menjadi ibu yang berguna untuk anak anakku "
ucap gadis di dalam hatinya .
" Ainun barusan nelpn ya umi ?"
" iya nak "
" kapan dia berangkat umi ?"
" besok katanya , Adam gak jadi berangkat nak ?"
" Gak umi, Adam disini aja sama umi sama adik adik "
" nak " ( meletakkan tangga nya di pundak Adam)
" Jangan korban kan cita cita kamu demi umi , umi gak papa harus sendiri yang terpenting cita cita nomor satu "
" Umi Adam gak masalah walaupun harus kuliah di sini ,toh sama aja kan nanti juga akan jadi sarjana gelar yang sama Adam gak bisa jauh dari umi sama adik adik "
__ADS_1
" ya Allah nak "
Dengan haru gadis memeluk putranya , ia benar benar merasa bersalah.