
Ucapan gadis tadi malam membuat Riki tak bisa tidur malam ini ia terus terbayang ia mengkhawatirkan kondisi gadis dan kehamilan nya tapi gugatan sudah terlanjur di jatuhkan tinggal menunggu panggilan sidang saja.
Ia merenung di taman belakang rumahnya di temani secangkir kopi susu kesukaannya.
melihat sang putra termenung dan seperti ada masalah mami menghampiri nya dan berkata " ada masalah apa nak ?"
seketika Riki menoleh ke suara ibunya
"mami , gak ada kok mi "
"oh, gimana kondisi Ainun sudah sehat ?"
"sudah mi, cuma kata dokter kita harus terus cek up untuk memastikan kondisi Ainun kedepannya "
"yaa... lakukan yang terbaik untuk putrimu nak"
"iya mi "
"sidang mu bagaimana ?"
Riki terdiam " sedang dalam proses mi"
"apa sudah bulatkan tekad untuk memperjuangkan hak asuh anakmu?"
"itu yang buat Riki bimbang mi, jujur Riki gak mau anak2 pisah sama ibunya tapi sudah terlanjur jugakan Riki jatuhkan gugatan "
"(sambil mengelus pundak putranya ) nak, tanya hati kecilmu, hati kecilmu lah yang tau jawab itu "
"(menghela nafas nya) ya mi "
"apapun keputusan mu mami akan tetap mendukungnya "
"makasih mi "
...----------------...
Setelah polemik kesehatan Ainun dan ibunya mulai membaik, kembali lagi kesehatan gadis terganggu karena menerima undangan persidangan pengalihan hak asuh kedua anaknya, ia kembali stres dan terus menangis setiap melihat Ainun dan Adam.
bahkan kondisi fisiknya mulai menurun, ia jarang makan dan minum vitamin.
Sampai suatu hari, gadis di timpa musibah kembali ia harus kehilangan bayinya di dalam kandungannya yang sudah berusia 4 bulan.
Pagi itu,
setelah selesai memberi makan anak anaknya gadis merasakan sakit yang teramat sakit sampai membuatnya jatuh tersungkur ke lantai menahan kesakitan.
Sang suami menyaksikan nya melalui cctv rumah yang terhubung ke handphone nya, segera ia pulang kerumah memastikan kondisi sang istri yang sangat ia cintai dan sayangi.
Setibanya dirumah, gadis sudah tersungkur di lantai dengan wajah pucat dan tangan beserta badan yang bergetar Karena menahan kesakitan .
"ya Allah , sayang " kata anhar begitu panik setelah melihat kondisi istrinya
"kita kerumah sakit sekarang"
segera anhar menggendong istrinya ke dalam mobil dan menitipkan anak anaknya pada perawat.
"titip anak anak saya mau ke rumah sakit "
"baik pak "
__ADS_1
dengan kecepatan tinggi anhar membawa sang istri kerumah sakit.
Setibanya di rumah sakit segera mungkin gadis di tangani dokter spesialis dan masuk ruangan icu, di tangani kurang lebih setengah jam dokter keluar ruangan dengan wajah sedih lalu berkata " maaf pak, kami harus mengambil tindakan cepat demi menyelamatkan Bu gadis "
"maksdnya pak ?"
"janin yang ada di dalam rahim istri bapak sudah meninggal pak dan Bu gadis juga sudah mengalami keguguran "
"Allahuakbar"
Tubuhnya terasa lemas begitu mendengar penjelasan dokter, ia mengeluarkan handphone nya dari dalam kantong nya
dengan tatapan kosong ia di bantu bangkit oleh dokter dan perawat membatunya duduk dan memberikan air minum untuk menenangkan nya.
"tenanglah pak, semua sudah takdir dari yang kuasa " kata dokter mencoba menenangkan anhar yang masih terdiam dengan berlinang air mata
"lakukan yang terbaik untuk istri saya dok" ucapnya
"baik kalau begitu kami akan lanjutkan tindakan kami "
dokter dan perawat pun masuk kembali ke dalam ruangan tak berapa lama mereka keluar bersamaan dengan gadis yang sudah tidak sadarkan diri tergeletak lemas di atas ranjang rumah sakit lengkap dengan pakaian khas ruang operasi, mereka mendorong ranjang dimana ada gadis kedalam ruang operasi.
Sementara anhar masih tak percaya dan masih terdiam, ia menarik nafas dalam dalam kemudian menggenggam handphone nya memberi kabar ibunya tentang musibah yang menimpa mereka.
"hallo sayang "
"hallo Bu, "
"ada apa nak ?"
"gadis lagi di rumah sakit "
"iya Bu , gadis lagi di ruang operasi "
"apa gadis sakit apa ? kok sampe masuk ruang operasi ?"
"keguguran Bu"
"astaghfirullah ibu segera ke rumah sakit "
"ya Bu"
ia masih terdiam mematung entah apa yang harus ia perbuat dan lakukan.
dunia sekarang gelap ia rasakan, buah hati yang slama ini ia nantikan dan harapkan Allah ambil begitu saja.
Ada rasa marah di dalam hatinya dan rasa kecewanya di dalam dirinya teruntuk istrinya yang sudah lalai dengan kehamilan nya tapi apa boleh buat nasi sudah jadi bubur, ada hikmah di balik cobaan ini .
perlahan ia memejamkan mata menenangkan dirinya ia membukanya kembali terlihat jelas senyum manis wanita yang sedang berjuang di ruang operasi itu, ia mengusap wajahnya dan bangkit menghampiri ruangan operasi untuk menunggu sang istri di depan ruang operasi.
" astaghfirullah apa yang aku lakukan, ini sudah jalan nya aku terlalu egois, sementara istriku sedang berjuang di sana memperjuangkan hidup dan matinya "
ucapnya kembali bersemangat.
Tak berapa lama ibupun datang bersama kedua orang tua gadis mereka sangat mengkhawatirkan kondisi gadis di dalam ruang operasi.
Tiba tiba lampu di luar ruangan operasi berbunyi menandakan operasi telah selesai, tak berapa lama dokter pun keluar dari ruang operasi.
"bagaimana kondisi istri saya dok ?"
__ADS_1
"kondisi istri bapak di bawah pengaruh obat bius dan tingkat kesadaran nya 50% persen pak , kalau mau di ajak ngobrol juga boleh tapi tunggu 15 menit kedepan yah, kalau ank bapak sedang di tangani suster di dalam nanti kalau sudah selesai di mandikan dan kafani saya kabari bapak "
"trimakasih dok sudah selamatkan istri saya " menjabat tangan dokter
"sama sama pak yang sabar ya pak "
"trimaksih dok"
ucap anhar sedikit tersenyum menutupi kesedihannya.
Ibu memeluk putranya,
"yang kuat ya nak ini ujian dalam pernikahan kalian "
"iya Bu trimaksih bukankah itu yang slalu ajari anhar untuk tetap sabar saat di beri ujian sama Allah "
"ya Allah nak , iya nak sabar ya nak ibu nyakin kamu bisa melewati ini semua "
Si mertupun menghampiri anhar
"sabar nak kamu pasti kuat "
kata abi sambil memeluk anhar, di pelukan Abi anhar menangis meluapkan kesedihan nya.
"trimaksih Abi, pelukan Abi mengurangi rasa rindu anhar untuk bapak Yang sudah tenang di surga "
"aamiin nak Husnul khatimah untuk bapak yang sudah mendahului kita dan Husnul khatimah untuk cucu dan putra mu nak semoga kelak menjadi penolong untuk mu dan gadis di akhirat nanti "
" aamiin Abi "
Tiba tiba suster keluar dari dalam ruang operasi sambil membawa janin 4 bulan di tangannya yang sudah terbungkus kain kapan
"maaf pak, ini anak bapak "
"trimaksih suster "
"kalau boleh kami tau apa jenis kelamin cucu kami ?" kata ibu
"laki laki pak "
Anhar menangis lagi begitu mendengar jenis kelamin anak nya.
"Sabar nak kelak nanti akan jadi tabungan untuk kalian di akhirat " ucap umi menguatkan menantunya .
"iya umi "
anhar meminta izin pulang kerumah untuk memakamkan anaknya di belakang rumah .
sementara ibu dan kedua orangtua gadis menunggu di depan ruangan operasi dimana gadis masih terbujur lemas di dalam kamar.
"Rasanya umi gak tega lihat putri kita slalu menderita bi "
"istighfar umi, ini semua sudah kodarullah dari Allah kita hanya menjalani saja "
"astaghfirullah iya Abi "
"semoga gadis lekas pulih dan membaik lagi "
"aamiin "
__ADS_1
Sepenggal keluhan hati orangtua begitu melihat jalan dan takdir hidup anak mereka .