
Pagi itu, kondisi gadis masih lemah tapi ia harus menjaga suaminya apapun kondisinya.
ia berusaha kuat dan tegar demi kesembuhan suaminya, setiap kali niatan di hatinya datang untuk berhenti memikirkan Riki, tak berapa lama rikipun datang berkunjung kerumah sakit menemui suaminya
Tak bisa berbuat apa apa, gadis hanya menunduk kan pandangan nya untuk tidak melihat wajah dari mantan suaminya
" Bagaimana kondisi suamimu dek ?"
" sudah mulai membaik hanya saja blm sadar"
wajahnya masih trus menunduk,
" Kenapa dari tadi Abang perhatikan adek slalu menghindar untuk melihat Abang ? ada apa dek ?"
" Tunaikan tujuan aabang sebenarnya datang ke sini untuk melihat suami gadis atau yang lain ? jika yang lain silahkan keluar dari dalam ruangan ini "
Riki menelan ludahnya , ia tidak menyangka perubahan gadis dalam memperlakukan nya
" maaf dek, ini Abang bawakan buah untuk suamimu dan adek "
", trimakasih buah sudah saya terima silahkan keluar "
__ADS_1
tanpa kata lagi rikipun keluar dari dalam kamar ,hatinya benar benar sakit mendapat perlakuan demikian dari gadis .
Tiba tiba handphone ny berdering, telpon masuk dari mami
" hallo ada apa mi "
" lagi dimana ? mami lagi di resto ada sesuatu yang harus mami bicara kan sekarang"
", ya mi , Riki segera kesana "
" mami tunggu "
ternyata mami berencana untuk menjodohkan Riki dengan putri Sahabat mami yang baru saja pulang dari Madina menyelesaikan pendidikan nya disana .
langkah kaki Riki terhenti, ia flashback ke masa lalu nya pertama sekali memberanikan diri untuk melamar gadis yang baru saja ia jumpai .
" ayo duduk Riki !"
Tersadar karena Suara ibuny, rikipun duduk
" Perkenalkan ini anak saya dia duda anak 3 dan sudah menikah dua kali tapi pernikahan nya slalu gagal maka dari itu saya ingin anak saya menikah untuk yang terakhir kalinya , Rikki "
__ADS_1
" iya mi"
" perkenalkan ini putri dari sahabat mama "
" hallo nak Riki, saya sahabat dekat ibu kamu, dan ini putri saya Aidyah , dia masih gadis dan blm pernah menikah Baru menyelesaikan pendidikan nya di Madina "
Riki terdiam kagum, ia kali ini benar benar terpanah melihat matanya percis seperti gadis .
" kalau boleh kami mau ta'aruf saja dulu " sambung Riki
Mendengar keputusan Riki kedua ibu ini tampak bahagia, rencana mereka satu langkah berhasil .
Sejak pertemuan itu, Riki lebih banyJ menghabiskan waktu untuk mengaji dan beribadah Di bimbing oleh Aidyah di bawa ke pondok pesantren di kota mereka tempati.
kecocokan pun mulai terjalin di antara mereka meskipun ia jauh berbeda dengan gadis dan blm ada satu wanitpun yang mampu menggantikan posisi gadis di hatinya.
" Kalau boleh lah Aidyah tau kenapa Abang bisa bercerai dengan istri Abang yang pertama"
Riki terdiam lama, ia menutup kedua matanya dan berkata " karena kebodohan ku "
Aidhyah terdiam, ia tau pria yang ia ajak bicara ini bukan pria yang ia inginkan sebagai teman hidupny , sebagai anak yang berbakti ia hanya bisa menuruti permintaan ibunya, yang pada akhirnya ia harus bersedia menikah dengan Riki.
__ADS_1
Kabar gembirapun datang dari anhar yang sudah Sadar dari komanya, ia sudah bisa membuka kedua matanya
begitu sadar , dan melihat gadis di sebelah nya anhar hanya terdiam ia teringat doa istrinya itu .