
Rasa bahagia bercampur haru, menghampiri gadis begitu mendengar kabar kehamilan menantunya ia senang karena tidak lama lagi dirinya akan menjadi seorang nenek .
Seperti biasanya sebelum menjelang sholat ashar, gadis membawa kedua anaknya Ibrahim dan Maryam ke masjid untuk mengikuti pengajian seperti biasanya.
Sesampainya di masjid, gadis teringat putrinya Ainun yang sebentar lagi akan menikah untuk ikut mendengarkan ceramah ustadz.
" sebentar nak, umi mau Telpon mbak Ainun dulu ya "
" ada apa umi ?"
" umi mau minta kak Ainun datang ke sini nak"
gadis mengeluarkan sebuah handphone jadul dari dalam tas pengajian yang ia bawa .
" assalamualaikum nak "
" walaikumussalam umi, ada apa umi ?"
" kakak lagi sibuk gak sayang hari ini ?"
" mmmm... Gak umi Ainun lagi tiduran aja di kamar emangnya ada apa umi ? Umi mau Ainun jemput atau Ainun antar kemana umi ?"
" gak ! Gak sayang , umi gak mau kemana mana ini umi lagi di masjid mau mendengar kan ceramah "
" masyallah umi disana sama siapa umi ?"
" sama adik adikmu Ibrahim dan Maryam , begini nak kalau kakak gak lagi sibuk, kakak mau gak datang ke sini "
" ya ampun umi, mau dong Ainun juga bosen di dalam kamar terus Ainun kesana ya umi "
" iya nak, hati hati di jalan ya "
" siap bidadari surga ku "
Ainun bergegas ke masjid yang umi katakan.
begitu keluar rumah , ia berpapasan dengan supir pribadi papanya
" selamat siang non "
" siang pak "
" waahh... non Ainun mau kemana non cantik sekali "
" trimakasih, saya mau ke masjid Al - naas pak di jalan raya merdeka barat pak Deket kok"
" bapak antar ya non , gak baik calon pengantin keluyuran bawa mobil sendiri an , katanya pamali non "
" Hahaha" Ainun tertawa kecil di depan mamang yang masih mempercayai mitos jaman dulu.
" astaghfirullah ini udah 2023 loh pak masih percaya yang kayak gitu "
"tapi non itu benar benar terjadi non, pengantin sebelum hari pernikahan nya dilarang pergi kemana mana sendirian , makanya harus di pinggit non sampai hari h pernikahan nya "
"haduuuh makasih ya pak buat sarannya tapi beneran deh pak, saya benar benar harus hati hati kok, dan saya harus pergi kasihan umi disana gak punya teman dan siapa siapa udah gak papa kok , saya pasti baik baik saja kok pak "
" haduuuh perasaan saya jadi gak enak, pamali kalau mau nikah keluyuran gitu "
__ADS_1
Benar saja firasat gadis yang menunggu kedatangan putrinya ikut tidak tenang di dalam masjid ia terbayang wajah Ainun, ia tampak gelisah .
" Ainun udah dimana ya kok perasaan aku gak enak ya Allah " ucap gadis di dalam hatinya .
Kegelisahan gadis di sadari oleh putranya Maryam
" umi kenapa umi, umi lagi cariin siapa ?"
" gak cari siapa siapa kok nak "
" kok Ainun blm sampai ya dia dimana ya , ya Allah lindungi anak ku dimana pun dia berada "
kata hati gadis yang mengkhawatirkan keberadaan putrinya .
Tiba tiba saja hujan turun begitu deras, Ainun blm sampai ke masjid di tengah perjalanan saat melewati hutan tiba tiba saja ia kehilangan kendali karena kabut dan menabrak pohon di pinggir jalan .
Kebetulan Yusuf melintas di sebelah mobil yang di tumpangi oleh Ainun , beliau segera membantu Ainun meskipun ia basah kuyup karena air hujan .
Ainun masih sadar dan melihat yusuf yang membantunya untuk keluar dari dalam mobil
" mohon maaf mohon maaf saya terpaksa sentuh kamu" ucap yusuf saat akan mengangkat tubuh Ainun yang terjepit didalam mobil .
Ia berusaha meraih handphone nya didalam mobil ,
" apa yang kamu cari nak ?"
Tanya yusuf setelah meletakkan tubuh Ainun di sebelah mobil nya bersandar dengan batu didekat mereka.
" handphone, handphone " ucap Ainun berpulang kali dengan suara terbata bata
" tunggu sebentar biar saya ambilkan " Yusuf kembali ke dalam mobil yang sudah ringsek tak berbentuk itu berusaha mengambil handphone Ainun.
usahanya tidak sia sia akhirnya dia berhasil mendapatkan handphone Ainun .
" nak nak, maaf apa kamu masih sadar "
Yusuf menepuk tangan Ainun yang sudah hampir setengah sadar .
" umi umi umi " ucap Ainun berulang dengan mata nya setengah terbuka .
sepertinya yusuf tau maksud yang di katakan oleh gadis yang ia selamat kan itu, ia menempelkan jari gadis itu ke layar handphonenya seketika handphone nya terbuka dan segera mungkin ia mencari nama seperti yang di sebut kan oleh gadis itu .
Yusuf kembali di buat kaget begitu melihat foto wanita yang tidak asing baginya bersama anak yang pernah bertemu dengannya waktu itu .
" apa ini foto gadis ? Tapi bisa saja cuma mirip tapi kok aku merasa nyakin kalau ini gadis dari matanya, haaa.. Sudahlah nanti saja , sebaiknya aku dahulukan mengabari keluarga dia "
" assalamualaikum "
" walaikumussalam, ini handphone putri saya kok bisa ada Suara laki laki , kamu siapa ?"
" tenang dulu Bu, saya mau mengabarkan kalau putri ibu mengalami kecelakaan tunggal"
" astaghfirullah, kamu jangan bercanda saya mohon jangan main main kamu "
" kalau ibu tidak percaya ibu datang saja ke " menyebutkan alamat kecelakaan itu kemudian menutup telpn .
seketika tubuh gadis melemah, ia tersungkur ke tanah di depan masjid .
__ADS_1
" cobaan apalagi ini ya Allah "
Gadis kemudian mengabari mantan suaminya dan keluarga yang lain agar segera menuju rumah sakit, gadis pun segera menuju ke alamat yang di berikan laki laki tadi .
" umi mau kemana ?"
" sayang, umi harus pergi dulu, umi minta maaf gak bisa ikut pengajian sama kalian dulu ya, umi minta Ibrahim masuk kedalam tetap ikuti dan umi akan kembali jmput kalian kalau semua sudah beres ya nak "
" ada apa umi ? Apa yang terjadi sama kak Ainun "
Umi menarik nafasnya dan tersenyum pada kedua anak anaknya
" doakan saja semoga semua baik baik saja "
" hati hati umi "
gadis bergegas ke lokasi kecelakaan, benar saja begitu sampai di lokasi yang tidak jauh dari masjid , air matanya semakin tidak terbendung lagi saat melihat dari dalam mobil keadaan mobil yang di tumpangi putrinya ringsek.
" ya Allah , mana putriku "
gadis berlari menghampiri ainun saat akan di masukkan kedalam ambulance .
" siapa yang ikut mendampingi korban ?"
" saya saja , saya ibu nya "
" baik, silahkan Bu "
" saya juga ikut " timpal Yusuf masuk ke dalam ambulance
Gadis terus menggenggam erat tangan putrinya yang sudah berlumuran darah dan tubuh yang lemah .
" maafkan umi nak maafkan umi seandainya umi tidak meminta kamu datang semua ini tidak akan terjadi"
" apa ini kamu gadis ?"
gadis terdiam kemudian menoleh ke arah suara di hadapannya
" yaaa... Trimakasih sudah selamat kan putriku "
" sama sama semoga tidak terjadi apa apa pada putrimu gadis "
" aamiin "
Di rumah sakit mereka di sambut oleh keluarga mantan suaminya yang ikut menunggu kedatangan mereka .
Tangisan mengiri Ainun masuk kedalam ruang bedah .
" tolong dok tolong selamatkan putirku " ucap Riki yang ikut panik mencemaskan kondisi Ainun .
" kita sama sama berdoa ya pak, pasien harus segera kami operasi karena luka di kepala dan di tubuhnya terus mengeluarkan darah kalau tidak di tangani saya takut berakibat fatal "
" lakukan apapun yang terbaik untuk putriku "
" kasihan nya cucuku, dia pasti takut sama jarum , di suntik saja dia takut apalagi sampai berhadapan dengan jarum dan alat operasi ya tuhan"
" apa yang sebenarnya terjadi gadis kenapa bisa bisanya Ainun sampai kecelakaan begini "
__ADS_1
" maafkan aku mas aku tadi telpon Ainun untuk mengikuti pengajian"
" astaga " Riki menepuk keningnya