
selesai di tangani dokter, anhar keluar dari kamar melihat Riki masih di luar ruangan menunggu kabar dari nya, langkah anhar terhenti begitu lewat di hadapan Riki.
"Maafin gue bro" ucap Riki dengan nada lembut
tak menghiraukan permintaan maaf Riki, anhar hanya menoleh memberi tatapan tajam penuh dendam lalu membuang muka dan melanjutkan langkahnya menuju kamar dimana sang istri di rawat.
"nak" ucap ibu
"ada apa bu ?"
"apa gak sebaiknya maafkan saja dia, jangan dendam nak anggap ini ujian dari Allah "
"untuk saat ini anhar blm bisa maafkan Bu"
"sudahlah nak, ini sudah jalan dari Allah, jangan terbelenggu bisikan setan"
"entahlah Bu, rasanya aku masih ingin memastikan kondisi istri anhar dulu kalau sudah membaik kita lihat aja kedepannya gimana "
ibu hanya terdiam mendengar perkataan putranya, beliau tau bagaimana sifat anhar tak jauh beda dengan almarhum suaminya.
saat ketiga keluarga ini sedang menunggu tiba tiba suster yang bertugas mengawasi istrinya di dalam kamar tiba-tiba keluar dari ruangan dimana gadis di rawat.
Anhar pun berdiri tak sabar mendengar keadaan istrinya
"permisi, atas nama bapak Riki disini yang mana ? "
dengan bingung dan dahi berkerut anhar bertanya " maaf suster saya suaminya bukan bernama riki "
"mohon maaf pak ,pasien dari tadi mengigau nama Riki "
Anhar lemas dan terduduk kembali begitu mendengar suster.
" pak Riki bisa ikut saya masuk ?"
"bi "
"maaf suster, saya tidak izinkan lelaki yang bukan mahramnya istri saya masuk menemui istri saya yang sedang sakit tanpa cadarnya "
"nak anhar , biarkan saja dulu nak Riki masuk menemui gadis mana tau bisa jadi obat untuk nak gadis " ucap Abi yang berdiri di belakang anhar
Tak dapat menyangkal lagi ia hanya mengangguk mengizinkan Riki untuk masuk.
Rikipun. masuk dan menemui gadis yang masih lemas dan memejam kan mata yang terus memanggil namanya
"bang Riki bang bang "
"silahkan pak berikan respon kalau bapak sudah ada di sebelah pasien "
__ADS_1
"trimaksih sus "
Riki terdiam mematung ia kebingungan apa yang harus ia lakukan ?
tangannya terasa berat Untuk menyentuh tangan gadis ia pun duduk di sebelah gadis
dengan mata berkaca-kaca ia kembali teringat kebodohan nya di masa lalu yang sudah menyia yiakan wanita secantik gadis dan sebaik gadis bahkan ia terus menyiksa nya sampai sekarang ia benar benar merasa bersalah.
Perlahan ia mencoba memberi isyarat pada gadis tentang keberadaan nya
perlahan ia berkata " dek Abang disini " ucapnya tanpa menyentuh gadis
perlahan-lahan mata gadis terbuka ia melihat Riki dengan dalam sambil melempar senyuman kepada nya.
" Assalamualaikum bang ?" ucap gadis mengulurkan tangannya berniat menjabat tangan Riki, mendapat perlakuan demikian Riki hanya diam dan sedikit tersenyum pada gadis
" walaikumussalam dek " ucap Riki meganggukkan kepalanya
gadis menoleh ke kanan dan kekiri
"adek nyari siapa ? "
"Adam sama Ainun bang ?"
"Adam sama Ainun sama suster dirumah "
Riki terdiam "apa gadis lupa ingatan setelah sadar dari komanya ?"
kata Riki dalam hati
"adek habis keguguran dek"
"apa bang gadis keguguran anak kita ?"
Riki semakin bingung dan semakin merasa tak tenang ia meminta izin pada gadis untuk keluar dari kamar
"Abang keluar dulu ya dek Abang mau ke toilet sebentar "
"oh ia bang nanti Abang balik lagi kan ? "
"iya nanti Abang balik lagi "
saat Riki beranjak pergi, tiba tiba gadis menahan tangannya dan berkata " jangan tinggalin gadis bang "
Riki terdiam memandangi gadis air matanya menetes tanpa ia sadari, tak menjawab Riki hanya mengangguk an kepalanya dan pergi.
Setelah berada di depan ruangan gadis, Riki meneteskan air matanya kembali ia menghampiri keluarga nya dan yang lain.
__ADS_1
"bagaimana kondisi gadis ? " kata omah
"kondisi gadis baik baik saja"
"Alhamdulillah " ucap semua orang secara bersamaan.
"tapi "
"tapi apa Riki "
"tapi gadis lupa ingatan "
"apa! lu ngarang kan lu nyari kesempatan buat ngambil hati istri gue dengan cara racuni pikiran dia "
"sudah anhar sudah tenangkan dirimu !" kata abi menenangkan anhar.
" saya juga gak tau kenapa bisa gadis lupa semua yang terjadi dia cuma ingat aku Adam dan Ainun, dan dia gak tau apa. yang sudah terjadi selama ini "
"gak gak mungkin, gak mungkin gadis lupa soal aku dan pernikahan kami" ucap anhar memaksa masuk ke dalam menemui gadis.
Setelah berhasil masuk , anhar berdiri di pintu dengan berlinang air mata ia berjalan menghampiri istrinya yang tak ingat siapa dirinya.
"Siapa kamu ?, mau apa kamu masuk ke kamar ku ? " kata gadis panik melihat orang asing berada di dalam kamarnya.
"Ini aku anhar "
"anhar ? siapa itu aku gak kenal "
"sayang, "
"sayang kamu jangan macem macem ya aku panggil satpam kamu !"
"aku anhar suami kamu sayang "
"gak keluar sana kamu orang gila aku sudah punya suami suami aku Riki bukan anhar "
Anhar memeluk gadis mencoba menenangkan nya
"sayang ini aku anhar suami kamu yang sebenarnya bukan Riki , Riki itu "
Tiba tiba Riki masuk melihat anhar memeluk paksa gadis yang meronta ronta meminta di lepasnya di tambah lagi melihat darah naik di selang jarum infus gadis Riki menarik badan anhar menjauh dari gadis .
Mengetahui Riki menarik nya anhar semakin emosi ia menarik kera baju yang Riki kenakan
" apa maksud kamu ! kamu mau deketin istri saya lagi kamu mau ambil hati istri saya lagi !!!"
"sabar bro, sabar lu belakangan dulu cemburu lu lihat gadis kesakitan lihat itu selang infusnya darahnya sudah naik hampir separuh nya bro apa lu gak kasihan sama dia "
__ADS_1
Anhar terdiam dan sedikit tenang begitu melihat selang infus yang penuh dengan darah gadis ia takut sang istri semakin down dan tertekan ia memilih keluar ruangan saja.