
Mendengar kabar kalau cucunya terpecah belah, ibu mertua merasa sedikit bersalah.
ia mendatangi rumah gadis bukannya meminta maaf dan tidak menyalahkan gadis terus menerus malah dia meminta Ibrahim secara paksa untuk tinggal bersama nya alasannya karena Ibrahim anak dari anaknya sebagai pengganti dan penawar rindu untuk putranya yang sudah tiada.
Sesampainya dirumah gadis, beliau langsung masuk tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.
" Mana anak anak ?"
" Adam di kamar Bu, Ainun sudah ikut sama bang Riki, Ibrahim juga di kamar sama Maryam ada apa Bu ?"
" saya mau bawa Ibrahim untuk tinggal bersama saya "
" loh kenapa Bu, ibrahimkan masih kecil jangan di pisahkan dari gadis Bu"
" gadis, saya rindu sekali sama putra saya jadi wajar dong saya bawa cucu saya untuk tinggal bersama saya di rumah sebagai penawar rindu saya "
" gadis tau Bu, tapi kan Ibrahim masih terlalu dini untuk di pisahkan dari gadis Bu"
" aduuuuh... udah deh gadis gak usah lebay, nanti jugakan kamu senang kalau Ibrahim ibu bawa kamu kan bisa bebas kemana saja "
" ya Allah Bu, jangan ambil Ibrahim dari gadis Bu , gadis mohon "
" mana Ibrahim , Ibrahim Ibrahim "
Tak menghiraukan menantunya , ia terus memanggil nama Ibrahim , Ibrahim pun keluar dari dalam kamar di ikuti Adam yang juga ikut keluar dari dalam kamar karena mendengar keributan di luar.
" Nenek "
melihat neneknya datang Ibrahim berlari sambil memeluk nenek nya
" sayang, Ibrahim lagi apa nak ?"
" Ibrahim lagi main sama adek Maryam , nenek kok ke sini ?"
" nenek mau jmpt Ibrahim nak , Ibrahim maukan nginap dirumah nenek , nanti nenek beliin eskrim , beliin cokelat yang banyak"
" gak mau nek, ibrahim gak suka eskrim dan cokelat gak baik buat kesehatan badan Ibrahim dan gigi kata umi"
Ibu mertua melihat gadis dengan tatapan tajam bak seperti macan yang ingin menerkam mangsanya.
" Kalau begitu ibrahim pengen apa ?"
" Ibrahim pengen bobo sama umi aja nek"
Nenek semakin jengkel mendengar jawaban ibrahim.
" barusan kak Ainun pergi di bawa sama papa, umi sedih nangis terus nanti Ibrahim pergi siapa yang jaga umi kalau ada orang jahat yang jahatin umi "
" kamu ajarin apa sama Ibrahim sampai sampai dia menolak ikut kerumah saya "
__ADS_1
" gadis gak ajarin Ibrahim apa apa Bu"
" keterlaluan kamu , kamu sudah pisah saya dengan anak saya terus kamu mau pisahkan saya dengan cucu saya , gak akan biarkan kelakuan busuk kamu "
" nek, Adam mohon jangan sakiti umi terus "
" diam kamu Adam ! kamu gak ada hak buat ngelarang saya , asal kamu tau kamu itu cuma orang lain dirumah ini, nasib kamu udah beruntung bertemu anak saya yang menerima kalian apa adanya , tapi kalian yang tidak tau diri "
Tak tahan dengan penghinaan nenek, Adam membulatkan tinjunya, tau putranya sedang emosi gadis mendekapnya dan berkata
" Adam, Adam sayang dengar umi jangan terpancing ya "
" Saya tau tujuan ibu kamu cuma untuk harta peninggalannya anak saya, cuma itu karena ibu kalian tidak punya keahlian apa apa dia cuma berharap di kasihani dan menikmati harta anak saya, dengan cara memanfaatkan Adam dan Maryam cucu saya "
" hentikan nek "
Adam membentak neneknya dengan nada tinggi
" Adam sayang, jangan terpancing "
" hentikan nek, selama ini Adam diam saja waktu nenek menginjak injak umi, waktu nenek menghina umi tapi kali ini Adam gak bisa diam"
" hahahha....kamu pikir saya takut ?"
"Bu gadis mohon jangan terusin ya "
" Kamu kenapa gadis, kamu tersinggung apa yang saya bilang itukan kenyataan nya memang kalian seperti itu kalian mau ngelak"
" Maaf kalau selama ini gadis cuma menjadi beban untuk almarhum ,silahkan ibu menghina gadis Sampai ibu puas, tapi jangan pernah hina anak anak gadis, gadis gak akan terima Bu, dan untuk mengurangi beban dari almarhum gadis memutuskan untuk angkat kaki dari rumah ini, semua harta peninggalan almarhum sama sekali tidak pernah gadis harapkan,tunggu sebentar ya Bu "
gadis masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil beberapa dokumen penting termasuk sertifikat rumah, butik dan tabungan suaminya sewaktu masih hidup.
Ia menangis saat mengumpulkan dokumen milik almarhum suaminya melihat setiap sudut ruangan dimana ia tidur bersama anak dan suaminya sekarang dia harus meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan ini
" Maafkan, aku mas aku terpaksa mengambil keputusan ini demi kebaikan ku dan anak anak , meskipun aku gak sanggup mas harus pergi dari rumah kita ini, banyak kenangan yang kita lewati disini mas "
Terbayang masa lalu sewaktu suaminya masih hidup dan pertama sekali membeli rumah untuk istrinya di hari ulangtahun gadis.
dengan mata tertutup, anhar membawa istrinya kesebuah tempat
" Ada apa sih abi kok pake di tutup segala "
" ada deh Abi punya hadiah ulangtahun untuk umi pasti umi senang "
Merekapun berhenti di suatu tempat, dan perlahan anhar membuka penutup mata istrinya dan berkata " supriseeee"
" ini rumah siapa Abi ?"
" ini rumah siapa ya ? rumah kamu dong sayang "
__ADS_1
" ha,, ini rumah aku gede baget "
" ini kado ulangtahun dari aku untuk istriku tercinta besok kita udah pindah ke sini dan gak tinggal sama ibu lagi "
" ya ampun makasih ya mas "
" iya sayang kamu jaga rumah ini karena dirumah ini nantinya akan jadi kenangan manis saat saat kita bersama "
" iya mas aku janji "
Gadis menyeka air matanya ia keluar kamar dengan membawa dokumen dokumen penting itu
" Ini Bu "
ucapnya menyodorkan dokumen itu di hadapan ibu mertuanya
" Apa ini "
" ini dokumen sertifikat, rumah butik dan tanah ini saya kembalikan pada ibu Karena saya gak ada hak untuk itu "
" bagus deh kalau kamu sadar diri jadi kapan kalian pergi dari sini "
" secepatnya Bu, berikan kami waktu untuk beres beres barang barang kami setelah itu kami baru pergi "
" ya bagus, ya sudah saya mau pulang aja nanti sore saya datang lagi "
" iya Bu "
" kenapa umi kasih semuanya untuk nenek "
" Adam,.biar lah nanti juga kalau ada rezekinya kita bisa beli sendiri "
" tapi umi itu milik umi, perhiasan yang Abi berikan setiap Abi pulang dari luar kota juga umi berikan pada nenek "
" biarlah sayang itu tidak ada arti untuk umi di banding kalian "
Dengan rasa haru Adam memeluk ibunya,
" Yang sabar ya umi yang kuat "
" iya nak umi pasti kuat karena ada kalian di samping umi kalian harga yang paling berharga bagi umi "
" maafin Adam cuma buat beban sama umi"
", sama sekali umi gak pernah di Bebani nak "
" Adam janji Adam akan cari kerja buat bantu perekonomian kita umi "
" gak usah Adam kan tugasnya sekolah "
__ADS_1
" kalau gitu Adam cancel aja beasiswa Adam yang ke luar negeri "
"jaaangan nak lanjut ya umi janji akan tanggung jawabi semuanya "