
Selesai transfusi darah ke Agnes 1 kantong yaitu darahnya gadis, Riki dan yang lain kembali menunggu hasil test DNA Bayi perempuan nya
keluarlah seorang perawat membawa sebuah amplop kuning bersama dengan dokter Ardi SpOG yang sudah menangani istri dan anaknya.
"maaf pak sudah lama menunggu ini hasil testnya baru keluar apapun hasilnya semoga hasilnya bisa kita trima "
"baik dok " ucap semua bersamaan .
" ini hasilnya pak silakan di periksa dulu"
"trimakasih dok " ucap Riki perlahan membuka dan membaca hasil nya wajahnya berubah saat ia membaca tulisan negatif
"jadi bayi yang di lahirkan istri saya bukan anak kandung saya dok ?"
"menurut penelitian iya pak , kalau ada yang blm jelas bisa tanyakan saya langsung ke ruangan ya pak , oh ia Bu Agnes sudah sadarkan diri tapi tolong jangan sering di ajak ngobrol dulu ya "
"iya dok "
"Rasa gak adil tuhan terus nguji aku mi " ucap Riki di pelukan mami nya
"husst gk boleh ngeluh gitu sayang"
"Riki pengen bahagia mi ini udah datang lagi cobaan jadi bayi itu anak siapa kenapa Riki di jebak gini "
" Sabar nak tunggu istrimu sehat tanyakan kedia langsung ya "
tiba tiba kedua orang Agnes datang
"gimana keadaan Agnes ?"
"Alhamdulillah Agnes sudah melahirkan pak cucu kita perempuan " ucap papip yang berjiwa netral
"Alhamdulillah syukurlah, dimana cucu saya mau lihat "
__ADS_1
"di ruangan Bayi pak kita blm bisa jeguk pak"
"oh blm bisa kalau gitu kondisi anak saya sudah gimana ?"
" sudah siuman dan lagi d bawah pengaruh obat bius pak"
"oh...syukurlah kalau semua baik baik saja "
Riki berdiri dari tempat duduknya menarik papi mertuanya menjauh dari yang lain
dia menempelkan amplop hasil test DNA di dada mertuanya
"apa ini nak riki ?"
"baca aja "
papi terlihat ketakutan ia membaca isi surat yang Riki berikan wajahnya seketika berubah begitu melihat hasil dari test DNA itu .
"papi, papi , papi gak tau "
"papi tolong jawab jujur apa betul bayi itu bukan anak kandung ku ?"
" papi papi gak tau "
"papi tolong jawab jujur "
"papi gak tau "
"papi... jawab jujur !!! " Riki membentak mertuanya dengan penuh kemarahan
"Riki, blm waktunya tunggu istrimu sadar nak tanyakan langsung ke istrimu " ucap mami yang tiba tiba datang dan melerai pertikaian keduanya.
Riki menarik nafas menahan emosinya ia harus bersabar menunggu keadaan sang istri sehat dulu baru ia tanyakan perihal siapa ayah dari anak yang ia lahirkan.
__ADS_1
4 hari di rumah sakit keadaan Agnes mulai membaik begitu juga bayi kecil nya .
dokter juga sudah mengizinkan mereka untuk pulang kerumah .
" sayang tolong gendong Airin dong aku mau ke kamar mandi "
"taro di kasur aja aku lagi sibuk " ucap Riki
"kamu kenapa sih aku lihat semenjak Airin lahir slalu nolak buat ngendong dia"
"bukannya aku nolak cuma aku lagi sibuk"
"sesibuk itu kah sampai ngendong anak sendiri gak bisa ?"
"anak sendiri ,maksud kamu apa ?"
"yaa... anak kamu sendiri kan ini ."
"aku gak bisa gendong bayi gak berani "
"belajar dong sayang "
"kamu aja deh itukan tugas kamu "
"ih nyebelin deh , Airin disini dulu ya sayang Mimi ke kamar mandi dulu "
Riki melirik bayi di sebelahnya
"maafin pipi Airin bukannya pipi gak mau sama kamu nak pipi mau ngurus kamu walaupun kamu bukan anak kandung pipi ,pipi tetap sayang kamu nak "
bisik nya di sambil sesekali mengelus kepala bayi mugil itu.
__ADS_1