Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Bukti kebusukan Agnes mulai tercium


__ADS_3

"oh mami pikir ada apa "


"gak ada apa apa kok mi"


tangan mami mengelus perut Agnes seraya berkata " kalau bumil gak boleh stress kasihan baby nya di dalam ikut stres "


"iya mi Agnes gak stres kok mi"


"ya udah deh kalau gitu mami ke depan lagi


jangan lama lama di toilet gak bagus "


"iya mi"


mamipun pergi dari toilet kembali ke ruangan omah


"tumben mami baik, aku harus hati hati jangan jangan omah udah cerita banyak" cetusnya di depan kaca penuh kecemasan.


Setelah merasa tenang ia pun kembali ke ruangan rawat omah.


melihat kedatangan Agnes ke ruangannya omah sangat ketakutan ia masih trauma dengan perlakuan Agnes padanya.


"ngapain kamu masih d sini?"


"omah.. Agnes kan mau lihat omah "


"gak , gak usah suruh dia pulang "


"kok omah gitu "


"gak mau suruh dia pulang nanti dia bunuh omah"


"astaghfirullah , ini Agnes omah bukannya dulu omah sayang baget sama Agnes ?"


"dia jahat , dia jahat" ucap omah berulang ulang sehingga menimbulkan rasa curiga di hati Riki


"omah ini Agnes dia gak jahat" ucap Riki mencoba menenangkan omah ,


melihat reaksi omah yang terus terusan mengatakan Agnes jahat Riki menarik tangan q di depan orangtuanya membawanya keluar kamar ruangan .


"auww... sakit sayang lepasin"


" apa yang udah kamu perbuat sama omah?"

__ADS_1


Agnes terdiam melihat tatapan mata Riki yang penuh amarah.


"a..aku gak ngelakuin apa apa sayang"


"kenapa omah sampe trauma baget ngeliat kamu kalau kamu gak ada macam macam sama omah "


ucap Riki yang terus memegang lengan Agnes dengan kuat


"auww... sakit sayang, aku gak ada ngelakuin apa apa sama omah"


melihat Agnes kesakitan Riki melepas lengan Agnes dan menunjuk nya lalu berkata " awas kalau sampai aku tau apa yang sudah lu perbuat sama omah "


ucapnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Agnes yang masih kesakitan bercampur rasa takut .


Setelah beberapa hari di rumah sakit keadaan omah mulai membaik dan sudah di izinkan pulang oleh dokter .


sebelum pulang kerumah omahpun meminta untuk singgah terlebih dahulu ke kontrakan gadis.


"omah mau ke kontrakan gadis mau lihat Ainun sama Adam"


"tumben baget mama kamu pip" bisik mami yang duduk di sebelah papi


"husst.. mungkin mama udah sadar mi mana yang baik dan yang buruk"


"syukur deh pip mami juga ikut senang"


"boleh ma" sahut papip


setelah mendapat izin omah berhenti di toko buah di pinggir jalan untuk membeli buah buahan dan mainan untuk buyutnya .


"banyak baget omah" ucap Riki yang kaget melihat banyak nya mainan yang omah bawa keluar dari supermarket


"ini buat Ainun sama Adam "


ucap omah dengan santainya membawa mainan masuk ke dalam mobil


Sesampainya di kontrakan gadis, disana ternyata ada Anhar yang sedang bermain dengan anak anak gadis yang baru bisa duduk dan merangkak .


melihat kedatangan mobil mantan suami gadis Anhar berdiri sambil menggendong kedua anak gadis


"kok ada laki laki disini ?" tanya mami yang blm mengenal Anhar


"oh itu teman gadis mi udh di anggap saudara juga sama gadis nama nya Anhar dia teman aku juga mi "

__ADS_1


"oh.. syukurlah pikiran mami tadi udah lain"


"iya mi ayo kita masuk" ucap Riki


"apa kabar bro ?" kata Anhar berjabat tangan dengan Riki


"baik bro, Ainun sayang Adam sayang sini anak anak papa " kata Riki mencoba mengambil alih Ainun dan Adam dari tangan Anhar dan seketika kedua anak ini menangis begitu lepas dari pelukan Anhar sepertinya mereka tidak mengenali ayah kandung mereka namanya juga masih bayi 😅🤦


apa karena si papa sibuk ngurusi acara pernikahan nya sampai lupa dengan anak anaknya entahlah... Sabar ya pa, Ainun sama dan lagi khilaf .


Tak berapa lama gadis dan Khalifah pun keluar dari dalam rumah melihat kedatangan kami gadis berlari menghampiri kami


"assalamualaikum nak gadis " ucap mami seraya memeluk gadis


"walaikumsalam mi, papip," sahut gadis dengan hangat penuh kesopanan nya.


"gimana kabar mu nak ?" tanya papip


"baik papip "


"assalamualaikum,, ga,dis" ucap omah terbata bata


"walaikumsalam omah, omah kenapa kok kepalanya di perban ?"


"kita baru pulang dari rumah sakit, omah jatuh di depan gedung pernikahan Riki "


"allohuakbar , jadi gimana kondisi omah sekarang ?"


"sudah mendingan kok cuma tinggal pusing nya saja sedikit, oh iya ini omah bawakan mainan, makan buah juga buat kalian"


ucap omah menyodorkan makanan yang ia bawa


"masyaallah trimakasih omah"


"sama sama , oh iya gadis saya, saya , saya minta maaf selama ini udah jahat sekali sama kamu"


"gak papa omah gadis gak ngerasa omah jahatin sedikit pun"


mendengar perkataan gadis omah menangis lalu memeluk gadis dengan hangat ia menangis di pelukan gadis menyesali perbuatannya selama ini.


"aku selama ini salah sudah jahat sama wanita baik seperti mu "


"sudahlah omah gadis gak pernah omah jahatin loh omah itu baik di mata gadis"

__ADS_1


"ya Allah gadis "


Melihat perlakuan omah ke gadis keluarga nya merasa bahagia, dan berharap gadis bisa kembali rujuk dengan Riki membina rumah tangga yang bahagia tapi nasi sudah menjadi bubur besok acara pernikahan Riki dan Agnes akan di gelar semua persiapan juga sudah tersusun rapi udangan sudah di sebar luas . jika di batalkan juga akan percuma gadis masih menolak ajakan rujuk dari mantan suaminya .


__ADS_2