
Ainun perlahan menjauhi Arya , ia nyakin setelah kejadian yang menimpa nya Arya akan meninggalkan begitu saja .
demi melindungi hatinya, Ainun belajar untuk melepaskan Arya.
Gelagat Ainun yang ingin menjauhinya disadari oleh Arya
" kamu kenapa sih, setiap kali aku datang kesini kamu slalu pura pura tidur padahal tadi sebelum aku masuk kesini aku lihat kamu di kaca masih mainin Handphone , salah aku apa sih nun "
Ainun perlahan membuka kedua matanya
" kamu gak ada salah apa apa ya, kamu baik baget sama aku , udah ngerawat aku makasih ya"
" itu udh jadi tugas aku Ainun, kamu calon istri aku"
" tapi aku rasa itu dulu ya, sekarang gak lagi "
" maksud nya "
Ainun perlahan melepaskan cincin pertunangan mereka dari jari manisnya.
" Knp di lepas nun, apa cincinnya kekecilan bisa aku tukar dan perbaiki "
" gak kok, ini cincin nya aku kembalikan "
" apa , apa maksud kamu nun , kenapa tiba tiba kamu kembaliin cincin ini "
" aku gak mungkin lanjutin pernikahan ini, kamu lihat sendiri kondisi aku seperti ini, mustahil kamu masih mau menerima aku apa adanya "
" astaga kok bisa kamu sampai mikir seperti itu Ainun, aku cinta sama kamu aku sayang, perjuangan cinta kita sudah kita lewati loh Ainun dari dulu, ini saat nya ini berdiri di puncak kebahagiaan dari perjuangan kita kenapa kamu malah dorong aku ke jurang Ainun , apa salah aku "
" aku gak bisa Arya plies trima keputusan aku!!!"
Ainun meninggikan suaranya, Arya terdiam seribu bahasa ia benar benar tidak bisa berbuat apa apa selain hanya meneteskan air mata .
" silahkan keluar aku mau istirahat "
" Ainun dengarin aku "
" aku mohon Arya keluar sekarang!!!"
Arya pun mengalah untuk keluar dari ruangan dengan cincin masih di tangannya .
di depan kamar Ainun, Arya menangis sejadi jadinya ia benar benar terpukul dengan keputusan Ainun.
" kenapa bisa bisanya kamu punya pikiran seperti itu Ainun, aku tulus mencintai kamu "
larut dalam kesedihan Arya tidak menyadari keberadaan gadis, calon ibu mertuanya yang melihat Arya menangis begitu keluar dari dalam kamar dimana Ainun di rawat, beliau menghampiri nya dan berkata " assalamualaikum "
Seketika Arya menyeka air matanya dan melemparkan senyuman di wajahnya .
" umi , walaikumsalam " ucap Arya berdiri sambil membungkukkan badannya
" ada apa nak Arya kenapa ibu lihat kamu menangis begitu keluar dari dalam kamar Ainun"
Arya menarik nafasnya dalam, dan tersenyum kembali " gak ada apa apa umi, syukurlah umi udah pulang Arya pamit ya umi titip Ainun kalau ada apa apa kabari Arya "
Saat Arya ingin pulang, Ainun tak sengaja melihat cincin di tangan Arya
" tunggu sebentar Arya "
Langkah Arya terhenti,
" ada apa umi ?"
" apa yang kamu sembunyikan di tanganmu nak?"
Arya tersenyum " gak ada apa apa umi "
__ADS_1
" Arya, saya calon ibu mertua kamu yang kelak akan jadi ibu kamu juga kan, ada apa yang sebenarnya terjadi kenapa cincin milik Ainun ada di tangan kamu ?"
Tak punya alasan lagi untuk berkelit Arya terpaksa berterus terang pada gadis
" maafkan Arya umi, Arya berbohong, ini cincin milik Ainun dia bilang dia memutuskan untuk tidak melanjutkan pernikahan kami lagi "
" astaghfirullah, kenapa ?"
" entahlah umi, Ainun slalu bilang dia tidak pantas untuk ku , demi apapun umi aku sangat mencintai Ainun, aku tulus menyayangi dia umi aku gak memandang kekurangan fisik dia aku tulus umi, kalau sampai Ainun memutuskan semuanya aku gak tau apa yang akan terjadi pada ku umi "
" tenanglah nak sebentar, umi coba beri tahu papi Riki dulu bagiamana pendapat dia "
" trimakasih umi "
Gadis menjauh dari Arya untuk meminta Riki datang kerumah sakit .
tidak berapa lama rikipun sampai dirumah sakit
" assalamualaikum mas "
" walaikumussalam dek, ada apa ? Apa yang terjadi ?"
" semua baik baik saja ini menyangkut pertunangan anak anak kita "
" kenapa dengan pertunangan mereka gadis "
" ceritalah nak Arya apa yang sebenarnya terjadi"
aryapun menceritakan yang terjadi padanya, wajah Riki seketika berubah ia segera masuk kedalam ruangan dimana Ainun di rawat .
melihat kedatangan papanya Ainun tersenyum
" papa "
" bagaimana keadaan kamu sayang ?"
" Alhamdulillah baik pa"
" ada umi juga ?"
" iya nak "
" papa sama umi datang kerumah sakit barengan ? Apa papa sama umi udah baikan ?"
gadis mengusap kepala putrinya
" sejak kapan papa sama umi bertengkar ? Kita selalu baik untuk kalian sayang "
" bang Adam gak datang , Ainun kangen umi "
" nanti umi kabari ya sayang "
Tiba tiba Arya masuk ke dalam kamar , Ainun seketika melempar wajahnya seolah tidak ingin melihat Arya .
" kenapa sayang ? Kenapa wajah kamu tiba tiba berubah begitu melihat Arya bukannya Arya calon suami kamu "
" umi, Ainun mutusin gak mau lanjutin lagi pertunangan ini "
" kenapa ? Apa nak Arya punya salah sama Ainun ? Bukannya setau umi kalau kalian saling mencintai , iyakan nak Arya ?"
" iya umi aku sangat mencintai anak umi dan papa "
" tuh kamu dengarkan sayang "
" gak ! Ainun tetap gak mau umi lihat fisik Ainun saat ini Ainun gak bisa apa apa gak bisa jalan apa iya Arya masih mau Nerima aku ?"
" ayo nak Arya di jawab dengan tulus " ucap umi dengan nada lemah lembut
__ADS_1
" aku mencintai kamu bukan karena fisik yang tuhan berikan padamu nun, aku merasa nyaman dan aku merasakan sesuatu yang blm pernah sama sekali aku rasakan saat di dekat kamu dan aku merasakan punya keluarga lagi dengan ketulusan dan kasih sayang yang aku dapatkan dari keluarga kamu aku trima kamu apa adanya "
" tuh... Kamu dengarkan sayang, Arya tulus baget sayang kamu "
sambung papa
Ainun mengetup. Mulutnya menutupnya serapat mungkin, tiba tiba saja Adam dan istrinya datang
" assalamualaikum "
Seluruh mata tertuju pada pasangan pengantin baru ini ,
" walaikumussalam " ucap mereka bersamaan.
" weeee... Si kelinci nakal masuk rumah sakit ternyata, kok bisa sih ?"
ucap Adam menggoda adiknya
" namanya juga kecelakaan nak " sambung umi
" hihihi, iya umi, agak aneh pertanyaan aku maaf umi"
" lain kali kamu tanyaa keadaan adik kamu udah makan atau bagaimana "
" iya umi maaf "
" gimana keadaan kamu dek ?" ucap istri Adam
" Alhamdulillah udah jauh lebih baik kak, kenapa sih kalian baru aja datang kemarin kemana aja selama aku koma "
" maaf adek ku sayang, bukannya Abang gak mau datang tau sendiri usaha Abang lagi naik daun dan. Gak bisa di tinggal truss kabar bahagianya sebentar lagi kamu akan jadi aunty"
" aunty? Maksudnya jadi Tante gitu ?"
" iya dong iyakan sayang "
" iya " ucap istri Adam
" maksudnya gimana ini, istri kamu hamil ?" tegas papa
" iya pa, sebentar lagi papa sama umi udah jadi omah dan opah dan kamu kelinci kecil bakal jadi Tante buat anak Abang "
" aaaa... Seriusly ?"
" iya dek "
Ainun dan istri Adam seketika berpelukan
seluruh orang di ruangan itu bahagia mendapat kabar bahagia ini
" selamat ya nak, semoga sehat sampai lahiran nanti "
" aamiin umi trimakasih umi " ucap istri Adam sambil memeluk ibu mertuanya .
" tunggu deh, kenapa tadi mukanya pada tegang pas kita baru masuk ada ap ?"
" adikmu mutusin buat gak lanjutin tunangan nya"
" ha.. ? Lu serius dek bukannya kalian saling mencintai ? Ayolah jangan ke kanak Kanakan gitu, kamu udah tua loh kenapa sih putus lagi"
" pikirin lagi deh jangan mutusin sepihak gitu kasihan Arya dia udah cinta baget sama kamu "
" ya maaf Arya aku tadi kebawa emosi aku mau kok nikah sama kamu "
" kamu serius Ainun ?'"
" iya aku serius "
__ADS_1
" makasih ya semua makasih bang "
" iya "