
Rikipun pergi dengan rasa kecewa yang jelas terlihat di wajahnya, anhar juga menyadari kekecewaan yang terpancar dari wajah Riki.
"seperti nya Riki kecewa "
"gak ah mana mungkin "
"aku tau dari raut wajah dia "
" perasaan kamu aja "
"apa dia masih berharap ke kamu ?"
"dia cuma masalah lalu aku "
Ucap gadis masuk ke dalam rumah.
Ia sedikit khawatir dengan pernyataan anhar barusan ia melihat jelas keraguan di wajah calon suaminya, dan ia tau kalau Riki masih menaruh harapan besar terhadapnya.
Malam harinya,
kedua belah pihak keluarga ini berembung untuk mempercepat tanggal pernikahan.
"saya takut terjadi hal hal yang tidak di inginkan pak makanya kami datang untuk mempercepat lagi tanggal pernikahan anak kita ". kata ibu anhar
"iya Bu tidak apa apa, hanya saja saya harus minta persetujuan putri saya dulu bersedia apa tidak untuk di percepat" ucap Abi
"umi bisa tolong panggil kan gadis sebentar"
"baik Abi"
umi bergegas ke kamar memanggil gadis kebetulan malam ini gadis menginap di rumah orangtuanya.
"nak ada orangtua nak anhar di luar pengen ketemu kamu" ucap umi
"iya umi, gadis nyusul nunggu Ainun tidur ya umi "
"iya sayang"
umi kembali keruang tamu disusul gadis,
"assalamualaikum Bu"
"walaikumussalam nak,.mana cucu ibu?"
"sudah tidur Bu"
"begini, ibu datang kesini bersama adik adik ibu berencana untuk mempercepat tanggal pernikahan kalian nak ibu khawatir terjadi hal hal yang kemungkinan menggagalkan pernikahan kalian"
"astaghfirullah, itu gak mungkin Bu, tapi kalau ibu mau mempercepat gadis gak keberatan kok Bu"
"Alhamdulillah, tanggal brapa kira2 yang bagus pak ?"
"saya terserah ibu dan yang lain saja "
ucap Abi menyerahkan sepenuhnya ke keluarga anhar.
"bagaimana kalau lusa saja Bu?"
"masyallah cepat sekali, tapi tidak apa apa masih ada waktu untuk kabari keluarga di kampung " ucap umi
"baiklah, kalau sudah setuju tanggal pernikahan nya lusa ya pak Bu"
__ADS_1
"iya Bu"
Gadispun hanya bisa menyetujui permintaan kedua belah pihak ia serahkan sepenuhnya pada keluarga nya.sebab semua keperluan dan kebutuhan acara sudah 80% dan hampir selesai hanya fitting baju dan seserahan saja yang blm di persiapkan.
Kabar pernikahan gadis terhembus di telinga Riki membuatnya semakin tak karuan.
Rasa penyesalan slalu menghantuinya, hampir setiap malam ia hanya menangis apa yang slama ini lakukan menyesali apa ia lakukan selama ini.
kesalahan yang terus menyiksa dirinya.
"betapa bodohnya aku menyia yiakan wanita seperti gadis, kenapa aku bodoh sekali tuhan"
ucapnya di depan kaca kamar mandi dengan mata berkaca-kaca.
"sebentar lagi dia akan menikah, dia akan jadi milik orang lain kesempatan ku untuk memilikinya lagi akan sia sia"
sambil melempar sebotol pengharum ruangan ke lantai
"plaaaakkkkkk!!!!"
suara botol pengharum ruangan yang pecah berserakan tak berbentuk lagi di lantai kamar mandi.
Besok malamnya , begitu Riki tau pernikahan gadis akan di gelas besok pagi ia menghampiri kediaman gadis.
kebetulan malam itu, kontrakan gadis sepi hanya ada gadis kedua anaknya dan seorang suster.
"tuan" ucap suster yang membukakan pagar rumah
"mana nyonya ?"
"nyonya di dalam tuan"
"bisa tolong panggilkan saya mau bicara"
ucap si suster yang di gaji olehnya masuk kedalam rumah menyampaikan pesan dari Riki.
"kasihan tuan, jelas baget di wajahnya nahan tangis nahan kecewa gitu ya Allah aku gak tega lihat tuan pasti terpukul baget lihat nyonya besok akan menikah"
ucap suster sambil berjalan menghampiri nyonya di dalam rumah
"siapa mbak tamunya ?"
"itu nyonya, tuan muda datang mau ketemu saya nyonya katanya mau ngobrol "
"ngobrol ? mau ngomong apa lagi ya ? kan jajan anak anak udah di kasih kok datang lagi ?"
"nya,"
"iya mbak ada apa ?"
"saya kasihan lihat tuan muda "
"emangnya kenapa mbak ?"
"tuan muda kayak nya terpukul sekali nyonya"
"terpukul gimana mbak "
"sepertinya tuan muda terluka kalau nyonya mau menikah "
"ah . mbak ada ada aja saya kan sama tuan udah cerai udah selesai "
__ADS_1
"iya sih nya cuma, wajah tuan gak bisa bohong "
"perasaan mbak aja kali,ya udah deh saya kesana aja saya titip Ainun sama Adam ya"
"iya nyonya "
gadis keluar rumah menghampiri Riki di luar rumahnya.
"assalamualaikum "
"walaikumussalam" ucap Riki sambil tersenyum
"ada apa bang, bukannya uang belanja anak anak udah Abang kasih kok Abang datang lagi ?"
Riki terdiam menahan tangisnya ia menarik nafas dan menghela nya
"maaf dek, Abang kesini mau nanyak apa betul besok adek akan menikah ?"
gadis tertekun dan terdiam lama ia pun tersenyum lalu berkata " ia bang"
"secepat itu dek ?"
"maksud Abang ?"
"dek, maafin Abang sama semua kesalahan Abang dulu"
"aku sudah maafkan bang, aku juga sudah lupakan semua yang terjadi dulu"
"tapi dek Abang masih tetap merasa bersalah"
"sudahlah bang, itu hanya akan membuat Abang semakin terluka lupakan bang kita buka lembaran yang baru, lagi pula Abang sudah merajut cinta dengan Agnes dan mempunyai Airin apalagi bang perbaiki bang ajak Agnes berjuang bersama sama lagi gadis nyakin dia wanita baik baik Abang ajari dia Abang ajak dia untuk sama sama berubah demi Airin kan "
"tapi dek " Riki meraih tangan gadis kemudian tangannya dilepaskan oleh gadis
"bang, jangan berharap lebih lagi sama gadis, dulu gadis milik Abang sekarang gadis sudah milik orang lain bang "
"tapi dek, Abang gak bisa bohongi diri Abang Abang masih sangat sangat mencintaimu "
"sudah terlambat bang, sudah terlambat lebih baik simpan rasa sayang Abang untuk Agnes dan Airin Ainun dan Adam akan aman bersama gadis dan bang anhar "
"Abang gak bisa ikhlas dek "
"bicara soal ikhlas, kenapa dulu gadis bisa ikhlas melepaskan Abang bersama wanita lain yang sudah merebut Abang sewaktu gadis masih mengandung Airin dan Adam, belajarlah bang untuk mengikhlaskan kami kasihan diri Abang tersiksa dengan rasa bersalah Abang "
Riki semakin menangis mendengar perkataan gadis ia semakin tak karuan
"gadis gak suka lihat Abang egois seperti ini, bukannya dulu Abang sayang sama Agnes ? apa lagi Abang perjuangkan lah dia Abang kejar cintanya kembali bang demi Airin "
"jangan berharap lebih lagi pada gadis "
"Abang percayakan karma itu ada ? selama apa yang lakukan dulu sama gadis sama sekali gadis gak pernah dendam atau pun menyumpahi Abang pada Allah tapi gadis nyakin suatu saat nanti Abang akan sadar apa yang sudah akan lakukan sama gadis itu semata mata karena Abang khilafah tapi gadis tetap berbesar hati untuk memaafkan Abang , Abang ingat dulu Abang sering bawa Agnes kerumah tanpa sepengetahuan gadis bahkan kalian sudah tidur bersama berzinah di dalam kamar yang dimana kita tidur bersama, bahkan apa yang gadis pakai dia pakai juga tanpa sepengetahuan gadis Abang gak tau kan kalau gadis tau itu semua tapi gadis tetap berbesar hati untuk menerima dan memaafkan Abang.
saat Abang ambil keputusan untuk tetap menceraikan gadis hanya karena gadis tak kunjung hamil gadis pasrah bang tapi allah maha baik Allah tiup ruh di dalam rahim gadis dua sekaligus masyaallah, tanpa sepengetahuan gadis tapi tetap Abang tetap bersih keras menceraikan gadis begitu anak yang dalam rahim gadis itu lahir.
Haaa......(sambil menghela nafas) sudahlah bang sudah terjadi kita jalani aja hidup kita masing masing gadis ikhlas di perlakukan demikian dan gadis berharap untuk kedepannya ini menjadi pelajaran untuk kita baik gadis maupun Abang
semoga hal ini tidak terjadi di kemudian hari lagi , maaf bang gadis minta maaf kalau selama ini gadis ada salah, dan maaf gadis mau masuk dulu assalamualaikum "
"walaikumussalam "
Riki meringkuk menangis mendengar perkataan gadis ia semakin tak karuan ia terus managis
__ADS_1
Tanpa mereka sadari dari kejauhan anhar mendengarkan dan menyaksikan perbincangan mereka.