Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Datang kerumah Abi


__ADS_3

Pagi harinya,


cuaca hari ini nampak cerah,


makanan untuk acara hari ini sudah tertata rapi di atas meja tamu, jam menunjukkan pukul 8 pagi.


Gadis berdiri di depan pintu rumah, banyak tetangga yang datang kerumah gadis untuk membantu acara aqiqah , dan tasyakuran anak nya.


Rasa sedih itu nyata terpancar dari wajahnya, melihat orang yang silih berganti ikut serta dalam membantu acara yang ia buat hari ini


" Ada rasa sedih, ada rasa senang mas, senangnya aku bisa melahirkan seorang putri untukmu mas, yang membuat aku sedih melihat orang orang yang berkumpul dirumah kita ikut membantu acara Maryam, seandainya kamu masih ada mas pasti kamu yang paling ambil peran dalam hal ini, yang tenang ya mas di sana, tunggu aku datang suatu saat nanti kita akan bertemu nanti mas berkumpul bersama anak anak "


Gadis mengangkat dagunya untuk menahan air mata nya agar tidak jatuh.


Melihat putrinya termenung di pintu, umi menghampiri nya sambil menepuk pundak gadis dari belakang


" Gadis "


" umi, ada apa umi, apa masih ada yang kurang ?"


" gak ada lagi kok nak, cuma umi perhatikan dari tadi kamu diam aja di pintu ada apa, keringat almarhum ya ?"


gadis menunduk kan kepalanya ,


" gadis anak sholeha umi, menangis lah nak luapkan kerinduan mu untuk suamimu, semoga setelah itu rasa rindu mu berkurang sedikit nak "


" Rasanya air mata gadis udah kering umi , untuk menangis pun gadis gak sanggup lagi yang ada gadis takut anak anak tau kalau gadis blm bisa mengikhlaskan kepergian Abi mereka"


Acara tasyakuran Maryam di mulai, ustadz pun sudah datang ke tempat, begitu juga para tamu undangan yang silih berganti datang memenuhi tenda tenda yang di sediakan.


Di keramaian lagi lagi gadis merasa sepi,


ia terus teringat suaminya dan terbayang sewaktu acara tasyakuran Ibrahim dulu, suami tampak bahagia senyum terus terpancar dari wajahnya ternyata tasyakuran terakhir nya bersama suaminya.


Rangkaian acara demi acara telah di lewati, penyematan nama dan pembacaan doa begitu juga pemotongan kambing.


tibalah yang paling di tunggu para tamu undangan acara ceramah dari ustadz yang sengaja di undang di acara itu.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu, perkenalkan saya ustadz Umar, saya berbahagia sekali di beri kesempatan untuk mengisi acara dari putri ibu gadis dan almarhum bapak anhar yang tadi sudah di lakukan penyematan nama yaitu Maryam lathifah, sebelum nama ini sangat bagus, ini nama dari ibunda nabi kita nabi Isa as, mungkin ibu ibu sudah pernah dengar kisahnya, tapi kali ini saya ingin membahas tentang kiamat kecil dalam rukun iman,


Sebelumnya saya meminta maaf kepada tuan rumah karena sudah melenceng sedikit dari tema hari ini, apa sih itu kiamat kecil ? kiamat kecil berupa sebuah cobaan seperti bencana alam dan wafat atau meninggal dunia, yang bagaimana saya dengar baru 40 hari kepergian almarhum suami dari ibu gadis, saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, dan kebetulan juga hari ini 40 hari setelah di lahirkan nya Maryam putri ke empat dari ibu gadis, semoga kelak menjadi anak yang sholeha ya Bu aamiin,


Yang pertama kita bahas mengenai tasyakuran itu kegiatan ucapan syukur ke pada Allah SWT, dimana ibu gadis sudah menjalankan nya dengan mengadakan acara tasyakuran aqiqah dari putri Maryam lathifah,


yang artinya anak ini yang bernama Maryam sudah tidak tergadai lagi.


Yang kedua tentang istri yang di tinggal suaminya meninggal dunia, apabila seorang istri di Tinggal suaminya meninggal dunia t


telah terjadi perceraian diantara nya, Suami atau istri yang meninggal pun didoakan akan memperoleh pasangan yang lebih baik dari pasangan yang ditinggalkannya, sehingga ia hidup di dalam surga dengan penuh kenikmatan.


Wanita yang ditinggal wafat suami lalu tidak pernah menikah lagi hingga meninggal maka pasangannya di surga adalah suaminya di dunia.


Begitu juga dengan wanita yang ditalak atau ditinggal mati suami kemudian menikah dengan lelaki lain, maka dia akan dinikahkan dengan suami terakhir. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi SAW, "Wanita mana pun yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir." (HR Thabrani).


Begitulah kira kira ceramah saya hari ini, semoga acara ini berjalan dengan lancar rezeki nak Maryam mengalir dan menjadi anak yang sholeha penolong untuk orantuanya kelak"


Mendengar ceramah ustadz air mata gadis mengalir dalam hatinya


" Lengkap sudah ya Allah, dulu aku di ceraikan hidup karena pihak ketiga dan aku tak kunjung hamil dan sekarang aku diengkau ceraikan secara mati, rasanya sama sama sakit , tapi kali ini sakit sekali, apa aku kuat menjadi ibu sekaligus ayah untuk keeempat anak anak ku ? apa aku sanggup ya Allah, jikalau aku boleh meminta lebih baik aku yang engkau panggil dahulu bukan suamiku "


suara hati gadis, menangis di balik cadar yang ia pakai, tak ada yang tau air mata yang mengalir di wajah gadis kecuali putranya Adam yang tau ibunya menangis sejak tadi, penuh perhatian Adam menghampiri ibunya dan berbisik


" Umi, biar Adam aja yang gendong Maryam "


" gak papa biar umi aja "


" tapi umi"


" Maryam lagi asi gak papa ya "


" iya umi, kalau begitu Adam ke belakang lagi ya "


" iya sayang"


Setelah sekian banyak airmata dalam mengiringi acara tasyakuran aqiqah Maryam hari ini, akhirnya selesai juga tepat pukul 4 sore.


satu persatu tamu undangan meninggalkan acara termasuk rombongan anak yatim yang sengaja gadis undang untuk ikut dalam pesta dirumahnya.


" kami pamit dulu ya umi gadis " ujar para tetangga yang ikut memanggil gadis umi karena kerap mendengar anak anak gadis memanggil ibunya dengan sebutan umi.


" iya ibu trimakasih sudah bantu banyak di acara Maryam hari ini "


" kalau perlu apa apa jangan sungkan-sungkan ya umi gadis "


" iya Bu trimakasih"


" Kami pamit dulu assalamualaikum "


" walaikumussalam "


Tiba tiba Ibrahim berlari menghampiri uminya dan berkata " umi tadi kan, rombongan dari panti asuhan nya ustadz Umar katanya mereka anak yatim piatu, ada yang bapak nya meninggal ada yang ibunya meninggal dunia, apa iya umi kalau salah satu orangtua kita meninggal di panggil nya kita anak yatim atau piatu atau kalau meninggal dua duanya jadinya yatim piatu ya umi ?"


gadis memejamkan matanya untuk menjawab pertanyaan putranya itu yang masih blm tau apa yang sebenarnya terjadi.


" Ibrahim sayang, ini kan udah sore katanya Ibrahim mau kerumah papa, gimana kita jadi ke rumah papa ?"


" serius umi kita kerumah papa hari ini ?"


" mmmm... serius dong , Ibrahim lihat coba mata umi apa ada umi bohong , gak adakan ? yuk Ibrahim ganti baju habis itu kita ke rumah Abi "


" horeeeee horeeee.... siap umi Ibrahim mandi sekarang juga "


Ibrahim berlari masuk kedalam rumah dengan riangnya , mertua yang mendengar pertanyaan cucunya tadi ikut menitihkan air mata


" Gadis,"


" ibu , ibu udah makan?"


" udah nak, kamu udah makan ?"


" blm Bu" sambil menggelengkan kepalanya


" ya Allah , makanlah nak, nanti kalau kamu terlambat makan kasihan Maryam "

__ADS_1


" iya Bu nanti aku makan pulang dari pemakaman mas anhar "


Tak kuasa membendung air mata dan kesedihan nya , ibu lekas memeluk gadis dan menumpahkan air mata nya dalam pelukan gadis


" yang sabar ya nak, yang kuat ya nak, kamu wanita hebat, kamu wanita kuat ibu nyakin kamu bisa melewati ini semua "


dengan suara bergetar karena menangis ibu mertua yang tulus mencintai menantunya, sempat melarang hubungan putranya namun kekuatan cinta keduanya menyatukan mereka.


" gadis kuat kok Bu"


Terdengar suara Ibrahim yang akan keluar dari dalam rumah menghampiri mereka


" Hapus air mata ibu, Ibrahim mau kesini, nanti dia ikut sedih lihat neneknya menangis"


" Ya Allah nak maafkan ibu"


" iya Bu "


Ibrahim berlari dari dalam rumah disusul Adam dan Ainun.


" Umii.... Adam udah selesai "


" masyaallah gantengnya anak Sholeh umi"


sambil berlutut di hadapan Ibrahim


" kata Ibrahim, umi sama Ibrahim mau ke rumah Abi, apa iya umi ?" ujar Ainun


" iya sayang, umi kan udah janji sama Ibrahim"


" mbak mau ikut ?"


" mmm.. mau dong boleh kan mbak ikut ?"


" boleh dong, mbak kangen juga kan sama Abi"


" kangen baget, kangeeen baget"


" kalau gitu mbak sama mas Adam ikut ya kita pergi sama sama , nenek ikut juga ikut ?"


Tak sanggup menjawab karena menahan air mata agar tidak menetes di hadapan cucunya nenek hanya menggeleng kan kepalanya


"Sayang, nenek kan baru dari rumah Abi jadi nenek gak mau ikut nanti kalau nenek ikut siapa yang jagain Maryam "


" kan ada bibi umi "


" lain kali ya nenek ikut "


sambung nenek sambil tersenyum


" ya udah deh, kita aja yang pergi umi, ayo umi Ibrahim udah gak sabar pengen peluk Abi, cium Abi "


Bak teriris iris hati seorang ibu yang melihat anak yang merindukan ayahnya yang telah tiada.


Sesampainya di depan pintu pemakaman , begitu turun dari dalam mobil, Ibrahim menoleh kanan dan kiri dengan wajah kebingungan


" kenapa kita turun di kuburan umi ?"


" Nanti umi jelasin ya sayang, ayo masuk katanya mau kerumah Abi"


merekapun masuk kedalam permakaman bersama ketiga anaknya, dari kejauhan terlihat jelas pemakaman suaminya yang masih bertanah merah dan basah, bunga yang bertabur di atas pusara masih segar blm ada satu rumputpun yang tumbuh, gadis berjongkok di dekat pusara sambil mengucapkan salam


" Ini kuburan siapa umi ?"


" Ibrahim sayang, ini rumah Abi ucapin salam nak "


"rumah Abi ?"


" iya sayang ini rumah Abi, sini dekat umi ucapkan salam untuk Abi "


"Assalamualaikum Abi "


" assalamualaikum mas, kami datang aku datang bersama anak anak ada Adam ada Ainun dan Ibrahim putri kecilmu blm bisa aku bawa kesini Karena baru hari ini dia genap 40 hari, dan hari ini juga genap 40 hari kepergian mu mas, aku sudah ikhlas yang tenang di sana aku berjanji aku akan kuat gak boleh cegeng jadi Abi dan ibu yang baik untuk anak anak kita, mas putri kecil mu aku beri nama Maryam lathifah "


" umi Ibrahim sudah ucapkan salam tapi kenapa Abi belum keluar dari dalam tanah umi, Ibrahim pengen peluk Abi pengen cerita sama Abi , ayo dong umi suruh Abi keluar dari dalam rumah Abi"


Ucap Ibrahim sambil menggoncangkan pundak ibunya memaksa untuk mengeluarkan ayahnya dari dalam tanah.


Adam mengendong adiknya, mencoba menenangkan adiknya


" Ibrahim jangan ribut dek"


" mas Adam kenapa Abi malah tinggal disini Kitakan punya rumah mas , dirumah kan enak mas ada tempat tidur ada AC ada tv disimi gak ada apa apa mas ajak Abi pulang kasihan Abi disini sendirian "


" Ibrahim yang tenang dek, jangan teriak teriak kasihan Abi "


sambung Ainun mencoba menenangkan adiknya


gadis berdiri menghadap Ibrahim dan berkata


" Ibrahim, Abi dan kita sudah lain dunianya nak Abi sudah tenang bersama Allah disana, dan gak akan mungkin kembali lagi kerumah bersama kita, Abi sudah meninggal dunia nak, rumah Abi sekarang disini "


"berarti Ibrahim , mas Adam sama mbak Ainun adik Maryam juga anak yatim umi ? sama kayak tadi teman Ibrahim yang datang waktu acara adik Maryam ya umi "


" iiii,ya nak"


" berarti Abi gak akan pulang selama lamanya umi ?"


Tak sanggup menjawab pertanyaan putranya umi hanya mengganggukkan kepalanya .


Setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada abinya Ibrahim menangis di pelukan Adam .


selama ini, ia tidak tau sewaktu kejadian banyak nya orang datang silih berganti memberi ucapan bela sungkawa kerumah untuk almarhum abinya ia mengira orang yang berbondong bondong datang itu untuk silaturahmi seperti saat lebaran tiba.


polosnya dirimu nak, semoga setelah kamu tau semuanya kamu bisa menerima ya Ibrahim kelak menjadi kebanggaan umi dan abimu . 🀲☺️


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


3 bulan setelah kepergian almarhum abi,


Keceriaan anak anak mulai kembali.


Di tambah lagi kehadiran Maryam yang sudah banyak kepintaran membuat rumah terasa ramai.

__ADS_1


Adam dan Ainun tahun ini akan lulus SMA, ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.


Sebelum nya, Adam sudah menyiapkan diri untuk masuk ke universitas of Oxford di Inggris jauh sebelum abinya meninggal begitu juga Ainun yang ikut lulus di tahun ini dan dia sudah mempersiapkan diri untuk ke universitas Arab Saudi king Abdulaziz, mereka berdua pun di terima di universitas yang mereka inginkan, begitu mengetahui mereka di terima di universitas yang mereka inginkan masing masing, ada rasa khawatir dari mereka berdua .


"Ainun gak jadi kuliah di Arab Saudi bang"


" Abang juga gak jadi kuliah di Inggris, kayaknya kejauhan kalau sejauh itu mana bisa Abang jaga umi Ibrahim sama Maryam "


" iya bang, Ainun juga gak tega ninggalin mereka "


Mereka berdua sepakat untuk tidak mengambil kesempatan emas ini dan benar benar berjanji tidak akan mengingat ini lagi.


Kedua anak ini kembali kerumah, seperti biasanya, selesai dari sekolah Adam melanjutkan aktivitas nya bermain volly seperti biasa, selesai bermain voli dia akan mengajari anak anak untuk mengaji di masjid dekat rumah nya.


Sementara Ainun menjaga Maryam, keduanya lupa menyimpan surat penerimaan dari masing masing universitas mereka yang mereka simpan di dalam tas di baca oleh umi


waktu itu umi sedang membersihkan kamar Adam, tanpa sengaja umi menemukan sebuah amplop putih bergambar bendera Inggris


" Apa ini ? kok ada gambar benderanya ? "


umi membuka perlahan amplop itu dan membaca nya , air mata gadis menetes begitu ia melihat isi amplop ia tidak menyangka putranya di terima di universitas yang terbaik di dunia .


" masyaallah tabarakkallah, Adam di terima di universitas Inggris ya Allah aku gak nyangka Alhamdulillah ya Allah, tapi kenapa Adam gak cerita ke aku ya ? kenapa suratnya masih malah di simpan di dalam tas begini, seharusnya dia cerita ke aku "


Gadis kembali melanjutkan pekerjaan nya selesai membersihkan kamar adam, gadis berpindah ke kamar Ainun, tas sekolah Ainun sedang terbuka dan terlihat amplop yang sama hanya gambar bendera yang berbeda.umi mengeluarkan nya dari dalam tas


dan di bacanya lagi lagi isi surat membuatnya menangis


" masyaallah anak kembarku, ternyata sudah besar mereka masuk ke universitas ternama diluar negeri, mereka akan meninggalkan ku, tapi gak papa sih aku malah senang kalau harus terpisah dengan mereka karena pendidikan "


Gadis mendekap kedua Surat itu penuh haru, ia membawa kedua surat ke dalam kamarnya untuk menanyakan hal ini kepada kedua anak nya.


Setelah aktivitas keduanya selesai, mereka kembali pulang.


selesai makan malam , gadis menyodorkan kedua amplop itu di hadapan Adam dan Ainun


"kenapa kalian berdua gak ada cerita ke umi soal ini "


Ainun menoleh ke arah Adam


" kenapa diam aja ? tadi umi Nemu amplop ini di dalam kalian loh"


" maaf umi, sebenarnya kita berdua mau cerit keumi ,cuma cari waktu yang tepat umi "


" yaa.. sekarang sudah dapat waktu yang tepat ayo cerita umi ada apa ini surat apa ?"


" itu surat pemberitahuan kalau kami berdua di terima di universitas yang kami inginkan umi "


Dengan mata berkaca-kaca gadis tersenyum bangga kepada kedua putra putri nya


" Umi bangga sama kalian !"


" tapi umi, kami memutuskan untuk tidak jadi kuliah disitu umi " sambung Ainun,


pernyataan Ainun barusan membuat gadis menatap mereka dengan tajam dan kaget


"kenapa ? bukannya kalian sangat menginginkan untuk kuliah disana kan nak, sudah ada kesempatan emas kenapa disia siakan "


" Adam juga umi gak jadi kuliah disitu "


Gadis beranjak dari kursinya dan berkata


" ,gak bisa kalian harus tetap kuliah disana, harus "


" tapi umi kalau Ainun sama bang Adam pergi siapa yang akan menjaga umi dan adik adik"


Gadis berjalan membelakangi kedua anaknya untuk menyembunyikan air matanya


", jangan khawatir, umi bisa jaga diri umi, yang terpenting kalian harus terima ya "


Ainun tersenyum begitu mendengar persetujuan ibunya yang mengizinkan mereka untuk tetap kuliah di universitas yang mereka impikan, walaupun berat hati nya untuk meninggalkan ibunya sendirian terlebih melihat kondisi ibu sekarang yang hanya seorang diri tanpa Abi lagi.


****************


Jauh di dalam lubuk hati yang paling dalam, gadis bangga senang begitu mengetahui anak anaknya akan pergi ke luar negeri melanjutkan pendidikan mereka.


Tapi yang membuat ia sedih, sebelum nya mereka tidak pernah berpisah walaupun cuma sebentar terlebih sekarang situasi kondisi dirinya hanya seorang janda jelas nanti dia akan kesepian tanpa kedua anaknya ini, tapi sebagai seorang ibu iya harus mendukung cita cita dan impian seorang anak nya.


⭐⭐⭐⭐


hitungan bulan anak anaknya akan lulus dari sekolah , waktu bersama anak anaknya hanya hitungan jari.


gadis lebih banyak meluangkan waktu untuk mengajarkan putra putrinya tentang agama ia takut setelah menetap disana keduanya lalai dalam urusan akhirat.


" Dengar umi, kalau kalian sudah menetap disana tetap utamakan sholat ! tinggalkan urusan dunia paham !"


" paham umi"


" kamu Adam, kamu nanti nya akan menetap di Inggris sampai studi kamu selesai dan wisuda habis itu kembali lagi ke Indonesia umi mohon jangan pernah berbuat yang di larang Allah , kamu Taukan perbuatan apa yang di larang sama Allah ?"


" tau umi"


" apa saja coba umi mau dengar "


"Berjudi, berzinah , berdusta, musyrik, minum khamar "


" ok, ingat jangan pernah lakukan itu ya nak"


"iya umi insyaallah Adam akan menjauhinya"


" jangan ikut dengan lingkungan yang tidak. baik disana "


" iya umi"


melihat kecemasan di wajah ibu mereka, kedua anak ini memeluk ibunya dan berkata


" kita akan ingat larangan umi kok, umi gak usah khawatir lagi ya "


Sambil membalas mengelus kedua rambut si kembarnya umi berkata " jaga diri kalian ya nak"


"iya umi "


bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2