
tidak menunggu lama, frisly mengangguk kan kepalanya .
" yaaa... Aku mau "
lamaran nya di terima, Adam pun bersorak gembira .
" Alhamdulillah , nanti malam aku akan datang bawa keluarga ku kerumah orangtuamu fris "
" aku tunggu "
Adam pun mengantar frisly pulang, dan tidak main main Adam menyampaikan ke seluruh anggota keluarga niatnya untuk melamar frisly .
" Umi, lagi sibuk gak ?"
" gak sayang, umi lagi buat adonan aja ada apa nak ?"
" begini umi, Adam rencananya mau lamar frisly di rumahnya , kira kira umi setuju gak "
Umi meletakkan alat masak yang ibu pegang beliau tersenyum menghampiri putranya dengan mata berkaca-kaca
" Umi setuju nak, apapun keputusan kamu umi dukung"
" kira kira papa setuju gak ya umi ?"
" coba telpn papa nak sampai kan ke papa "
" baiklah umi "
Adam berlari mengambil telpon rumah
" papa ini Adam , Adam mau minta restu dari papa kalau Adam besok malam mau melamar wanita pilihan Adam "
" masyaallah, sudah dewasa rupanya anak laki laki ku , baiklah nak papa restui nanti malam kita rembungkan bersama sama "
" baik pa "
__ADS_1
Malam pun tiba, Riki datang bersama putrinya Ainun ke rumah Adam dan ibunya .
sesampainya di depan rumah Adam , Riki hanya berdiri di depan rumah karena ia menjaga Marwah mantan istri nya itu menghindari nya dari fitnah .
Reaksi adam dan Ainun begitu melihat Riki berdiri di depan rumah saat mereka bersama sama masuk kedalam rumah .
" papa kok berdiri disitu ?"tanya Adam
"gak papa nak, papa disini aja "
" masuk dong pa masa disitu " sambung Ainun
" kalian saja yang masuk papa disini "
Ainun mulai jengkel, dengan lantang ia berkata
" Ainun akan batalkan semua rencana pernikahan ainun kalau papa sama umi masih seperti ini , kakak gimana ?"
" apa maksud kamu dek , kok tiba tiba ngomong gitu "
" Ainun cuma pengen ngerasain gimana rasanya punya orangtua yang lengkap dan saling bergandengan di hari kebahagiaan Ainun "
mereka semua terdiam senyap, gadis memalingkan wajahnya ia benar benar tidak tau harus berbuat apa.
" sudahlah Ainun, jangan tekan umi dengan kerasa kepalamu " ucap Adam yang paham betul perasaan ibu nya .
" Ainun gak tekan umi Ainun gak tekan siapa siapa Ainun cuma pengen mereka rukun mereka bersatu lagi apa salah bang ?"
" jelas salah dek, coba kamu pikirin perasaan umi apa, apa kamu gak mikir perasaan papa juga ? Coba deh kamu belajar menghargai perasaan orang, Antara kamu pengen mereka menyatu itu cuma ilusi mu saja, jangan paksa kan keinginan mu ke orang lain yang menurutmu nyaman blm tentu nyaman bagi orang lain "
Ainun menunduk dan perlahan meneteskan air mata nya
" maafin Ainun umi, papa, Ainun cuma pengen lihat keluarga kita utuh "
Sebagai ibu yang baik gadis menghampiri putrinya dan memeluk nya
__ADS_1
" sudahlah nak, jangan menangis lagi, kalau lah menurut Ainun umi harus rukun dengan papa , insyaallah umi gak pernah melarang papa buat datang menjenguk anak anak umi umi gak pernah larang papa buat datang kerumah ini tujuan melihat kalian cuma umi sama papa sudah bukan mahram lagi, umi seorang janda , begitu juga papa seorang duda, apa kata orang nanti kalau papa masuk kedalam rumah ? yang ada nantinya jadi fitnah, umi harap Ainun bisa memaklumi nya yah "
" maaf kan Ainun umi "
" sudah sudah jangan menangis lagi "
Adam mencoba mencair kan suasana,
" umi, papa, Adam cuma mau bilang Adam nanti malam mau ngajak umi sama papa ke rumah frisly, Adam rencananya mau lamar frisly jadi istri Adam "
Seketika gadis dan Riki terkejut
" kamu nyakin nak ? Apa frisly sudah jadi mualaf ?"
" Alhamdulillah sudah pa, dan frisly lagi tahap belajar "
" syukurlah nak, kalau memang frisly sudah seagama dengan mu , kalau papa sih setuju saja semua tergantung kamu nak "
" bagaimana dengan umi ?"
gadis terdiam, dengan berlinang air mata ia berkata
" umi juga setuju nak , apapun keputusan Adam umi dukung sayang "
" trimakasih umi trimakasih papa "
" jadi Abang tadi undang kami ke sini buat ngasih kabar bahagia ini bang "
" iya dek "
" ya ampun maaf ya bang Ainun udah ngerusak tadi Ainun gak tau "
" gak papa , udah kita doakan saja semoga umi sama papa berjodoh aamiin "
" aamiin ya Allah "
__ADS_1
Gadis hanya diam dan menunduk, ia paham perasaan putra putrinya , yang menginginkan orangtua yang lengkap tapi apa daya, ia juga tidak menginginkan perpisahan ini dulu .