
Rasa haru, bahagia bercampur jadi satu, usahanya tidak mengkhianati hasil. akhirnya Ainun bertemu dengan papa kandungnya.
"Ternyata benar kata Abi, kalau papa kandung Ainun itu ganteng "
" Emangnya Abi kamu cerita apa aja soal papa?"
" ceritanya banyak pa, Abi slalu bilang kalau papa itu baik, bertanggung jawab dan ganteng"
" o ya... trus Ainun jawabnya apa "
" Ainun bilang kenapa papa ninggalin kami kalau papa baik ?"
" maafin papa nak, papa juga gak mau ninggalin kalian waktu itu tapi sudahlah gak usah kita bahas lagi, gimana kalau kita ke makam Abi kalian dulu habis itu kita pergi makan "
"Ayo pa, Ainun mau bawa papa ketemu Abi"
Ainun menarik tangan papanya kemakam abinya
" Abi, Ainun datang lagi, Abi tau gak Ainun sama siapa Ainun sama papa Abi, Ainun bahagia baget punya papa dua, walaupun abi udah gak ada Abi tetap nomor satu di hati Ainun"
Ucapan Ainun membuat Riki bersedih, darah dagingnya lebih menyayangi ayah sambungnya dari pada dirinya.
" segitu dalam kah rasa sayang anak ku pada mu anhar, kamu hebat kamu udah sukses buat anak anak ku menduakan aku dan mengutamakan kamu, memang ini salahku terimakasih udah didik dan besarkan anak anakku "
ucap Riki di dalam hati nya.
" udah yok kita pulang papa laper mau makan yuk "
" Ayuk pa , Abi Ainun pulang dulu ya kapan kapan Ainun kesini lagi assalamualaikum "
Anak dan ayah ini pergi bersama menuju rumah makan, Riki membawa Ainun ke tempat angkringan dulu pertama kali ia bertemu dengan gadis.
Seharian mereka lewati bersama sama, hari semakin sore, Ainun tak kunjung pulang, seisi rumah di buat panik olehnya .
" udah sore kok Ainun blm pulang ya ?"
"ada apa Adam ?"
" umi, Ainun blm pulang umi "
" kemana dia ?"
" tadi katanya keluar sebentar tapi blm pulang juga "
__ADS_1
" yaa Allah , coba telpon teman teman nya "
", baik umi sebentar "
Adam menghubungi satu persatu teman Ainun untuk menanyakan keberadaan Ainun satupun teman tidak tau dimana keberadaan Ainun.
" gimana Adam ada kabar ?"
" gak ada umi, semua teman gak ada yang tau dimana Ainun "
" ya Allah, dimana putriku lindungi dia ya Allah"
Tiba tiba suara mobil terdengar di depan rumah, tak berapa lama terdengar suara Ainun .
" itu bukannya suara Ainun umi ?"
" iya yah, kayak nya lagi didepan"
Gadis berlari untuk memastikan siapa didepan rumahnya.
Betapa terkejutnya dia melihat keberadaan Riki yang sedang mendekap Ainun.
" Itu umi Abi ayo masuk Abi"
" maaf , jangan masuk kedalam rumah saya"
"kenapa umi ?"
" sayang, Ainun kan baru pulang sebaiknya Ainun masuk kedalam rumah ya "
" Ainun mau ajak papa ke dalam umi "
" Ainun masuk !" ujar Adam yang berdiri di sebelah ibunya , tak bisa berkata apa-apa lagi Ainun masuk kedalam rumah .
" Maaf saya gak izinkan anda untuk masuk kedalam rumah saya, trimakasih sudah antar Ainun, kami masuk dulu "kata gadis saat ingin masuk kedalam rumah, Riki menahannya
" tunggu , jangan masuk dulu "
" saya mau bicara "
" sudah tidak ada lagi yang perlu di bicara kan silahkan pergi, saya takut ada fitnah jika ada laki laki lain dirumah saya "
" izinkan saya bicara dengan putra saya Adam"
__ADS_1
Mendengar perkataan pria yang tidak ia kenali mengakui Adam adalah putranya membuat Adam kaget dan seketika berbalik badan melihat pria itu
" Saya putra bapak ?, apa maksud bapak"
" iya saya papa Riki, ayah kandung kalian "
Dengan mata berkaca-kaca Adam hanya terdiam mematung ia kaget bercampur sedih .
" apa boleh papa peluk Adam ?"
Adam hanya terdiam dengan mata berkaca-kaca , tidak menunggu jawaban dari Adam papa langsung memeluk tubuh putra nya yang sudah tumbuh dewasa.
" ya tuhan,, ternyata putraku sudah sama besarnya dengan ku, ketampanan ku di ambil alih olehnya "
Ucap papa memeluk anhar sambil menepuk pundak Adam berkali kali, Adam hanya diam mematung ia benar benar tidak tau harus berbuat apa apa.
untuk memberikan ruang bagi mereka berdua, gadis masuk kedalam rumah .
" Kamu tampan nak, kamu gagah, papa kangen sama kamu "
" Papa gak nyangka ternyata putra papa sudah sebesar ini "
"Maaf pak, saya harus masuk "
Ucap Adam yang hanya diam membisu bertemu papa nya.
" Kenapa Adam, kamu marah sama papa ?"
" gak , Abi gak pernah mengajarkan sifat dendam dalam diriku dan adik adikku "
"Aku juga papa kalian loh, tapi kenapa respon kamu begitu papa peluk datar , apa kamu gak kangen sama papa ?"
"seharusnya pertanyaan itu yang saya harus tanyakan pada bapak, apa bapak gak kangen sama kami?"
Riki terdiam , ia tau maksud dari pembicaraan Adam itu apa, rasa rindu yang teramat dalam yang ia rasakan bercampur dengan rasa kecewanya.
" maafkan papa, suatu saat nanti kalian aakan tau alasan papa untuk pergi"
" sebaiknya bapak pulang, gak enak di lihatin tetangga tolong jaga image ibu saya "
ucap adam yang berdiri membelakangi papanya
Riki menarik nafas , dan berkata " baiklah , papa akan pulang trimakasih ya nak sudah izinkan papa untuk memelukmu "
__ADS_1