Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
mimpi bertemu almarhum suami


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu , saat mendekati resepsi pernikahan putra mereka .


Gadis sering bertemu dengan mantan suaminya Riki , mereka saling bertanggung jawab untuk ikut andil demi kebahagiaan anak anak mereka .


Bahkan mantan ibu mertua gadis begitu mengharapkan gadis untuk kembali menjadi menantu mereka .


" Seandainya kamu masih menjadi menantu saya betapa bahagianya mami "


Gadis hanya tersenyum menanggapi perkataan ibu mertuanya itu .


" saya akan tetap menjadi menantu ibu selagi masih ada Adam dan ainun Bu , walau pun gadis dan bang Riki sudah tidak ada ikatan lagi "


bertekad untuk akur sementara waktu demi kebahagiaan anak anaknya .


Tanpa mereka sadari kedekatan mereka itu menumbuhkan kembali benih cinta dan mengingatkan masa masa indah dulu pertama kali bertemu dan menikah sebelum pada akhirnya Riki menduakan cintanya .


" jujur kamu dari dulu gak pernah berubah dek,,,," ucap Riki di dalam hatinya, begitu gadis membuatkan teh untuknya .


" silahkan di minum bang " menoleh dan pergi


" kenapa gak rujuk aja sih dek " ucap kak Erika


" gak semudah membalikkan telapak tangan kak, gadis juga gak akan mungkin mau lagi sama Riki "


" sok tau apa kamu udah pernah coba tanya dia ?"


" blm sih tapi kan Riki punya feeling "


" feeling bisa aja salah, tapi kalau menurut kakak nih dari tatapan mata nya di masih ada rasa "


" gak mungkin kak "


" coba aja ajak rujuk mana tau dia mau kan , lagian kasih dia masih muda janda anak empat menghidupi anak anaknya sendiri "


" iya sih "


" ya udah tunggu apa lagi coba ajak rujuk aja "


Riki menarik nafas panjang.

__ADS_1


Riki mulai mencoba mendekati gadis kembali, ia mengakui perasaan untuk mantan istri masih ada di dalam relung hatinya.


Waktu itu menjelang detik detik hari pernikahan putra mereka, Riki memberanikan dirinya untuk menemui gadis kerumah nya


Karena keadaan rumah hanya ada dirinya dan putrinya Maryam, gadis enggan membukakan pintu untuk Riki


" assalamualaikum dek "


Gadis menyingkap tirai pintu dari balik pintu ia berkata " maaf bang, tidak ada anak anak didalam rumah cuma ada aku dan Maryam, maaf gadis gak bisa buka pintu untuk Abang "


" yaaa gak papa dek, Abang cuma mau terimakasih selama ini adek yang sudah merawat dan membesarkan anak anak kita maaf kan Abang "


" gadis sudah maaf kan apapun kesalahan Abang , berhenti merasa bersalah pada gadis bang meminta maaflah pada anak anak Abang"


Riki terdiam menahan air matanya


" baik dek, kalau begitu Abang pamit ya salam buat anak anak "


" iya bang "


Rikipun pergi meninggalkan rumah gadis.


Maryam yang masih di bawah umur tidak mengerti alasan ibunya menolak menemui pria yang sering ia panggil dengan sebutan papa .


" umi kenapa sembunyi gak mau ketemu sama papa ?"


" sayang, nanti juga Maryam tau nak "


Malam harinya, selesai sholat isya gadis tertidur di atas sajadah nya.


Tiba tiba ia bermimpi suaminya anhar menghampiri dirinya dengan berpakaian putih bersih raut wajah yang bahagia berdiri berjarak dengan gadis .


Melihat kedatangan suami yang di cintai gadis tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


" masss "


" istri sayang, cobalah untuk mengikhlaskan kepergian ku"


" aku sudah ikhlas mas, aku sudah ikhlas kan kepergian mas "

__ADS_1


" coba lah untuk membuka hati kembali, agar aku tenang "


Gadis terdiam perlahan air matanya menetes di pipi .


ia menunduk kan kepalanya, menarik nafas panjang untuk menjawab peryataan suaminya, saat ingin menjawab gadis malah tidak melihat keberadaan suaminya lagi yang tiba-tiba saja menghilang .


ia panik didalam mimpi ia berteriak memanggil suaminya


" mas mas mas anhar massss "


teriakan gadis sampai terbawa kenyataan , teriakan gadis di dengar oleh Adam yang baru saja selesai melaksanakan sholat isya .


Ia berlari ke kamar ibunya , melihat ibu tergeletak di atas sajadah sambil berteriak memanggil nama almarhum abi air matanya mengalir di pipi dan membasahi kain sajadah .


Adam meraih ibunya dan mencoba menyadarkan ibunya .


" umi umi bangun umi umi "


Adam menepuk pundak ibunya berulang kali, dan akhirnya gadis pun terbangun .


" astaghfirullah" sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan nya.


" umi kenapa umi ?"


" gak papa nak , umi cuma mimpi "


" umi mimpi sama Abi ?"


" iya nak "


" masyallah tabarakkallah setelah sekian lama baru kali ini umi bermimpi bertemu Abi"


" iya nak dalam mimpi umi nyata sekali "


" semoga ini pertanda baik ya umi "


Semakin gelisah , gadis memutuskan untuk pergi kerumah ibunya


Begitu matahari terbit besok pagi .

__ADS_1


__ADS_2