Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Ide gila Riki untuk bisa rujuk kembali


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah gadis , rasa ingin memiliki gadis kembali di dalam hatinya, ternyata diam diam dia mengetahui Anhar memperhatikan istrinya.


Awalnya ia sempat marah karena niat Anhar untuk mendekati gadis tapi ia mengambil kesempatan untuk bisa rujuk kembali dengan gadis .


Pagi itu ia mendatangi kantor butik pusat milik Anhar di pusat kota tidak jauh dari kantornya.


kebetulan Anhar ada di lokasi , ia segera mendatangi Anhar


"bisa bicara sebentar bro?"


Anhar yang sedang mencek kondisi butik nya berbalik badan dan melihat Riki di belakangnya "bisa "


"gimana kalau kita ke cafe dekat sini"


"boleh"


"kalau gitu saya tunggu ya"


"baik "


ucap Anhar singkat, ia memendam rasa kesal dan amarah nya sejak ia tau Riki menyakiti gadis tapi ia tetap berusaha tenang mengikuti undangan Riki untuk bertemu di cafe saat itu juga ia segera meluncur ke cafe .


"ada apa bro?"


"begini bro gue tau lu lagi intai mantan istri gue, gue mau minta tolong sama lu bro "


"minta tolong apa?"


" lu mau kan nikahi gadis ?"


mendengar perkataan Riki Anhar seketika berdiri lalu berkata " lu gila bro "


"tolonglah bro gua pengen rujuk kedia lu kan tau sendiri bro kalau udah cerai harus bisa di nikahi lagi dia harus nikah dulu sama laki laki lain tolonglah bro"


"lu bener bener gila ! dulu lu rebut dia dari gua sekarang lu suruh dia nikah sama gua masih waras gak lu"


"tenang dulu bro , gua cuma minta ijab Qabul saja setelah itu lu ceraikan dia"


"bener bener nih orang" ucap Anhar langsung berdiri dari tempat duduknya


melihat wajah Anhar penuh emosi Riki mencoba menenangkan nya


"tolonglah aku bro, cuma lu yang bisa nolongin gue"

__ADS_1


Anhar menggelengkan kepalanya berkali kali


kemudian ia berubah pikiran mungkin ini cara Allah mempertemukan ia dengan gadis lagi ia pun terdiam sejenak lalu berkata " ok gua setuju"


"lu serius bro?"


"ya gua serius , tapi ada syaratnya "


"apa bro gua akan lakuin apapun asal lu setuju bro"


"ok, lu gak boleh ganggu rumah tangga kita "


"ya... maksd nya gimana bro?"


"selagi gadis masih istri gua jangan pernah mencoba mendekati dia "


"tapi bro anak anak gue "


"soal lu pengen ketemu anak anak lu silakan cuma jangan mencoba mengganggu istri gue "


Riki terdiam lama lalu ia pun mengajukan syarat dariny " gue setuju , tapi gue juga punya syarat "


"apa syarat nya?"


Anhar terdiam dengan mata melihat kesana kemari memikirkan syarat yang di ajukan Riki.


"ok gue setuju"


"dan satu lagi selama lu dan gadis sah jadi suami istri jangan pernah mencoba macam macam dengan dia"


"ok gue setuju "


Dua pria mencintai gadis yang sama menyetujui syarat yang mereka buat sekarang langkah berikutnya Anhar mencoba mendekati gadis niat nya tulus untuk meminang gadis menjadi istri nya kelak .


tapi rencana Anhar untuk menikahi gadis di halangi oleh ibundanya sebab ibunya sudah ada calon untuk Anhar jadikan istri.


"ibu tidak setuju gadis sudah jadi janda Anhar apa kata orang nanti kalau anak ibu menikahi janda "


"apa salah nya Bu Rasulullah saja menikahi janda "


"beda dong nak, kamu bos pengusaha butik butik kamu dimana mana apa kata teman mama nanti kalau kamu nikahi janda beranak dua gak ibu gak setuju"


"tolong lah Bu, hal yang buat Anhar sampai sekarang sendiri karena Anhar susah lupain gadis "

__ADS_1


"gak sampai kapan pun ibu gak akan setuju titik" ucap ibu dengan perasaan kesal lalu pergi.


Bukan Anhar nama nya bila tak suka tantangan, dia suka hal hal yang menantang.


bahkan ia semakin berani mendekati gadis secara langsung


"maaf anhar , kita di sini aja gadis takut terjadi fitnah di rumah lagi kosong gak ada orang" ucap gadis pada Anhar


mereka berdiri di depan pagar rumah kontrakan gadis.


"iya gak papa gadis disini juga gak masalah "


"kalau boleh tau ada keperluan apa har kesini?"


"Aku cuma pengen lihat anak anak aja dek"


"oh, anak anak gadis udah tidur didalam "


"gimana kabar mu gadis ?"


"Alhamdulillah baik "


"syukurlah, kabar anak anak ?"


"baik juga anhar"


"gimana makanan nya gadis enak kan?"


"makanan ? oooh .. makanan itu dari kamu ?


Anhar tersenyum " iya itu dari aku "


"ya ampun trimakasih Khalifah yang habiskan"


"oh bukan kamu toh"


"aku makan sedikit aja makasih ya "


"sama sama , kalau gitu aku pamit dulu ya gak enak lama lama disini nanti apa kata tetangga"


"iya har , aku juga mau lanjut nyuci baju Ainun sama Adam lagi"


"oh ia aku pamit ya assalamualaikum "

__ADS_1


"walaikumsalam "


__ADS_2