Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Hadirnya cinta di masa lalu part 5


__ADS_3

"gak mau kakak kan bisa ajak mas Ali juga tapi kan bareng bareng lebih asyik gitu"


"ih apaan sih orang kita mau bulan madu lagi"


"ih apaan bulan madu Mulu gak capek apa"


"ih julid baget terserah aku dong uang uang aku"


"ihhhh kamu pelit baget sih, kualat kamu loh nolak permintaan kakak plies demi si kembar juga pengen healing dek pliess "


"ini nih muka bokenya yang gak bisa di tolak 🤦" ucap Riki tepok jidat Erika pun tersenyum bahagia "makasih dek udah di izinin ikut juga bye kakak mau ke dapur dulu "


"haah... yang ngizinin ikut siapa woi kak ..."


"udah lah bang izinin aja kak Erika ikut lagian kak Erika udah mohon mohon masa Abang tega nolak nya sih"


"haduhh ini lagi permintaan istriku yang paling susah untuk aku tolak "


"hmm"


"iya iya Abang kasih izin ikut dek tapi harus janji gak ganggu kita "


"iya gak bakal ganggu kita bang"

__ADS_1


*PAGI HARI *


seperti biasa semua perlengkapan sang suami sudah tertata rapi di atas tempat tidur sebelum ia bangun dari tidur nya .


begitu juga masakan untuk sarapan, hari ini omah membuat ulah lagi, omah tau hubungan antara cucunya dan Agnes dan ia pun ikut mendukung penuh hubungan itu dan semakin sering menyudutkan gadis setiap ada pertemuan keluarga.


"aduh aduh gadis apa kamu gak gerah gitu "


",gerah kenapa omah?" tanya nya gadis sambil menata makanan di atas meja


"ya ... gerah gitu ini keluarga kamu loh bukannya dalam Islam bisa di lepas kalau ada pertemuan keluarga cadar kamu itu "


"mama...!" ucap papip menengur ibunya


tak menghiraukan teguran si nenek tua Bangka ini semakin bersemangat


"apa kamu tau gimana bentuk wajah menantumu ? gak kan hahaha"


"maa..." ucap papip kembali menegur


"dengerin mama dulu , coba kalian jawab gimana bentuk wajah dia bentuk wajah menantu kalian ini"


"maa.. udah dong mama makan aja ntar dingin gak enak "

__ADS_1


"gak mau kalian jawab dulu"


"blm ma " sahut papip yang masih sabar menghadapi tingkah laku ibunya


"tu kan ... apa salah nya ky istri kamu kalau ada pertemuan cadarnya di buka"


"ya.. omah nanti Riki coba bicarakan sama gadis "


"omah liat dia aja takut apalagi mau ngobrol takut baget ntar asik ngobrol tiba tiba"


"mamaaaa!!!! bentak papip yang langsung berdiri


"mama bisa hari ini jangan buat kekacauan di meja makan "


"siapa yang buat kacau mama kan ngomong realita"


"mama bisa diam atau"


"atau apa ? atau apa !!" ucap si omah ikut emosi malah omah yang lebih galak dari papip


melihat suasana semakin kacau mami dengan sigap menarik tangan suami nya


"sudah pip, sabar "

__ADS_1


papip pun tidak bisa berkata apa-apa lagi ia menghela nafas melanjutkan makan pagi nya .


sementara omah masih trus ngoceh soal cadar gadis dan si gadis hanya diam dan sedih mendengar omah slalu mempermasalahkan cadarnya.


__ADS_2