
Mendapat ancaman serius dari mantan suami, gadis merasa terancam dan khawatir terlebih menyangkut anak ia begitu takut kehilangan anak anaknya tapi perkataan Riki ada benarnya juga semenjak ia menikah perhatian nya pada anak anak jauh berkurang.
gadis begitu mencemaskan ancaman Riki sampai membuatnya drop dan harus mendapat penanganan serius dari dokter kandungan.
"hasil pemeriksaan janin ibu lemah, ibu terlalu stres dan pola makan nya gak tetap "
"tukan apa aku bilang yang, udah deh gak usah pikirin apa kata mantan suami kamu itu aku akan perjuangkan hak asuh anak anak jatuh ke kamu "
"aku tau bagaimana bang Riki dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan sayang"
"jangan khawatir kan itu aku akan perjuangkan sayang demi kamu Dan anak anak kita"
Sebagai suami anhar terus memotivasi istrinya untuk tetap positif dan tetap kuat.
Sementara Riki memulai mengajukan gugatan hak asuh anak bersama pengacaranya.
tekat nya bulat untuk merebut kedua anaknya dari sang ibu yang sudah memiliki kehidupan baru.
sebagai suami anhar tak mau tinggal diam membiarkan sang istri memperjuangkan hak asuh anak nya anhar ambil bagian membayar pengacara ternama di kota ini.
"Saya mau hak asuh anak tetap jadi milik istri saya bagaimana pun caranya "
"siap pak anhar akan saya perjuangkan "
Biaya yang ia keluarkan pun tak main main ia merogoh kocek sampe ratusan juta untuk memboyong pengacara ini , hal itupun di ketahui ibundanya,beliau sempat keberatan dengan kebijakan anaknya
" apa gak sebaiknya berikan saja buat mantan suami istrimu ,dari pada harus mengeluarkan uang ratusan juta hanya untuk hal ini "
"gak Bu , anhar harus memperjuangkan hak asuh anak anak anhar kasihan gadis kalau sampai hak asuh anak anak jatuh ke tangan mantan nya "
"tapi kan kamu udah berkorban sejauh ini sayang"
"itu hal yang wajar Bu , anhar suaminya jadi anhar harus siap badan untuk gadis dan anak anak "
"keras kepala dan tanggung jawab mu memang betul seperti almarhum papa mu, keras kepala sekali bilang harus jadi miliknya bagaimana pun caranya "
"tapi ketampanan nya lebih tampan anhar kan Bu "
"Hmmm .. beda beda tipis lah cuma banyakan bapak mu "
"coba kalau anhar tanya istri anhar pasti jawabnya banyakan anhar hahahah "
begitulah sepenggal obrolan anhar dan ibunya.
...****************...
"selamat pagi sayang"
ucap anhar sambil mengecup kening istrinya dengan lembut
__ADS_1
"selamat pagi juga sayang"
"sayang gak sholat subuh ?"
"sholat sayang"
"ya udah mandi dulu sana biar aku tungguin"
"iya sayang"
Gadis bergegas ke kamar mandi, selesai mandi ia menghampiri suaminya.
"kenapa sayang apa yang sedang sayang pikirkan ?"
"tadi siang aku dapat undangan sidang dari pengadilan"
karena sudah berwudhu anhar menghampiri istrinya tanpa menyentuhnya dan berkata " yang sabar ya sayang aku nyakin kamu bisa melewati ini "
"makasih sayang, slalu suport aku "
"itu udah jadi tanggung jawab aku sayang"
keduanya saling menguatkan satu sama lain setelah keadaan membaik mereka pun segera melaksankan sholat subuh berjamaah bersama.
...****************...
Suara burung menyambut pagi nya, gadis berdiri di balkon kamar perlahan menutup matanya untuk menikmati segarnya udara di pagi hari itu, perlahan lahan hatinya tenang terhayut dalam kenikmatan udara di pagi hari, ketenangan yang ia rasakan tak lama begitu ia mendengar suara anaknya menangis di dalam kamar di sebelah kamar tidurnya, gadis berlari menghampiri anak anaknya.
"Ada apa mbak kok Ainun nangis?"
"Ainun seperti panas Bu"
"ya Allah demam lagi ?"
"iya Bu"
"tolong mbak telpon dokter buat datang ke sini"
"baik Bu "
si mbak pergi menelpon dokter , sambil menunggu kedatangan dokter, gadis memeluk putrinya erat.
"ya Allah seolah olah putriku tau kalau kami akan berpisah "
"maafkan umi sudah lalai dan menyia-nyiakan kalian sayang, umi janji, umi akan manfaatkan kesempatan ini dan perjuangkan kalian sayang sampa nafas umi yang terakhir"
ucapnya sambil memeluk putrinya.
Mengetahui Ainun sedang sakit, amarah Riki semakin meningkat ia semakin bersemangat untuk mengambil alih hak asuh anak anaknya.
__ADS_1
Begitu tau Ainun sakit , ia langsung meluncur ke rumah gadis tanpa meminta izin dahulu pada suami gadis .
"Tuan "
"iya, bagaimana keadaan Ainun ?"
"Ainun sudah di tangani dokter tuan, dan dokter bilang Ainun cuma demam biasa nanti setelah minum obat Ainun pasti sehat kembali"
"Mana Ainun saya mau ngendong "
"Ainun lagi istirahat tuan"
"ibu mana ?"
"ibu di dalam tuan kasih makan Adam "
"kenapa anak anak saya semua sakit dan gak keurus gitu apa kerjaan kamu ?"
"maaf tuan saya mengurus dan merawat Adam dan Ainun dengan penuh semangat dan tanggung jawab tuan terlepas karena sakit itu di luar perkiraan saya tuan "
"Pola makan anak saya apa tidak teratur ?"
"saya slalu memberi makan kedua nya tepat waktu tuan "
"haaa... sudahlah , dari jawaban kamu saya sudah simpulkan kalau anak anak saya 24 jam.bersama mu kan ?"
Suster terdiam lama, ia kemudian berkata
"saya tidak keberatan tuan kalaupun anak anak seharian ikut saya dan bersama saya "
"kalau terus bersama mu lalu apa tugas dan peran ibunya untuk anak anak ku ?"
Suster terdiam lagi ia melihat ke arah Riki dengan mata sendu
"maaf tuan saya tidak bisa berkata apa-apa, itu bukan ranah saya dan saya juga tidak mungkin ikut campur "
"ya gak papa, semakin seperti ini, saya.juga semakin semangat mengambil hak asuh anak anak "
"maaf tuan bukannya saya lancang , apa tidak sebaiknya tuan urungkan niat tuan itu, biarlah dulu anak anak bersama.ibunya karena Ainun dan Adam juga butuh kasih sayang ibunyadi usia seperti ini "
"jujur saya juga gak mau ambil alih anak anak karena saya tau mereka tidak akan bisa di pisahkan dengan ibunya tapi semakin hari anak anak semakin tidak terurus saya juga jadi gak tenang nanti kalaupun hak asuh jatuh ke tangan saya kamu saya tarik lagi kerumah untuk mengurus anak anak ya "
Suster terdiam dengan mata berkaca-kaca ia berkata "apa tidak sebaiknya tuan cabut tuntutan tuan demi anak anak tuan "
"gak saya sudah bulatkan tekat.mbak "
"kasihan anak anak pak "
"kamu tenang saja saya lebih tau apa yang di inginkan anak anak saya "
__ADS_1