
"tenangkan dirimu dek, Abang nyakin ini pasti ada jalan lain sabaiknya adek telpon anhar minta jemput biar Abang juga langsung pulang kerumah biar bicra sama mami"
"iya bang gadis coba telpon anhar ya"
berkali kali ia menelpon anhar namun tak ada jawaban dari anhar, melihat wajah gadis semakin panik Riki berkata " ada apa dek ?"
"gak tau bang, anhar gak angkat telpon aku"
"mungkin lagi di jalan "
"gadis pulang naik taksi aja bang mungkin anhar lagi breafing bareng anak buahnya juga kan takut ganggu"
"ya udah Abang pesan in taksi ya"
"gak usah bang biar gadis aja yang pesan"
"iya dek terserah adek aja gimana baiknya"
Tak berapa lama taksi pun datang menjemput gadis yang sudah berdiri menunggu di depan gerbang dengan Riki.
"gadis pamit ya bang assalamualaikum"
"walaikumussalam hati hati ya dek"
"iya bang"
Gadis pulang dengan rasa berat dan sedih harus berpisah kembali dengan buah hatinya, sepanjang jalan air matanya terus menetes ia benar benar rapuh saat ini , di tengah kesedihan nya tiba tiba supir taksi berkata
"maaf neng, mungkin perempuan ini teman enneng kali ya ?"
"yang mana pak ?"
pak supir menginjak rem secara tiba tiba membuat gadis terpendal ke kursi di depannya.
__ADS_1
"seeettttttttttt!" suara ban mobil yang mendadak merem .
"maaf neng, itu teman Eneng ?"
gadis menyingkap tirai jendela taksi yang ia tumpangi dan melihat wanita yang menghalangi jalan mereka yang dikatakan oleh pak supir.
"Agnes "
"tok tok tok" Agnes berkali kali mengetuk pintu mobil pak supir pun membuka nya lalu berkata " ada apa mbak ?"
"pak bisa bicara sama penumpang bapak sebentar ?"
pak supir tidak menjawab beliau menoleh ke belakang menunggu jawaban gadis " dia temen saya pak"
"oh ya udah neng kalau mau ngobrol gak papa"
"iya pak trimakasih " gadis keluar dari dalam mobil berdiri di hadapan Agnes
"ada apa nes ?"
"gue minta tolong jangan deketin suami gue!"
"maksud nya ?"
"yaaa.. jangan deketin suami gue Riki "
"Astaghfirullah. saya sama sekali gak pernah berniat mendekati bang Riki sedikitpun nes "
"omong kosong" Agnes semakin brutal ia mendorong badan gadis sampai terpental ke kaca depan taksi
"auuu...."
"Lo tau kan gue sayang baget sama Riki "
__ADS_1
"apapun itu, aku sama sekali gak bermaksud mendekati Riki bahkan sampai berniat rujuk dengan dia " ucap gadis yang menahan kesakitan karena siku tangan nya.
"lihat ini " ucap gadis menunjukkan jarinya yang sudah di lingkari cincin pertunangan dari anhar, begitu melihat cincin di jari manis gadis Agnes terdiam
"coba kamu lihat, aku sudah bertunangan dan mana mungkin aku rujuk kembali dengan bang Riki, aku dan bang Riki cuma masa lalu dan gak akan pernah jadi masa depan "
Agnes terdiam lama dan menggangkat tangan nya untuk menampar gadis tiba tiba seseorang menahan tangan Agnes dan orang itu ternyata anhar tunangan gadis .
" berani nya kamu mengotori tunangan ku dengan tangan kotor mu itu " gertak anhar, jelas terlihat di wajahnya ia menahan emosi menyaksikan perlakuan Agnes
" auuu... lepasin tangan ku" pinta Agnes
"tidak ... saya tidak akan lepas kan sebelum kamu meminta maaf sama gadis "
"tidak mau "
"ayo minta maaf"
"gak aku gak mau"
anhar melintir tangan Agnes sampai ia teriak kesakitan
"auuuww... auwww... ok ok gue minta maaf"
"minta maaf yang bener "
"ok gue minta maaf gadis "
"gimana sayang maaf pin dia gak ?"
"udah sayang lepasin tangannya Agnes aku udah maafin kok" ucap gadis
mendengar perkataan tunangannya anhar melepas tangan Agnes lalu berkata " sekali lagi lu Berani nyakitin tunangan gue,lihat aja apa yang akan terjadi "
__ADS_1