
Riki berdiri dari kursi dan berkata
" sudahlah kita bahas yang lain saja "
" iya mas "
" Maaf aku gak bisa temanin kamu di sini soalnya ngerti sediri kan aku baru pulang kerja dan musti mandi dulu habis itu istirahat kalau mau pulang silahkan tapi kalau mau masih di sini boleh " katanya dan berjalan menaiki tangga, langkah nya kembali terhenti di anak tangga ke 4 ia menoleh ke Agnes yang masih duduk di kursi melihat ke arah nya
" kalau mau pulang tolong ya , Airin malam ini nginap di sini boleh kan ?"
Agnes menghela nafas " boleh mas "
" ok, thanks aku mau ke kamar dulu"
"iya mas "
Ia pun kembali melanjutkan langkahnya, Agnes hanya terdiam ia benar benar tak bisa berbuat apa apa, sejauh ini ia masih menyimpan ruang untuk mantan suaminya kalaupun masih di ajak rujuk olehny, aduhh seganteng apa sih mas / bang Riki ini sampai menjadi bahan rebutan bagi kaum wanita.
Kondisi gadis mulai membaik, tapi ingatannya masih blm kembali, di setiap saat yang menemaninya hanya ada anhar yang ia anggap sebagai abangnya.
Rasa penasaran nya mulai menghantui dirinya
"Umi, suami gadis mana ? kok yang ada bang anhar terus bang Riki mana umi ?"
__ADS_1
" Riki di rumah sayang, mungkin juga suami kamu sibuk"
"umi tolong telponin bang Riki gadis pengen ngomong "
"Iya sebentar umi telpon ya"
umipun keluar dari kamar , tak berapa lama setelah mendapat kabar dari umi rikipun datang, melihat kedatangan Riki
gadis begitu bahagia ia berlari untuk memeluknya, tapi Riki menahan badannya agar tidak bersentuhan dengan gadis .
" Abang kenapa , kok gadis gak boleh peluk Abang ?"
" apa Abang masih gak enak badan ?, apa Abang gak anggap gadis istri Abang lagi ? apa kita sudah berpisah bang ? salah gadis apa, Abang marah baget ya sama gadis ? sampai Abang giniin gadis ?"
"maaf dek, abang masih blm enak badan Abang takut berjangkit ke adek "
Melihat sang istri merajuk, anhar berdiri seolah memberi izin kepada Riki untuk memeluk istrinya , ia berkata " ya ampun Riki, kamu tau sendirikan istrimu merindukanmu coba kamu peluk dia "
Mendengar perkataan anhar, Riki terkejut bukan main matanya melotot melihat anhar seolah memberi isyarat apa apaan ini kenapa malah meminta nya berbuat yang tidak masuk akal.
" Ayo peluk istrimu kamu malu ya ?"
Riki hanya diam saja, ia tak mungkin melakukan nya
__ADS_1
" ayo sana !" anhar mendorong tubuh nya untuk mendekati gadis , mendapat paksaan Riki memeluk gadis sambil berkata
" maafkan Abang dek "
tubuhnya berkeringat jantungnya berdetak kencang, tangannya bergetar , ketakutan dan kecemasan Riki di rasakan oleh gadis yang sedang berada di pelukannya.
" tangan Abang kenapa dingin ? wajah Abang kok berkeringat , ada apa sebenarnya kenapa semua seolah olah tutup mulut apa yang terjadi tuhan "
Suara hati gadis yang mulai merasakan ada yang di sembunyikan oleh semua orang
Mengetahui Riki tak nyaman, gadis melepaskan diri dari pelukan Riki
" jangan di paksa bang , apapun yang di lakukan dengan dasar paksaan tidak akan baik"
Gadis pun pergi meninggalkan semua orang, kemudian di susul oleh umi.
" nak nak tunggu sebentar "
"umi, gadis pengen istirahat aja "
" nak , maafkan umi "
" umi gak salah, yang salah gadis kenapa sampai gadis bodoh lalai sampai sampai anak yang di rahim gadis jatuh yang buat bang Riki merasa lain dan brubah "
__ADS_1
" nak jangan salahkan dirimu ini sudah kodrat dari Allah"
Layaknya seorang anak perempuan dengan ibunya , gadis menangis di dekapan sang ibu untuk meluapkan kekesalannya.