
Semakin hari gadis suka merenung dan berdiam diri.
Ia suka sendirian dan menghindari keramaian.
" semakin hari kondisi gadis semakin menurun, dia suka sendirian ibu takut dia kenapa kenapa " kecemasan sang mertua terhadap menantu nya.
"aku juga gak bisa berbuat apa apa Bu, kehadiran ku tak di inginkan istriku sendiri Bu rasanya aku pengen nangis pengen marah tapi apa boleh buat aku hanya bisa diam demi ke sembuh an dia "
" yang sabar ya nak ibu nyakin di balik ini semua ada hikmah nya "
"aamiin Bu, anhar mau ngecek anak anak dulu ya Bu apa sudah tidur "
"iya nak "
Hati suami siapa yang tak sakit bila berada di posisi anhar saat ini, semua kenangan termasuk foto pernikahan mereka harus di simpan untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan.
Besok paginya ,
Anhar pergi menemui Riki di kantor nya
" ada apa bro kok tumben datang ke kantor "
" kita bisa bicara empat mata ?"
" boleh "
"kamu gak sibukkan ?"
" Alhamdulillah, kebetulan aku gak lagi sibuk kalau mau bicara ayo kita bicara di dalam ruangan Ku saja "
"baik "
keduanya masuk ke dalam ruangan, suasana sedikit tegang, Mereka saling bertatapan satu sama lain
__ADS_1
" mau bicara apa ?" ucap Riki dengan satu nafas
" begini, maksud aku datang kesini meminta tolong buat datang dan merawat gadis sebagaimana istrimu sendiri "
Riki berdiri dari kursinya dan memalingkan badan membelakangi anhar
" kamu ikhlas berbagi istri dengan mantan suami istri kamu ? bagaimana kalau semua di luar rencana tiba tiba cinta yang dulu pernah ada datang lagi apa kamu gak takut?"
" jujur aku gak ikhlas, siapapun orang nya tidak akan mau berbagi istri dengan pria lain tapi untuk kali ini aku tidak bisa berbuat apa apa ini demi kesembuhan istriku sendiri "
"Maaf, aku gak bisa "
" kenapa ?"
" kamu tau agama ? kamu tau soal dosa ?"
" aku tau, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena dia hanya menginginkan kehadiran mu saja bukan aku "
" Aku ikhlas jikalau sampai ,kalian ,menikah sirih " kata anhar terbata bata menahan tangis dari dalam dirinya. berusaha kuat berusaha tangguh menyembunyikan kesedihannya dan belajar ikhlas.
Riki memukul meja " plaaaak!"
" Stupid! lelaki macam apa kamu sadar gak dengan cara kamu seperti itu, itu sama aja kamu nyakitin gadis, bagaimana nanti kalau ingatan nya sudah kembali, bagaimana hancur perasaan dia bagaimana hancurnya hatinya mengetahui semua ini, tolong jangan sakiti dia lagi "
tiba tiba Anhar bersujud dikaki Riki dengan penuh berharap
" aku mohon aku mohon aku mohon, bantu aku untuk mengembalikan ingatan istriku"
" Ok aku bantu tapi tidak dengan cara bodoh yang kamu bilang "
" apa kamu punya cara lain?"
"ya aku punya tapi tidak dengan cara itu "
__ADS_1
" trimaksih bro trimakasih "
anhar memeluk Riki penuh kebahagiaan sebab Riki mengabulkan permintaan nya.
Diapun pulang dengan rasa bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Esok harinya,
Riki sudah sampai di kediaman gadis, dari kejauhan ia melihat gadis duduk di teras rumah dengan wajah termenung, Riki keluar dari dalam mobil menghampiri nya
Menyadari ke datangan Riki, gadis berdiri dari kursi seolah menyambut kedatangan suaminya.
Semakin dekat, gadis tiba tiba berlari memeluk Riki secara tiba tiba dan tidak dapat Riki hindari
" Abang kemana aja kok gak pernah kabari gadis ?"
"Maaf, dek Abang ke luar kota Abang sengaja gak kabari adek Abang takut adek semakin banyak pikiran "
", justru karena Abang gak kasih kabar sama adek, adek jadi kepikiran sama Abang "
" yang penting kan Abang udah disini "
" Abang janji jangan tinggalin aku lagi ?"
"iya Abang janji "
ucap Riki terbata bata, perlahan ia melepas tangan gadis dari badannya
" mana anak anak dek ?"
" di dalam Abang, ayo kita lihat Ainun sama Adam "
__ADS_1