Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Pertemuan kedua


__ADS_3

Malam harinya, Abi bergegas ke masjid untuk sholat isya , bersama cucunya Ibrahim .


setelah sampai di masjid Abi kembali bertemu dengan Yusuf kembali, saat akan meninggal masjid tidak sengaja mereka berpapasan.


" eh pak Hasan ?" ucap Yusuf


" masyallah nak Yusuf, sudah sampai kota nak ?"


" sudah pak, saya sudah hampir 2 Minggu disini "


" masyallah entah kebetulan atau memang Allah terus mempertemukan kita nak "


"iya pak, apa kabar pak , ada acara apa bapak sampai ke kota pak ?"


" iya nak Yusuf, Anak saya gadis lagi sakit nak"


" subhanallah , sakit apa pak ?"


" demam tinggi nak , tapi Alhamdulillah tadi waktu bapak tinggal ke masjid sudah mendingan dari sebelumnya "


" Alhamdulillah kalau begitu pak, ini siapa pak ?"


" oh ini cucu saya nak Yusuf dari gadis , anak ketiga nya gadis "


"ayo ibrahim beri salam sama paman yusuf "


" assalamualaikum paman "


" walaikumussalam , masyaallah ternyata anaknya gadis ganteng ya pak "


" Alhamdulillah nak yusuf"


" Sudah kelas berapa nak ?"


" kelas 5 SD paman "


" masyaallah sudah besar rupanya , tadi Ibrahim Sholat ?"


" iya paman "


" sholat Ibrahim satu hari ini berapa.nak ?"


" Alhamdulillah semua sholat sudah Ibrahim kerjakan paman kecuali isya "


" masyallah , sebentar oom punya hadiah buat Ibrahim "


Yusuf merogoh kantong bajunya mengeluarkan beberapa lembaran uang dan memberikan nya pada Ibrahim.


" ini hadiah buat Ibrahim "


Ibrahim diam tidak menerima uang di hadapan nya, tidak seperti anak pada umumnya.


Ia mendorong uang di hadapannya .


" Maaf paman, Ibrahim gak di bolehin umi meminta minta uang "


Yusuf tersenyum dan berlutut di hadapan Ibrahim si anak lucu yang polos, sambil mengusap kepala Ibrahim .


"anak Sholeh, betul apa kata umi nya tapi Ibrahim kan gak minta minta sama paman Ibrahim dapat hadiah dari paman , kalau menurut paman pasti umi Ibrahim gak akan marah kalau Ibrahim dapat uang dari hadiah "


Ibrahim tetap diam sambil melirik kakeknya , seolah memberikan izin kakek tersenyum sambil menganggukan kepala, dengan ragu ragu Ibrahim mengambil uang di tangan paman yang ia tidak kenali itu .


" Trimakasih paman " ucapnya ragu ragu

__ADS_1


" sama sama, paman kasih Pr lagi kalau Ibrahim bisa selesai Pr dari paman Ibrahim dapat hadiah lagi dari paman malah lebih dari ini "


" trimakasih paman, paman serius ? Gak lagi bercanda kan "


" apa ada di wajah paman lagi bercanda, Atau lagi bohong ? coba deh Ibrahim perhatikan "


Ibrahim diam memperhatikan wajah paman di hadapan nya itu .


" Gimana ?"


" gak paman , paman terlihat seperti seorang ustadz "


Yusuf tersenyum sambil menutup mulutnya.


" ok, kalau nanti kita bertemu lagi paman akan tangih hafalan juz ( menyebutkan juz Alquran yang akan di hafal oleh Ibrahim)"


" bagaimana sanggup ?"


" sanggup paman, akan ibrahim coba "


" masyaallah"


" Ibrahim pergi dulu paman "


" triamakasih nak Yusuf sudah beri hadiah sama cucu saya ,dia tampak bersemangat sekali mendapat tugas dari nak Yusuf "


Yusuf tersenyum sedikit


" Sama sama pak, saya juga suka lihat Ibrahim dia begitu antusias untuk mempelajari ilmu agama di usia dia yang masih terlalu dini "


" iya nak yusuf"


" kalau begitu saya pamit ya pak, salam buat gadis , semoga lekas sembuh "


" aamiin pak , assalamualaikum "


" walaikumussalam "


Yusuf pun berpamitan pergi untuk meninggalkan masjid .


Abi tersenyum manis , merasa nyaman saat ngobrol dengan Yusuf, sama seperti hal nya dulu ngobrol dengan almarhum menantunya anhar.


" aku merasa bicara dengan nak Yusuf sama seperti bicara dengan almarhum anhar, dia sopan suka anak kecil dan ilmu agamanya luar biasa "


Sesampainya dirumah, Ibrahim menghampiri gadis yang duduk sambil membaca Alquran di tangannya .


" umiii "


" assalamualaikum , kok bisa lupa salam nya "


" maaf umi assalamualaikum "


" walaikumussalam, ada apa nak kok bisa lupa salam nya gitu '"


" umi tadi Ibrahim ketemu sama paman, paman itu kasih Ibrahim uang umi ini "


mengeluarkan beberapa lembaran uang yang di berikan oleh Yusuf ke depan ibunya .


" masyallah bnyk sekali uang apa itu nak "


" ini uang hadiah umi karena Ibrahim udh berhasil jawab tantangan dari paman ini "


" o ya, "

__ADS_1


" Tadi Abi ketemu sama nak Yusuf masih ingat nak Yusuf kan "


Gadis terdiam mencoba mengingat sosok Yusuf yang di maksud abinya .


" ingat Abi gadis ingat "


" nah... Abi udah dua kali ketemu dia, pertama waktu di kampung kedua kali disini tadi Abi sama Ibrahim baru keluar dari dalam masjid ,trus gak sengaja papasan sama nak Yusuf yang mau keluar juga dari masjid , Abi tengur dia katanya dia titip salam buat kamu nak semoga cepat sembuh "


" aamiin ya rabbal Alamin , ia Abi doa yang sama juga untuk Yusuf "


" Yusuf itu teman waktu sekolah mbak ?" ucap Khalifah


" iyaaa... Dia dulu pernah suka sama mbak cuma Abi tau sendiri gadis gimana orangnya "


" iya nak Abi tau , tapi Abi lihat lihat ngobrol dengan nak Yusuf nyaman sekali sama seperti waktu Abi ngobrol sama almarhum suami kamu "


Gadis terdiam,


Peka melihat kegelisahan gadis saat mendengar perkataan ayahnya ,umi mencubit tangan Abi meminta Abi untuk tidak meneruskan perkataannya.


" sudah Abi kasihan gadis " bisik umi ditelinga suaminya .


"maaf umi Abi, ibrahim sayang umi ke kamar dulu y nak "


" iya umi "


Gadis pun masuk kedalam kamar ,


" Abi sih ngomong kok gak di pikirin dulu tu kan kasihan anak kita jadi sedih gitu "


" maaf umi , Abi ngomong apa adanya, Abi gak bermaksud buat anak kita tersinggung gitu umi "


Di kamar pandangan gadis tertuju pada foto pernikahan nya yang sederhana dengan almarhum suaminya anhar yang sampai saat ini jasadnya blm di temukan hanya potongan tubuh yang memperkuat identitas beliau sampai kasus kecelakaan pesawat itu nyatakan di tutup .


Gadis masih menutup rapat hatinya untuk laki laki mana pun.


Ia masih fokus pada pertumbuhan anak anaknya dan Maryam putrinya yang sejak dalam kandungan sudah di tinggal kan oleh ayahnya .


Melihat gadis termenung di pojokan tempat tidur, Maryam gadis kecil yang tidak tau apa yang terjadi dan nasib apa yang menimpa dirinya menghampiri ibunya sambil berkata


" umi jangan nangis "


Seketika gadis mengelus air matanya dari balik cadarnya .


" umi gak nangis nak "


" terus umi kenapa begong sambil lihat foto Abi ?"


" gak ada apa apa kok nak umi cuma lagi kangen sama Abi "


Maryam menoleh ke arah foto ibu dan abinya yang blm pernah ia kenal sama sekali.


" Umi, abi ternyata tampan ya umi "


" masyallah nya jangan lupa nak , tampan sekali , makanya anak umi cantik seperti ini"


Ucap gadis sambil mencubit pipi putrinya gemas


" jangan nangis lagi ya "


" iya sayang umi gak akan pernah nangis kalau Maryam sama Ibrahim slalu ada di samping umi "


Keduanya saling berpelukan satu sama lain, seolah merasa di kuatkan dengan sosok anak yang memiliki sifat dan karakter seperti almarhum suami nya, mengobati rasa rindu pada almarhum suaminya.

__ADS_1


__ADS_2