Cinta Gadis Bercadar

Cinta Gadis Bercadar
Kisah mereka


__ADS_3

Mereka bersama sama kerumah nenek,


Ainun yang masih menyimpan rasa kecewa pada neneknya hanya berdiam diri tidak mau bertemu nenek secara langsung , sadar perubahan sikap cucunya nenek melambaikan tangan pada Ainun memintanya untuk mendekat .


"Sini nak, kenapa cuma berdiri di pintu "


Ainun menggelengkan kepalanya, Adam menarik tangan Ainun secara paksa agar ia mau masuk kdalam kamar.


" Ainun kenapa , Ainun marah ya sama nenek ?"


Ainun melirik ke Adam yang berdiri di sebelahny , Adam melotot agar Ainun mau berbicara.


" gak kok nek"


" trus kenapa gak mau masuk"


" Ainun tadi buang angin kalau di dalam buang anginnya takut mencemari udara dalam kamar nenek "


Nenek tersenyum seperti tau kalau ainun berbohong.


" ( menghela nafasnya) Ainun udah tunangan ya ? nenek kok gak di kabari ?"


" iya nek, ainun udah tunangan "


" besok besok ajak tunangan kamu kesini biar kenal sama nenek "


" insyaallah nek "


Nenek melihat wajah Adam air matanya mengalir perlahan merasa bersalah .


" Adam "


" saya nek , nenek sakit apa ?"


Adam menghampiri nenek dengan lembut ia mengelus wajah neneknya .


" Nenek minta maaf "


" maaf , untuk apa nenek , nenek gak pernah ada salah apapun sama kita, justru dengan nenek perlakukan kita seperti itu , sekarang Adam udah punya toko donat sendiri nek bareng sama umi itu semua berkat doa nenek juga "


" Bertahun tahun nenek mencari Kalian, mencari keberadaan kalian , nenek rindu kalian nak nenek sadar nenek cuma punya kalian semua didunia ini "


Ainun menggerutu giginya ia benar benar masih marah dengan perlakuan neneknya yang sudah mengusir ibu dan saudaranya waktu itu sementara saat itu Maryam adiknya masih bayi .Nenek terus mengungkapkan penyesalannya , sementara Ainun semakin tidak menerima keluh kesah nenek lalu memilih keluar dari dalam kamar lagi.


" Maaf nek Ainun potong , ainun mau keluar dulu "


iapun keluar kamar ia benar benar menahan emosinya selama di dalam kamar mendengar cerita si nenek .


" Aku benar benar muak dengar cerita nenek, astaghfirullah maafkan Ainun Abi, tapi Ainun benar benar gak bisa lupa gimana perlakukan nenek ke umi sama adik adik "

__ADS_1


Adam menyusul adik nya keluar kamar , ia mendengar perkataan Ainun barusan.


" Gak baik menyimpan dendam kamu seorang muslim "


ainun menyeka air matanya ,


" Siapa yang bilang Ainun dendam "


" dek dengan cara kelakuan kamu tadi udah mencerminkan kamu dendam "


" entahlah kak, jujur aku gak dendam cuma aku kecewa sama nenek , nenek yang dulu aku sayangi paling dekat dengan ku ternyata berubah seperti iblis tega mengusir kalian begitu saja , aku memang gak ada disitu waktu dia usir kalian tapi aku merasakan bagaimana pedih yang kalian rasakan "


" udahlah dek, lagian sekarang kan keadaan kami sudah jauh lebih baik yok masuk lagi yuk gak baik kayak gitu nanti malah nambah pikiran nenek "


" yaaa.. "


Mereka berdua kembali kedalam kamar ,


Tiba tiba Nenek meletakkan sebuah kunci yang pamiliar di mata kami, ya itu kunci rumah milik umi yang dulu pernah nenek minta.


" Ini kunci rumah kalian nenek kembalikan "


" kenapa Bu, ibu simpan aja"


" gak bisa gadis , ini milik mu , bukan milik ku, ambillah ajak anak anak mu kembali kerumah itu "


gadis yang awalnya menolak kunci itu karena dorongan dari Adam untuk mengambil kunci itu akhirnya umi mengambilnya


" sama sama bawalah anak anakmu tinggal kembali kerumah itu "


Di sisi lain, terlepas dari konflik keluarga yang sudah membaik , beralih ke kehidupan frisly yang memiliki rasa penasaran yang besar terhadap agama Islam , ia memberanikan diri diam diam membeli mukenah dan Alquran tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya bahkan ia juga sering mendengar lantunan ayat suci Alquran melalui handphone nya belajar tentang agama Islam lebih banyak lagi di dalam kamarnya .


Malam pun tiba, setelah selesai makan malam frisly menghampiri ibunya yang sedang memberi makan ikan di kolam belakang rumah .


" mami "


" loh belum tidur sayang "


" blm , mami lagi apa ?"


" nih lagi kasih makan ikan nak "


" mami , frisly boleh tanya "


" boleh dong apa sayang ?"


" tentang agama Islam "


Sontak ibunya terdiam melihat frisly dengan tatapan sinis .

__ADS_1


Ternyata ibunya dulu seorang Murtad (Islam masuk Kristen) rela meninggalkan agamanya demi menikah dengan papa frisly .


" Kenapa kamu tiba tiba tanya soal agama Islam ?"


"iya mi, frisly penasaran "


" udah udah gak usah penasaran sama agama Islam kamu kan sudah punya agama apalagi , mami mau masuk mau tidur "


" kenapa sih setiap aku nanyak agama Islam pasti mami slalu menghindar, apa aku tanya bi Sumi kali ya diakan agama nya Islam sering sholat sama puasa aku tanya bi Sumi aja deh "


Frisly menuju kamar pembantu di belakang dekat dapur .


" tok tok tok " (suara pintu kamar )


" Bi Sumi udah tidur blm "


" loh itukan non frisly ada apa malam malam begini datang ke belakang ya "


"blm non masih beresin kamar "


" boleh masuk gak bi ?"


" boleh non "


Frisly masuk kedalam kamar asisten rumah tangga .


" Bibi udah sholat ?"


" udah non, ada apa non"


" bibi mau gak ajarin frisly sholat "


" aduuuh gimana ya non , bibi takut bapak tau"


" udah tenang aja gak akan tau "


Bibipun mulai mengajari frisly sholat dan mengaji setiap malam mereka selalu belajar mengaji dan sholat setelah kedua orangtua pergi ataupun tidur .


" makasih ya bi udah mau ajarin frisly sholat mengaji, frisly hampir bisa , frisly senang baget karena kalau frisly tanya mami pasti mami marah "


" mungkin takut non"


" takut kenapa Bi?"


" bibi sudah lama ikut jadi asisten rumah tangga di rumah kakeknya non, dulu papa non pacaran sama mami kedua orangtua papa marah karena mami Islam sementara papa non ,non muslim karena cinta mereka yang begitu besar akhirnya nyonya mengalah mau masuk agamanya tuan demi cinta mereka gitu non "


" ya ampun jadi mami itu murtad ya Bi?"


" naaaah iya non murtad orang yang beragam Islam keluar dari agamanya dan masuk agama lain "

__ADS_1


" Ya ampun pantesan mami marah makasih ya bi "


" sama sama non "


__ADS_2