
Kabar saktinya gadis terdengar sampai ke telinga Riki, pagi pagi setelah izin pulang dari kantor Riki datang kerumah gadis .
Melihat kedatangan mobil yang tidak asing bagi mereka , Maryam berlari menghampiri mobil itu .
Rikipun keluar dari dalam mobil sambil membawa box rantang berisi bubur kesukaan gadis .
" assalamualaikum papa " sapa Maryam sambil tersenyum pada pria yang ia anggap pengganti sosok ayahnya .
" walaikumussalam , apa kabar nak ?"
" Alhamdulillah baik pa "
" pasti papa kesini mau jenguk in umi ya " ucap Maryam
" iya nak, tapi papa gak mungkin masuk kedalam papa cuma boleh sampai disini saja , oiyah papa titip ini buat umi, tolong sampaikan pesan papa , ini bubur kesukaan umi di habis kan ya "
" waaah... Kebetulan sekali papa umi dari kemarin pengen makan bubur kesukaan umi, eh papa sudah beli makasih ya pa " ucap Ibrahim
" iya nak papa juga punya ini untuk kalian "
Riki menunjukkan beberapa buah makanan dan buah buahan untuk anak anak mantan istrinya itu .
" kalian anak anak hebat bisa mengurus umi cuma berdua "
"kita gak sepenuhnya ngurus umi pa, papa kan tau sendiri umi wanita mandiri walaupun sakit umi masih berusaha buat masak buat makanan untuk aku dan adik Maryam "
" papa sudah tau karakter ibumu nak "
__ADS_1
" papa gak bisa lama lama papa masih mau kekantor dan insyaallah nanti siang papa kembali lagi ke sini ok "
" ok pa makasih ya pa "
" assalamualaikum sayang "
Ibrahim membawa box berisi bubur itu kedalam kamar ibunya .
" apa itu nak ?"
" ini Bubur buat umi "
" dari mana ?"
" dari papa Riki " ucap Maryam sambil tersenyum
" umi kata papa Riki , buburnya harus di habisin jangan di sisain "
" iya sayang "
Tiba tiba handphone gadis berdering
" kling " * tanda pesan masuk
Isi pesan
" assalamualaikum dek, buburnya di habisin ya, Abangtau adek suka makan bubur itu setiap adek sakit , maaf ya kalau rasa nya kurang pas , itu Abang yang buat sendiri hehe, meskipun ada bantuan dari bibi sih tapi semoga kamu suka , cepat sembuh ya syafakillah dek assalamualaikum "
__ADS_1
Gadis meletakkan handphone nya ke atas kasur dan menghela nafas .
" Umi Maryam mau sholat Dhuha dulu ya "
" iya nak "
" Ibrahim juga "
" iya nak "
Gadis tiba tiba terbayang masa lalu nya bersama Riki dahulu sewaktu ia jatuh sakit saat pernikahannya masih 1 bulan , gadis tidak mau makan dan tidak bisa makan apa apa, Riki khawatir tidak ada waktu tidur untuk Riki ia seharian menjaga istrinya .
Bahkan Riki bersusah payah mencari bubur kesukaan gadis sampai ke kampung demi sang istri agar mau makan .
" Ya Allah kenapa aku tiba tiba ingat masa lalu sama bang Riki ya " ucap gadis di dalam hatinya .
Perlahan ia membuka penutup box bubur di hadapan nya
begitu mencium aroma bubur itu, gadis memejamkan matanya.
" masyallah baunya persis sekali dengan bubur kesukaan ku" gadis meraih sendok dan perlahan memasukkan sendok berisi bubur itu kedalam mulutnya
begitu merasakan rasa dari bubur itu gadis menangis .
" masyallah rasanya enak sekali ,lidahku yang tidak merasakan apa apa sejak kemarin begitu merasakan bubur ini rasanya enak sekali " ucap gadis sambil menikmati bubur di dalam mulutnya .
Tidak sampai di situ , bukan cuma satu kali Riki mengantar.makann untuk gadis dan anak anakny bahkan setiap hari Riki mengantar makanan untuk anak anak gadis .
__ADS_1