
6 bulan kemudian ...
Usia kehamilan Agnes sudah memasuki trisemester ke 3 ( 8 bulan )
jenis kelamin janin pun sudah mereka ketahui yaitu perempuan.
menyambut kelahiran buah hati semua persiapan sudah dipersiapkan dengan matang
pagi hari , Riki mengajak Agnes kerumah sakit untuk mengecek kondisi anak mereka
"aku mau ngajak kamu hari ini ke rumah sakit ketemu dokter sp.og kita cek kandungan kamu dulu ya"
"hari ini yang ?"
"iya hari ini kamu gak sibuk kan sayang?"
"gak sih , cuma hari ini papi ngajak aku sama mami jalan jalan sekalian beli kekurangan baju baby kita "
"nanti sekalian aja sayang gak papa ya ?"
"gak papa sih"
Sesampainya di rumah sakit , dokter langsung menangani Agnes .
"wah... udah 8 bulan ya bunda "
"iya dok"
"baby nya besar, mancung sekali hidungnya, sebentar aku lihat jenis kelamin nya apa di rahasiakan saja ?"
"kasih tau dong dok kita penasaran "
"ok sebentar saya cari letak nya dulu ya Bu "
ucap dokter kandungan Sambil menggerakkan alat USG d tangan nya
"selamat ya pak Bu jenis kelamin anak bapak sama ibu perempuan"
"waah... pasti wajah anak saya cantik ya dok"
"cantik sekali Bu mirip ibunya "
"trimakasih dok " ucap Agnes penuh kebahagiaan sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu muda .
setelah selesai merekapun pulang kerumah, Saat di dalam mobil tibaΒ² Anhar mengirim pesan singkat berisi foto sepasang cincin.
seketika hati Riki bertanya tanya maksud dari foto yang Anhar kirim .
"apa maksud nya bro ?"
"oh maaf sudah buat mu bro penasaran aku rencana akan melamar gadis nanti siang, doakan bro semoga lamaran ku yang kedua ini tak ada lagi yang menikungnya"
__ADS_1
Riki mulai tersulut amarah, ia semakin merasa tak tenang tapi sejak awal dia yang meminta Anhar untuk menikahi gadis agar ia bisa rujuk kembali dengan mantan istrinya.
tapi itu perbuatan konyol menurut ku π kalau menurut pembaca sama tidak ? π€¦π¬
Ternyata benar saja bukan hanya sekedar omong kosong siang harinya Anhar memberanikan diri untuk bertamu kerumah orangtua gadis dengan membawa cincin di kantong sweater nya .
Sebelumnya ibu nya benar menolak keras anaknya berhubungan dengan gadis tapi apa boleh di kata kalau sudah jatuh cinta.
Sesampainya di rumah orang tua gadis ia memarkirkan motornya di depan rumah lalu ia berdiri menghadap pintu rumah berkali kali ia menarik dan menghela nafas untuk mengurangi rasa groginya ππ , lelaki...!!
ia berjalan selangkah demi selangkah lalu perlahan mengetuk pintu rumah
"tok tok tok"
berkali kali ia ketuk padahal ada tombol bel di sebelah tangannyaπ.
apa sangking groginya sampai tak bis melihat bel di sebelah nya π .
"tok tok tok" ia mengetuk kembali pintu lagi berharap ada yang mendengar ketukannya lalu membukakan pintu untuknya , Allah maha penyayang π tak berapa lama setelah ketukan kedua pintu itupun terbuka keluarlah gadis dari balik pintu
"assalamualaikum " ucap gadis dari balik pintu
"walaikumsalam " sahut Anhar
"hai gadis "
"ada apa Anhar ?"
"boleh silahkan"
"Abi sama ibu adakan di dalam ?"
"ada silahkan duduk biar aku panggil sebentar "
anharpun menuruti perkataan gadis ia menunggu lagi dengan perasaan grogi ia sesekali melihat ke setiap sisi ruangan sambil menggoyangΒ² kan mulutnya ke kanan dan kekiri untuk mengurangi rasa groginya , ini benar benar lebih membuat dia grogi dari lamaran sebelum nya π saat gadis masih menjadi seorang gadis .
abipun datang dengan wajah senyum berseri
"eh ada nak Anhar , ada apa nak ?"
"iya pak , Anhar pengen lihat bapak aja"
"huhukhukhu" Abi pura pura batuk seolah olah tau maksud kedatangan Anhar
"apa bener cuma lihat saya bukannya pengen lihat gadis putri saya ?"
"hehehe..." Anhar tersenyum malu wajahnya mulai memerah menahan rasa grogi dan malunya
"ayo Anhar kamu berani " ππ kita semangati dulu dia mana tau dia semangat pembaca π€π₯, kasihan Anhar dia cowo yang polos baget blm pernah pacaran yang dia tau wanita cuma gadis dan gak berani dekati cewek lain, cewek yang mendekati dekatinya pun tidak sedikit terlebih setelah tau dia seorang pengusaha kaya, ada yang mendekati dia memberikan hartanya bahkan dirinya π asal dengan embel embel Anhar mau menikahinya.
tapi tetap wanita yang Anhar tau cuma dua di muka bumi ini yaitu ibu, dan gadis π π.
di tinggal menikah pun dia tetap setia menunggu jandanya ππ₯°.
__ADS_1
balik lagi ke proses lamaran ya .
Abi ternyata sudah tau maksud kedatangan Anhar hanya saja Abi pura pura tidak tau di hadapan Anhar.
"nak anhar bawa apa di kantong sweater ny"
"haah" Anhar kebingungan dengan pertanyaan Abi
"bawa apa di kantong sweater nya?" ucap Abi mengulang pertanyaan nya
"oh gak bawa apa apa pak" sahut Anhar sambil menundukkan kepalanya kearah Abi
Abi tersenyum " bawa cincin ?"
Anhar benar benar kaget begitu mendengar Abi tau kalau isi kantong sweater ny cincin.
"iya pak"
"keluarin dong , masa di kantongin terus "
perlahan Anhar merogoh kantong sweater nya lalu mengeluarkan sebuah kotak merah dari dalam kantong jaketnya .
"gadis " Abi memanggil gadis
"ada apa Abi?"
"tolong panggilkan umi"
"baik Abi "
gadis pergi memanggil umi dan kembali bersama umi
"ayo duduk umi , gadis ikut duduk nak "
"ada apa Abi ?"
"coba kamu tanya Anhar ada apa ?"
"ada apa Anhar ?"
"ayo nak Anhar ambil cincinya letakkan di jari manis putri saya "
Anhar melihat Abi dengan wajah blm percaya, ternyata Abi menyetujui lamarannya .
ia meraih tangan gadis "maaf gadis"
tak menjawab apa apa gadis tersenyum seolah mempersilahkan Anhar untuk memasukkan cincin itu kedalam jari manisnya .
Rasa grogi dan ketakutan Anhar perlahan memudar berganti dengan rasa bahagia yang tak bisa ia ungkapan kan dengan kata kata , ia masih blm percaya ini bisa terjadi semulus ini tapi kebahagiaan nya masih blm lengkap Karena ia blm mendapatkan restu dari ibunya.
ini masih langkah pertama ia tetap harus berjuang untuk mendapatkan restu dari ibunya.
__ADS_1