
ucap omah menggertak Agnes penuh kemarahan.
"sudahlah ma jangan semakin memperburuk suasana , nak Agnes sebaiknya kamu pulang saja, mami mau istirahat dulu "
"udah di usir tuh pergi sana !"kata omah menyambar lagi š¤£
Agnes melihat omah dengan tatapan tajam kemudian pergi meninggalkan rumah Riki begitu saja.
malampun tiba, tak melihat Riki sejak sore hari mami menghampiri nya ke dalam ruangan kerja Riki.
melihat Riki sedang sibuk dengan laptopnya mami mengetuk pintu meminta izin untuk masuk ke dalam ruangan kerja Riki
"tok tok tok"
"maaf mami mengganggu, apa boleh mami masuk ?"
"silahkan masuk mi gak papa kok"
"makasih nak "
Mamipun menghampiri sang anak, menoleh ke monitor laptop yang di hadapan anaknya
"surat pembangian warisan, ini maksud nya gimana sayang ?"
"ya.. mi Riki ngerasa hidup Riki ribet baget, Riki takut terjadi apa apa sama Riki jadi sejak sekarang Riki persiapkan untuk Adam dan Ainun mi, dan juga buat Airin "
"Airin juga dapat nak ?"
"dapat mi"
"tapi kamu tau sendiri kan Airin itu anak siapa"
"ya ma, Riki tau tapikan mi, Airin hadir dalam bagian hidup Riki juga, Riki gak bisa pungkiri Riki sayang sama Airin walaupun Airin bukan anak kandung Riki tapi Riki sayang sama anak itu "
"(sambil mengelus pundak anaknya) iya sayang mami tau, dan mami juga kangen baget sama cucu mami kenapa sudah punya cucu semua pada jauh dari mami"
"yang sabar ya mi "
"iya sayang, oh ia mami lupa kasih tau tadi pagi Agnes kesini "
"ngapain dia mi?"
"Agnes minta mami buat bujuk kamu sayang "
"bujuk buat tarik berkas perceraian kami ya mi"
"ya... kira kira begitu sayang"
"trus mami jawab apa ?"
"mami bilang semua keputusan ada di tangan kamu nak mami gak bisa ganggu gugat"
"bagus mi, Riki udah gak mau lagi sama dia, Riki capek mi sampai kapan pun dia gak akan pernah berubah"
"tapi mami lihat Agnes sudah jauh berubah nak,"
"dia perempuan bermuka dua mi, biar saja dia disadarkan keadaan Sampai kapan pun Riki gak bakal mau rujuk sama dia lagi"
"ya Allah nak, terserah kamu aja apapun itu mami dukung "
Tiba tiba adik bungsu Riki masuk sambil berlari tergesa-gesa.
"maaf mi kak"
"ada apa Tania ? kok kamu lari lari gitu "
"Tania mau nunjukin ini buat Abang sama mami "
__ADS_1
sambil memperlihatkan foto gadis sedang pamer cincin di media sosialnya anhar
ā¤ļø Bismillahirrahmanirrahim pilihan Allah dan orangtua š„°
Dengan caption seperti di atas, setelah melihat foto gadis Riki memalingkan wajahnya menandakan ia kecewa, ia menjauh dari adik nya dan ibunya .
"pupus sudah harapan ku untuk bisa rujuk dengan nya lagi" ucap Riki didalam hati
Ia tak berkata apa apa ia hanya diam dan diam.
"kamu baik baik saja kan nak"
"aku baik baik aja mi, sepertinya Riki mau ke minum cofee dulu ya, bye mami, bye Tania"
"bye kak hati hati kak "
"Yo..."
Tak ada pilihan lain, untuk meredam rasa kecewanya dan rasa sedih di dalam hatinya ia menjauh dan memilih mencari gadis untuk mempertanyakan foto yang ia lihat di media sosial barusan.
Sesampainya di kediaman gadis, Riki menarik nafas dalam dalam di dalam mobil untuk mengurangi rasa sedih yang ia rasakan.
Melihat kedua anak nya sedang asyik bermain dengan pria yang akan menggantikan sosok nya di hati wanita yang ia cintai dan kedua putra putrinya.
Langkah terhenti begitu melihat kedekatan mereka berempat, dan terlihat jelas anhar begitu menyayangi anak anak dan mantan istrinya.
"sepertinya memang anhar jodoh gadis yang sebenarnya bukan aku, anak anak juga kelihatan bahagia banget dekat anhar begitu di banding kan dekat dengan ku " sambil menarik nafas dalam dalam
Riki mengetuk pintu kunci pagar
Anhar menghampiri nya dan membukakan pintu untukny
"eh bro apa kabar ?" ucap anhar memeluk Riki
"sehat sehat , jarang kelihatan sekarang bro"
"iya jadwal kerja aku padat jadi baru ini sempat jeguk anak anak "
"iya bro gak masalah kok "
tak berapa lama gadis keluar sambil membawa secankir kopi susu untuk anhar .
melihat Riki dan anhar sedang ngobrol di pintu pagar gadis menghampiri keduanya .
"kok ngobrolnya di sini sih , masuk yuk ngobrol di dalam aja gak enak di lihatin tetangga "
"gak papa kok, kita disini aja "sahut Riki sambil tersenyum
"oh ya udah kalau gitu bang, Adam sama Ainun umi kedalam dulu ya nak "
"ya umi" kata anhar menirukan suara anak kecil sambil tertawa dan sesekali menciumi Adam dan Ainun
"hmmm....!"
"eh maaf bro sampe lupa kalau ada bro disini"
"iya gak papa, kamu Deket ya sama anak anak aku"
"Alhamdulillah bro, mereka juga ngerasa nyaman sama aku, tapi di hati mereka tetap lu kok bro"
"hahah... ada-ada aja "
"serius bro coba deh lu ajak Adam atau Ainun"
"sini sayang " kata Riki mengulurkan tangannya untuk menggendong Adam tapi Adam berlari ke belakang anhar
__ADS_1
melihat reaksi Adam, anhar terdiam begitu juga Riki hanya bisa diam dan mematung.
"Adam sayang, ini papa Riki ayo di sapa papa nya"
Adam terus menolak dan menangis
"udah cukup bro, gak usah di paksa mungkin Adam gak suka kalau aku ada sini"
"maaf ya bro namanya juga anak anak"
"udah santai aja , oh ia aku dengar kalian sebentar lagi akan menikah ?"
"tau dari mana bro padahal baru lusa kita antar undangan nya kasih suprise gitu"
"hahah... tau dari internet bro"
"wah .. lu diem diem ngikutin gue ya hayo ngaku!!!"
"gak bro adik gue yang kasih tau "
"iya juga gak papa bro gue becanda "
"gue titip anak anak ya bro "
"iya pasti gue jaga bro, kalau soal Adam dan ainun gue sayang baget sama mereka melebihi rasa sayang buat diri gue sendiri bahkan gue udah anggap mereka kayak anak sendiri"
"ya bro gue ngerti, gue juga minta jaga gadis ratukan dia bro gue sampai sekarang gak Nemu wanita yang seperti dia lagi"
"kalau soal gadis, gak usah khawatir bro aku pastikan apa yang ia rasakan dulu takkan pernah ia rasakan lagi "
mendengar perkataan anhar Riki terdiam sambil melihat anhar dengan dalam.
"bro Lo kok diem sih "
"oh maaf, ya udah kalau gitu aku pamit dulu ya"
"ya bro hati² di jalan"
"loh kok pulang bang, ini gadis buatin minum "
kata gadis
"makasih dek, ada urusan penting yang mendesak jadi Abang harus buru buru pulang lain kali Abang datang lagi minum minum kesini"
"ya bang"
Riki menghampiri gadis mengeluarkan sebuah amplop dari kantong celananya
"ini buat kebutuhan Adam dan Ainun"
"ini apa bang ?"
"uang buat Adam sama Ainun, kedepannya Abang kemungkinan akan jarang kesini dek "
"kenapa bang?"
"Abang sibuk kerja ada tender yang maksa Abang harus ontime di tempat "
"ya bang trimakasih"
"selamat ya dek "
"selamat untuk apa bang ?"
"selamat buat pernikahan nya , Abang pamit dulu assalamualaikum "
"walaikumussalam"
__ADS_1